Gadis itu terbangun. Ia hanya bisa melihat sebuah tempat gelap di sekelilingnya. Bahkan untuk berjalan pun rasanya ia ragu. Menoleh ke sekitar, hanya sepi yang mencekam. Samar, seperti terdapat sesuatu di depannya. Ia mencoba memberanikan diri untuk melangkah ke depan, menghampiri sosok bayangan yang awalnya terasa buram dalam penglihatannya. Satu.. Dua.. Tiga... Ia mulai menghitung sosok-sosok yang ternyata juga terjebak dalam tempat ini. Ia tidak dapat melihat siapa mereka. Yang bisa dia lihat hanyalah bagian belakang tubuh mereka. Suara tapak kakinya terdengar menggema. Karena memang meskipun ia mencoba berkomunikasi dan memanggil, mereka seolah tak mendengarkan. Reiko kini ingat. Hal yang terakhir kali dia ingat sebelum dirinya terdampar di tempat ini adalah sosok bayangan hita

