10. pengaruh yang buruk

432 Words
tidak terasa sudah enam bulan aku bekerja di perusahaan ini.sudah mendapat projek besar pembangunan sebuah hotel.dan disain yang aku buat terpilih. projek telah selesai. dan orang pertama yang merasakan kebahagiaan ku adalah Hana. Minggu depan Teman teman satu tim membuat sebuah perayaan karena projek yang kami tangani sukses terlaksana. mereka akan mengadakan jalan jalan kesebuah villa di tepi pantai. villa itu punya salah seorang teman di satu tim ku.aku tidak menyangka bahwa ada anak orang kaya yang tetap berkerja keras dan tidak mengandalkan kekayaan orang tuanya. dialah wajah baru yang dulu diam diam memperhatikanku. namanya Elina. yang baru kuketahui setelah aku satu bulan bekerja. orangnya ceria. dan orangnya mudah bergaul dengan teman lainnya. teman satu tim ku berjumlah lima orang tiga laki laki dan dua wanita. yang laki laki aku. Roy dan bima.roy sudah berumah tangga sedang Bima masih melajang sepertiku.sedangkan yang wanita Elina dan Dian. Elina masih lajang sedangkan Dian sudah memiliki satu orang anak. malam nanti aku ingin ketempat kos hana.tadi dia menelepon memberi kabar bahwa ia akan memasak masakan kesukaanku. aku tersenyum sendiri membaca pesannya. "..ngapain lu senyum senyum sendiri.." tegur Roy ternyata memperhatikan ku. "..paling baca chat dari ayang nya tuh.." ucap Bima menimpali. ".. Uda berapa lama lu pacaran Ama cewek lu..." tanya Bima kepadaku. ".. hampir lima tahun.." jawabku. ".. busyet... lama juga bro. Udah lu apain ajah tuh anak orang pacaran selama itu.."cerca Bima. ".. emang diapain... pacaran mah sehat ajah lah.." ucapku. ".. haa.haa... ha... lu normal GK.mana ada pacaran lima tahun gak ngapa ngapain.. rugi tau bro.." timpal Roy. aku membalas mereka dengan senyuman saja.sudah sering aku mendengar mereka yang tidak percaya apa yang aku katakan.mereka bilang gak asik pacaran gak ngapa ngapain. apalagi pacaran Uda lama. takutnya GK jadi kita Uda rugi banyak.minimal kalo Uda nyicip kan gak penasaran lagi. mereka pikir wanita itu makanan bisa dicicip dulu. pernah suatu waktu perkataan Bima mengusik ku. Bima bilang apa aku harus percaya sepenuhnya sama Hana. bahwa Hana tidak tertarik dengan laki laki lain dikantornya.secara pacaran sudah lama tapi gaya pacarannya monoton ajah.apa gak bosen coba. dan imbasnya beberapa hari kedepannya aku mulai curiga kepada hana.dimulai dari sering memeriksa kabarnya.bahkan sampai aku pernah mengintai diam diam Hana di depan kantornya.pernah juga aku bilang tidak bisa jemput nya pulang kerja tapi justru aku datang tiba tiba. hingga aku capek sendiri karena memang aku tidak pernah menemukan kejanggalan dari sikap dan tingkah laku hana.ia masih seperti biasa. mencintaiku apa adanya. oleh karena itu.sejak saat itu aku mulai menjaga jarak dari Bima dan Roy. aku hanya takut mereka menjadi pengaruh yang buruk bagi hubungan ku dan Hana.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD