Pov dali Pagi itu. aku sangat panik. setelah melihat dini yang lidahnya kepanasan. entah hantu apa yang merasukinya sehingga air sepanas itu dia teguk dengan rakus. "Bagaimana, sudah baikan?" tanyaku sambil kembali duduk di hadapannya. Dia hanya mengangguk pelan, karena mulutnya penuh dengan es batu, sehingga dia tidak bisa menjawab. Dengan santai aku melanjutkan aktivitas makanku, yang sempat tertunda. kembali menyuapkan bandros ke mulutku. lalu mengunyahnya sambil terus memperhatikan wanita yang ada di hadapanku. "Dasar wanita bod0h, ngapain minum teh yang masih panas" gumamku dalam hati. "Ngapain? Kakak ngeliatin seperti itu." tanyanya, setelah mengetahui aku memperhatikannya. "Eeeeee, emmmm, eeeeeee. Yey, PD amat Siapa juga yang memperhatikanmu" jawabku Ketus sambil te

