11. perayaan sederhana

390 Words
ku percepat laju motorku.mengejar waktu untuk lebih cepat sampai ketempat yang sedang ku tuju. ketempat kos dimana Hana tinggal. aku bersyukur karena jalanan tidak terlalu macet seperti biasa nya. ku parkir kan motor di depan teras kamar kos Hana. melepaskan helm dan berjalan kearah pintu sambil melepaskan jaket yang ku kenakan. Hana menyambut kehadiranku dengan wajah yang sumringah. senyuman manis mengembang di bibirnya. "... waaahhh seperti enak sekali.." seru ku dengan air liur yang hampir menetes di mulutku melihat masakan yang Hana buat. aku terkesima melihatnya. "... cucilah dan bersihkanlah dulu tanganmu... nanti ku siapkan.." ucapnya lembut. sambil mendorong pundak ku kearah kamar mandi di dalam kamarnya. dengan bergegas aku membersihkan tangan.dan duduk dengan manis di depan meja di mana masakan Hana tersedia.dengan telaten Hana mengambilkan nasi beserta lauk dan pauknya.dengan tersenyum ia memberikannya kepadaku. ".. terima kasih untuk semuanya... kamu telah menemani ku selama ini.. " katanya lembut. "... terima kasih juga sudah membalas perasaan cinta ku ..." balasku sambil menerima piring yang dia berikan. kami larut dalam obrolan panjang.sambil menikmati makan malam yang sederhana di kamar kos Hana. berbincang dan berdiskusi tentang semua keberhasilan. Hana juga mengatakan bahwa hidangan malam ini adalah perayaan sederhana atas kerja keras ku mencapai impianku sebagai arsitek. kini aku mendekap tubuhnya dalam pelukan sambil menonton film dari pemutar film di laptop. Hana memberi tahu bahwa ia punya film romantis baru yang dikirim teman sekantornya. kata temannya film nya bagus. untuk itu Hana meminta ku menemaninya menonton film tersebut. sambil bersandar di dadaku. kami menikmati film tersebut.adegan demi adegan tidak kami lewati.namun ketika muncul adegan yang menurutku menyeramkan.lebih seram dari film horor.yaitu adegan cumbuan yang dilakukan sepasang pemain film tersebut. aku berdehem. menelan ludah susah payah. dan karena adegan itu ada satu hal yang terpancing yaitu hasrat kami berdua. ketika adegan berlangsung tanpa sengaja aku menoleh kearah Hana dan tanpa diduga Hana pun menoleh kepadaku. untuk seperkian detik dunia serasa terhenti.hanya yang terjadi adalah kami saling menatap dalam.sudah tidak terdengar suara film yang kami tonton tadi yang ada hanya suara jantung kami yang berdetak kuat. entah doronga dari mana yang memaksa aku untuk membelai wajah dan bibirnya. memerangkap wajahnya dan mempertemukan bibir kami. awalnya hanya sekedar mengecup saja.namun aku terlena oleh rasanya.hingga aku menciumnya lebih dalam. dan kami sama sama terbuai oleh rasa yang menyenangkan. perayaan sederhana itu kami akhiri dengan ciuman yang panjang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD