Bab 20

2185 Words

Bantu aku untuk menutup kedua mata ini, dari pada aku harus melihat kalian berbahagia di depanku. Bukan aku tak ingin melihat kau bahagia, hanya saja aku sering terluka karena kebahagiaan palsu seperti itu.   Lelaki bermanik mata hitam tersebut masih menatap Aji lekat. Menerka-nerka mungkinkah dia orangnya. Tetapi tidak ada satu suara pun ia keluarkan. Sebaliknya Aji masih diam. Setelah menarik Wulan berada di balik tubuhnya, dia berdiri menatang sang lelaki di hadapannya untuk menyelesaikan secara laki-laki bila orang itu ingin bermain fisik. "Jadi kamu orangnya?" suaranya. Sebelah alis hitam Aji terangkat tinggi. Mencoba memahami perkataan tersebut. Hingga ia capai satu jawaban untuk membuatnya mengangguk yakin. "Ingin berubah menjadi seorang pahlawan? Ingin terlihat baik di depan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD