“Kita break aja dulu.” Ucapan Aliana itu sontak membuat Adam seakan - akan tersambar petir. Aliana menahan napasnya yang mendadak sesak. Ia tidak munafik, sesungguhnya Gadis itu juga sangat tidak ingin mengatakan hal ini, tetapi beberapa saat yang lalu ia merasa Adam sungguh keterlaluan. Mereka belum memiliki ikatan, tetapi lelaki itu sudah seberani itu. “Lana.” Adam memanggil Aliana dengan nada yang terdengar putus asa. “Kita berhenti dulu, Adam.” Aliana mengucapkannya lagi dengan lebih jelas dan terdengar lebih menyakitkan. Adam mengacak rambutnya frustrasi. Beberapa detik yang lalu ia sudah merasa bahwa Aliana sudah melupakan keinginan untuk berhubungan diam - diam, tetapi sekarang Gadis itu malah ingin mereka berhenti. “Lana, jangan bercanda,” ujar Adam yang mulai lelah dengan

