Adam menghempaskan tubuhnya pada ranjang empuk kamar kontrakannya. Lelaki itu menghela napas berat dan memejamkan matanya perlahan. Pikirannya kacau, begitu pula dengan hatinya. Menghadapi Aliana benar - benar tidak mudah. Terlebih lagi setelah kejadian tadi yang seakan menamparnya hatinya. “Memprihatinkan…” bisiknya pada diri sendiri. Lelaki itu mengakui jika dirinya sudah berperilaku seperti seorang b******n, memperlakukan seorang cewek tanpa pengalaman seperti itu. “Aaahhh! Mana gue tau!” umpatnya seraya mengentak - entakkan kakinya di ranjang. Adam kesal pada dirinya sendiri yang tidak tahu jika Aliana tidak pernah berpacaran sebelumnya. Ia seakan - akan telah membuang kesempatan emasnya. Tetapi untung saja Aliana cukup plin - plan hingga diriny

