akhirnya bantuan itu datang

1184 Words
Pov dali Setelah melihat Dini pergi menjauh dari kamar, fokusku kembali menatap kedua b4jing4n yang ada di hadapanku. "Deri kejar wanita si4lan itu" Pekik Dani menyuruh rekannya untuk mengajar dini. Namun buru-buru aku menghadangnya dengan satu pukulan telak di dadanya, sampai laki-laki itu terhuyung terjatuh sambil memegangi d**a. Agrhhhhhkkkk!!!! Teriakku sangat kencang, ketika ujung pisau berkelebat menuju pinggang kiriku, namun dengan cepat aku mundurkan langkah kakiku beberapa langkah kebelakang, menjauh dari sabetan pisau cutter itu. "Mampus kau b4ngs4t" bentak Dani sambil terus menyerangku dengan pisau yang ada di tangannya, namun keadanya yang sedikit terpengaruh oleh minuman keras, membuat seranganya tak begitu beraturan, dengan sabar aku menghindari serangan-serangan itu, sehingga di suatu kesempatan ketika dia lengah, aku bisa memegang pergelangan tangannya. Praaakkkk!!!! Pisau cutter itu jatuh, sesaat setelah punggung tangannya kupukul dengan keras, kudorong tubuh Dani agar menjauh disusul dengan pukulan dan tendangan yang mengiringinya, sehingga tubuhnya ambruk di lantai. Dengan cepat ku ambil pisau yang terjatuh lalu aku membuangnya ke luar kamar, karena kalau digunakan, aku takut kelepasan, membahayakan diriku dan juga mebahayakan kedua orang yang ada di sini, meski mereka jahat tapi aku tidak ada hak untuk menghakimi mereka. Deri yang sejak tadi menonton sambil mengumpulkan tenaga, akhirnya mulai menyerang kembali dengan satu tinjuan mengarah ke mukaku, dengan cepat aku tangkap tangan itu sebelum sampai kerah yang dituju, lalu kupulintir ke belakang tubuhnya. "Kurang ajar, kalau tahu kamu bakal ngerepotin, tadi saduh ku bunuh saja" kataku sambil terus membelentir tangannya sampai dia meringis kesakitan. "Lepaskan" petiknya sambil meronton-meronta berusaha melepaskan peganganku. Bugghhh!!!! Hantaman benda keras mengenai bagian belakang kepalaku, sehingga tanganku yang lagi memegang deri terlepas begitu saja, tidak kuat menahan rasa sakit di kepala bagian belakang, tubuhku terhuyung ke samping, karena kepala yang mulai terasa berdenyut, sehingga aku mencari dinding untuk berpegangan, pandanga mataku yang sudah berkunang-kunang, tidak bisa fokus melihat Serangan yang dilancarkan oleh kedua orang itu, yang terus menerus, sehingga beberapa pukulan mendarat di tubuhku sampai-sampai aku tidak mampu menopang tubuhku agar bisa terus berdiri. "Mampus kau b4ng5at" Pekik suara Dani sambil menduduki tubuhku agar tidak bisa terbangun kembali. "Deri cari pisau yang tadi dibuangnya, kita gor0k orang tol0l ini, nanti dagingnya kita kasih makan si Kliwon" seru Dani sambil terus memukuliku, yang sudah terkapar, namun aku masih sadar dan mendengar jelas semua yang dilontarkan oleh Dani, membuatku bergidik ngeri, namun untuk saat ini jangankan untuk melawan, untuk bergerak saja sekarang sudah tidak bisa, kepala pusing dan mata mulai kabur membuatku semakin kesusahan. "Kliwon anjing kita Bos" tanya orang yang bernama Deri. "Pakai nanya lagi, buruan ambil jangan bengong aja, kayak orang b3go" Pekik suara Dani yang terdengar sangat kesal. Terdengar deru langkah yang berlari menuju keluar pintu, mungkin itu Deri yang hendak mengambil pisau yang tadi aku buang. "Matilah aku, ya Allah lindungilah hambamu yang penuh dosa ini" gumamku dalam hati yang sudah tidak berdaya. Tak lama terdengar lagi suara angkah kaki yang menapaki lantai mendekat arahkum "Ini Bos pisaunya" ucap dari "Lelet amat sih lu" Ketus Dani sangat kesal. "Bismilahi, Allahu Akbar hahahhaha" ucap Dani yang sudah ke5etan, seperti orang yang mau menyembelih hewan ternak dan terdengar suara pisau cutter yang dipanjangkan. Dorr!! "Jangan bergerak" ucap seseorang yang baru datang, sambil melepaskan timah panas, merasa ada pertolangan tenagaku serasa pulih kembali, dan dengan sisa-sisa tenaga, aku bangkit sambil mendorong tubuh Dani, yang duduk di atas dadaku, sehingga dia terjungkal ke belakang. "Semua tempat sudah dikepung, jangan ada yang bergerak, tetap diam di tempat" bentak seseorang yang baru datang. "Daliiiiiiii" Teriak seseorang yang berlari menghampiriku, lalu dengan sigap dia menopang tubuhku, yang mau ambruk lagi. "Ini siapa" tanya seorang yang berseragam polis kepada orang yang memegangku. :Teman saya Pak, dia yang minta bantuan: jawab Darda sambil terus menahan tubuhku, agar tetap terduduk. "Pakai baju kamu, ngapain kamu telanjang begitu" bentak seorang polis ketika melihat Dani yang masih telanjang bulat. "Eeee emmm eee, ba bajunya hilang pak" Jawab Dani tergagap. "Pakai ini, kami jij1k melihatnya" seru polis sambil melempar sprei yang tadi digunakan oleh Dini. "Minum dal" ucap Darda sambil mendongakkan kepalaku, supaya air bisa masuk ke mulutku. "Cuih, Air Apaan ini" ucapku sambil memuntahkan air yang baru diberikan oleh Darda. "Cola dal, tadi kan kamu yang membelinya" Aku membuka mata, lalu menatap tajam ke arah Darda, dalam waktu segenting ini, dia masih bercanda, dan masih ingat dengan minuman bersoda itu. "Kasih minum temannya" ujar seorang polis sambil memberi sebotol air mineral. Aku membenarkan posisi dudukku, dengam bersandar ke dinding kamar, lalu kuraih air mineral yang ada di tangan Darda, lalu dengan rakus aku menghabiskan minum itu, sehingga membuat tubuhku merasa menjadi lebih baik. "Terima kasih ya Dar, meski Pertolonganmu agak sedikit telat" ucapku sambil menatap darda, setalah merasa bisa menguasai tubuhku. "Tenang aja Bro, kayak sama siapa aja" ujar pria yang berbadan Gembul itu. "Oh iya Tolong beritahukan kepada pak polis, ada teman mereka aku ikat di samping rumah" pintaku sama Darda. "Darda pun menghampiri salah satu polis yang ada didekat kamar, lalu darda memberitahukan apa yang aku sampaikan kepadanya, tak lama polis itu pergi untuk mengecek keberdaan temannya Dani yang aku sandra, setelah selesai menyapaikan laporan, dardapun kembali menghampiriku. "Kamu sudah nggak apa-apa dal" tanyanya sambil menatap ke arahku. "Nggak apa-apa, cuman agak sedikit pusing aja" jawabku sambil memijat memijat kening yang masih terasa pusing. "Ya udah nanti kita cek ke dokter, siapa tahu aja ada luka dalam" saran Darda "Terima kasih Dar, Oh iya kok bisa kamu cepat nyampe ke sini" tanyaku yang penasaran. Setelah kamu kirim foto orang yang kamu hajar, perasaanku mulai tidak enak, segera aku menghubungi teman main game yang bekerja di kantor polis, beruntungnya dia mau membantu, sehingga bisa cepat sampai ke sini, dan kebetulan ada cewek yang tadi menunggu di luar pagar, sehingga kami tidak susah mencari Keberadaanmu" "Terus sekarang bagaimana keadaan dini" tanyaku dengan panik seolah tersadar, bahwa aku bisa sampai ke sini karena dia. "Tadi dia pingsan Bro, tapi sebentar lagi ambulans akan menjemputnya" jawab Darda. "Aku mau ke sana, ambulan belum datang kan" ujarku sambil berdiri memegang Kedinding sebagai tumpuan. "Sudah kamu jangan banyak bergerak dulu, dia udah ditangani dengan aman" pinta Darda seraya memegangiku yang hendak terjatuh kembali. Setelah berdiri aku coba pusatkan tenagaku untuk menguasai tubuh, supaya tetap bisa berdiri, setelah beberapa saat, aku mulai menguasainya dan mencoba untuk berjalan walaupun dengan tertatih, Akhirnya aku bisa melangkah tanpa merasakan pening di kepala. "Bawa aku keluar, aku pengen menemui dini dulu" pintaku sama Darda. "Oke bro" jawabnya sambil menggandengku untuk berjalan dengan cepat keluar dari rumah ini. Sesampainya di luar sudah terlihat banyak orang yang memgeremuni pintu pagar, apalagi terdengar suara sirine polis sehingga Mengundang para tetangga untuk menonton kejadian di rumah ini. "Gimana keadaannya Pak?" tanya seorang polis yang menghampiri setelah melihatku keluar dari pintu. :Alhamdulillah, saya baik-baik saja Pak" jawabku. "Syukurlah kalau begitu, nanti saya tunggu di kantor Polis untuk membuat laporan, kalau bisa Bapak dan perempuan tadi melakukan visum, untuk melengkapi laporan bapak" saran Pak Polis "Terima kasih atas bantuannya Pak" ujarku sambil menatapnya. "Siap, sama-sama pak, ini sudah menjadi tanggung jawab kami, selaku pelindung negara, saya pamit undur diri dulu, untuk mengurus ketiga pelaku itu" ujar Pak Polis seraya membalikkan badan meninggalkan kita berdua.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD