Melihat Jordan berdiri tidak jauh darinya membuat Lea teringat dengan dua tahun masa bahagianya. Bagaimana lelaki itu membuatnya menjadi wanita paling bahagia di dunia. Saat-saat mereka tampil bersama di depan publik hingga menimbulkan berbagai macam dengungan iri, liburan-liburan mereka yang semuanya menyenangkan hingga acara keluarga yang mengisyaratkan seakan mereka memang pasangan yang ditakdirkan bersama.
Hingga kehadiran orang ketiga yang entah bagaimana menggoyahkan pikiran Jordan hingga membuat Lea seakan tidak percaya. Lea bukan tipe wanita yang akan secara blak-blakan mengungkapkan semuanya secara emosional. Dia selalu bersikap tenang dan terlihat baik-baik saja. Seperti kata abangnya Erza, Lea tipe wanita yang lebih ingin dimengerti tanpa harus dia mengungkapkan apa yang diinginkannya secara gamblang. Orang-orang lebih banyak memberinya kesan wanita yang cuek.
Saat Jordan memberi tahunya bahwa ada seseorang yang menggodanya, Lea bereaksi tidak seperti perkiraan laki-laki itu. Dia tetap tenang dan kepercayaannya pada lelaki itu lebih dari segalanya. Lea tahu kalau Jordan pasti tidak akan semudah itu tergoda. Nyatanya, dia salah besar.
Sampai Lea melihat beberapa kali Jordan menemui wanita itu di belakangnya dan dia yang tetap masih bisa menekan amarahnya membuat Jordan akhirnya bersikap kekanakan menuduh Lea selama ini tidak menghargai hubungan mereka.
Padahal selama ini Lea mencurahkan perhatian dan cintanya hanya untuk Jordan meskipun tidak menunjukkannya sefrontal wanita genit itu. Intinya semua masalah ini dipicu oleh sikap Lea. Hingga kata berakhir menggema dan Jordan mulai muncul ke publik membawa pasangan selingkuhannya.
"Bagaimana kabarmu?"
Lea hanya tersenyum seadanya, "Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja."
Jordan melihat ke arah mejanya seakan menilai lalu kembali menatapnya, "Sedang makam malam dengan seseorang?"
"Tentu saja. Memangnya aku segila itu hingga makan malam sendirian dan tampil cantik untuk diriku sendiri seperti ini."
Jordan tersenyum kecut dan menggaruk tengkuknya, kebiasaan laki-laki itu kalau salah tingkah, "Ah, Aku seharusnya tidak bertanya seperti itu. Aku pikir basa - basi se—"
"Mana kekasihmu tercinta?"
Lea menekankan setiap katanya hingga membuat Jordan diam mengamati. Goresan sakit hatinya kembali muncul ke permukaan.
"Tidak. Aku bersama beberapa rekan sesama pengus—."
"Oh, begitu." Lea malas berbasa-basi.
Jordan tersenyum seakan mengerti keengganan Lea, "Aku pikir kamu masih belum berubah, tetap suka menyimpan ketidaksukaanmu di dalam pikiranmu sendiri."
Lea tertawa sarkas, "Bukan hakmu untuk mengomentari apa yang aku pikirkan. Kamu jangan sok tahu karena toh selama ini kamu tidak pernah benar-benar mengenalku."
Jordan maju dan memegang pinggiran meja dan menatap intens Lea, "Kenapa kamu masih betah sendiri?"
"Apa pedulimu? Aku bukan tipe wanita yang akan langsung menjatuhkan pilihan pada lelaki pertama yang mendekatiku setelah seseorang mencampakkanku dengan kejam hanya karena didekati seseorang yang agresif."
"Begitulah caraku ingin dicintai." Jordan tersenyum tipis. “Kamu sedang makan malam dengan siapa?”
"Azalea bersamaku."
Jordan menoleh dan tersentak kaget mendapati Keenan Smith yang sudah mendekat dan memeluk sebelah pinggang Lea dan menatap santai Jordan.
"Keenan Smith." Jordan nampak tidak percaya dan menatap Lea seakan meminta konfirmasi. "Jadi dia? Astaga! Dia bahkan tidak lebih baik dari aku Lea. Kamu memilihnya?"
"Tutup mulutmu Jordan! Perlu-kah aku ingatkan kalau kamu sudah bukan siapa-siapanya Lea, jadi berhenti bersikap sok peduli. Urus saja wanita jalangmu itu."
Jordan terlihat kesal. Punggungnya tegak dan tangannya terkepal, "Kamu lebih b******k dari pada aku, Keenan. Memangnya aku tidak tahu dengan sikap arogan dan sok berkuasamu. Lea tidak mungkin mau menjadi tawananmu karena dia wanita bersayap bebas."
"Lea tentu akan memilihku. Aku lebih dari segalanya dari kamu. Aku bukan tipe lelaki yang akan mudah tergoda hanya karena ada jalang yang lebih agresif dan melepaskan wanita anggun secantik Lea."
"Kamu jelas sama sekali belum mengenalnya."
"Kamu pikir, kamu mengenalnya? Membuat wanita cemburu menggunakan wanita lain itu menurutku tindakan yang sangat kekanakan." Lea hanya diam mengamati keduanya. "Jadi Jordan— " Keenan melepaskan pelukannya di pinggang Lea dan maju menghampiri Jordan yang juga menatap tajam. "Lebih baik kamu tidak usah lagi mencampuri urusan Lea atau mengatakan hal yang tidak-tidak karena Lea akan segera menjadi calon istriku."
Lea tersentak mendengarnya, Jordan menyimpitkan mata, Keenan tersenyum arogan.
Dengan ketenangan seorang Azalea, dia berbicara menatap keduanya, "Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak karena kita bahkan belum menjadi sepasang kekasih." Kedua lelaki itu langsung menoleh dengan ekspresi berbeda di wajahnya, Keenan sudah akan membuka mulut saat Lea tersenyum tipis. "Aku tidak punya waktu meladeni tingkah kalian seperti ini. Jadi kalau kalian mau melanjutkan, silahkan saja tapi aku akan pergi. Aku bukan manekin yang bisa kalian bicarakan seenaknya seperti tadi."
Lea kemudian berbalik dan pergi meninggalkan keduanya. Sialnya, hujan deras di luar adalah hal pertama yang menyambutnya. Lea memilih menerobosnya dan bersembunyi di samping toko kue mengamati Keenan dan Jordan yang keluar mencarinya. Lea menghela napas dan memeluk dirinya sendiri.
Rasanya mengigilkan. Dia tidak suka dibicarakan seperti tadi seakan mereka berhak atas hidup Lea. Dan kapan dia pernah bilang akan menikah dengan Keenan ?
***
Sejak setengah jam yang lalu, setelah kepergian teman pemilik agensi model yang akan dia gunakan jasanya, Kenalia, Lea masih duduk diam di salah satu sudut restoran rooftop jauh dari keramaian, menyendiri memandangi fenomena alam yang indah. Sunset.
Teringat lagi dengan percakapan antara Keenan dan Jordan yang membuatnya muak, seakan-akan dia adalah boneka dan mereka bebas melakukan apa saja padanya.
Lea bisa melihat sikap arogan seorang Keenan Smith yang terlihat bisa melakukan apa saja untuk memenuhi keinginannya dan sialnya, Lea terlambat menyadari sosok seperti apa dia.
Berbahaya dan mematikan. Lea memutuskan untuk pelan-pelan menjauh dari laki-laki itu dan mengabaikan semua teleponnya. Lea tidak mau dikekang dan ditawan Keenan semenarik dan sekaya apapun laki-laki itu.
Lea memejamkan mata, mencoba menikmati semilir angin senja yang sebentar lagi akan berganti malam sambil menyaksikan lampu-lampu kota di bawah sana mulai menyala bagaikan keajaiban.
"For you, Miss Azalea."
Lea tersentak kaget saat seseorang meletakkan sepiring steak favoritnya dan sebotol redwine di hadapannya. Lea mengangkat kepala dan menemukan tatapan mata tajam namun terkesan hangat milik cowok tampan yang memakai setelan santai anak muda masa kini lengkap dengan topi dan jaket kulit hitam.
"Valen Ackerman, kejutan yang tidak terduga.”
Valen duduk di depannya dan bertopang dagu, "Boleh aku menemanimu melamun di sini? Aku juga banyak pikiran. Steak untukmu, wine untukku. Perfect."
“Apa aku memiliki pilihan untuk menolak?”
Valen tersenyum. “Sama sekali tidak!”
***
Berita hot terkini yang sangat menggemparkan publik. Kali ini datang dari sosok desainer cantik kenamaan yang dulu sempat menjalin kasih dengan Jordan tapi hubungan mereka harus kandas di tengah jalan karena adanya pihak ketiga.
Azalea tertangkap basah kamera wartawan keluar dari salah satu club malam yang ada di hotel berbintang lima dalam keadaan mabuk bersama dengan valen Ackerman, salah satu personil band TheHasky yang sedang menjadi idola para remaja Indonesia. Mereka terlihat masuk ke dalam lift, naik ke lantai 25 dan menurut sumber info kami kalau kamar itu sudah di booking untuk Valen sendiri.
Sebelumnya mereka sama sekali tidak pernah tampil bersama di depan publik kecuali saat acara Talk Show beberapa waktu lalu tapi mereka kedapatan menghabiskan malam bersama.
Apakah selama ini mereka memang sepasang kekasih?
Para fans pasti gempar mendengarnya. Skandal seperti ini ditakutkan akan mempengaruhi penjualan album baru mereka yang dijadwalkan akan rilis minggu depan dan pasti akan berdampak pada karier Azalea.
Semoga saja wanita itu tidak mendapat amukan dari para fans setia Valen karena kabarnya mereka menganggap kalau Lea terlalu tua untuk idola mereka.
***