Prolog
"Berita harian pagi. Senin , tanggal 1 januari tahun 2022 , dilaporkan bahwa seluruh dunia telah berhasil mengendalikan virus covid-19 dan hingga saat ini , sdh hampir 1 bulan semua negara tidak ada berita tentang adanya kasus baru covid-19. Maka dari itu , WHO menyampaikan bahwa jika selama 2-3 bulan kedepan tidak ada kasus baru , maka semua dunia dapat membuka masker mereka dan kembali ke kehidupan semula. Dan juga mulai esok , untuk negara kosowa sdh dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasanya dan tetap melakukan protokol kesehatan. " ucap seorang pembawa berita
"Wah , bagus dong kalau gini kan dunia kita jd kembali aman" ucap benjamin sambil menutup televisi
"Bener pa , jadi kakak juga bisa tenang kuliah di negara tetangga" ucap ezekiel yg berada di samping benjamin
Benjamin hanya mengangguk kepalanya lalu berjalan ke arah dapur. Sesampainya di dapur papa langsung memeluk mama yang sedang memasak untuk makan mlm.
“Knp ben? Aku lg masak , jangan ganggu dong”
“aku gak ganggu kok , kan aku cuman memelukmu . Oh ya besok mau gak kita jalan-jalan?”
“Loh? Bukannya keadaan nya msh gk bagus ya pa?”
“Nggak kok , sekarang sudah mendingan. Td tv berita juga udah bilang kalau dalam 1 bulan ini udh gk ad kasus covid baru lg dr semua negara dan kalau 2-3 bulan gak ada kasus baru lg , kita semua udh gk perlu lg pakai masker dan mulai besok kita udh bisa kembali bekerja”
“Wah , bagus dong kalau gitu , kita bisa kembali bekerja dong. Jd gk suntuk di rumah lg ” ucap maria dengan semangat
“Iy mar , tp aku malah sedih”
“Kok kamu sedih? Bukan nya kamu senang ya kalau kita bisa kembali kerja seperti biasa”
“Iy aku seneng sih kalau masalah itu , tp kan berarti aku bakalan jarang ketemu kamu mar” ucap ben sambil mencium bibir mama
“PAPA…..MAMA…… disini ada anak di bawah umur 18 tahun , tolong lah jaga sikap” ucap ezekiel yg tidak suka dengan kelakuan orang tuanya itu
“Tuh kan dimarahin sama kiel ” bisik maria
“Iy-iy papa minta maaf , oh ya kamu ngapain ke sini?”
“Laper pa , itu sudah hampir jam 7” ucap ezekiel sambil menunjuk ke arah jam dinding
Reflek ben pun melihat ke arah yg ditunjuk ezekiel
“Oh iy , hehe maaf ya. Ap mama udah selesai masaknya?”
“ udh kok , nih tinggal naruh sayur ini ke meja” ucap maria yg sedang menaruh 1 piring tumis sayur ke atas meja makan
“Oke kalau gitu , selamat makan” ucap ben sambil mengambil nasi. Mereka pun makan malam sambil membincangkan hal apa yg akan mereka lakukan setelah pandemi covid-19 berakhir.
“Pa , bagaimana kalau kita kasih kejutan ke kak noah pas wisuda?” usul kiel
“Wah bener juga tuh pa , kan dia sekitar 3 bulan lagi lulus. gmn?” setuju maria
“Hmm boleh juga , ya udah nanti papa akan carikan tiket pesawat ke sydney”
“Yeeeey , bisa sekalian kita jalan-jalan”
Keesokan harinya , kiel yg sdh diperbolehkan kembali sekolah pun bersiap-siap dan tak lupa memakai maskernya.
“Inget ya kiel , tetap jaga jarak dan jangan lupa untuk selalu cuci tangan”
“Iya ma , kalau begitu kiel pergi dulu” ucap kiel sambil masuk ke dlm mobil lalu berangkat ke sekolah
“aku juga berangkat dulu ya ma” ucap ben yg sdh berada di depan pintu sambil membawa tas kerja nya
“Btr ben”
“Knp mar?”
Maria pun berjalan ke arah papa lalu merapikan dasinya yang sedikit berantakan
“Selesai”
Ben pun mencium kening istri tercinta nya itu “ terima kasih istriku , kalau begitu aku berangkat dulu ya” ucap ben lalu berjalan keluar
“BENNNNN BTRRR” teriak maria
Ben pun kembali berhenti “knp lg mar?”
Maria pun memberikan ben masker “nih kamu lupa pakai ini , kan msh belum dibolehin buka masker ben”
“Oh iya aku lupa , hehe. Makasih ya sayang” ucap ben lalu kembali berjalan ke arah mobil dan berangkat ke kantor nya.
Sedangkan maria sedang bersiap-siap untuk pergi praktek kembali ke rumah sakit. Tak lupa ia juga memakai masker saat ingin berangkat menuju rumah sakit.
Ezekiel pov
Hari ini karena hari pertama kembali ke sekolah setelah 2 tahun hanya kelas online , rasanya seperti mimpi saja. Sesampainya td di sekolah , aku segera melihat papan pengumuman untuk melihat dmn kelas ku. Setelah menemukannya , aku pun segera masuk ke dalam kelas dan tak lama kemudian bel pun berbunyi , tanda bahwa kelas akan dimulai.
“Selamat datang kembali ke sekolah anak-anak. Bagaimana perasaan kalian setelah dapat kembali ke sekolah” ucap guru yang berada di depan
“Sedih bu” ucap salah satu teman sekelas
“Loh knp? Bukannya kamu senang bisa bertemu lg sama teman-teman?”
“Kalau itu sih seneng bu , tp masalahnya kan teman-teman saya yang lama kan udah pada beda sekolah. Sedangkan di sini , tidak ada satu orang pun yang saya kenal”
“Ah begitu. Kalau gitu sekarang kita akan perkenalkan diri kita masing-masing. Mulai dari ibu ya. Nama ibu ava addison. Ibu adalah wali kelas kalian selama kalian kelas 12 mipa 4. Ibu mengajar di pelajaran biologi. Nah sekarang mulai dari sebelah kanan. Sebutkan nama dan juga universitas mana yg ingin kalian masuk ”
Satu-persatu teman sekelasku berdiri dan memperkenalkan nama mereka beserta dengan universitas yg mereka impikan dan tiba lah saatnya aku untuk memperkenalkan diriku.
“Halo semuanya , nama saya ezekiel carter. Saya bercita-cita dapat masuk ke national university of kosowa. Salam kenal semuanya” ucap ku lalu kembali duduk
“Baiklah , karena semua sudah memperkenalkan diri kalian masing-masing. Ibu harap dalam 1 tahun ini kalian dapat berteman dan membuat kenangan indah di sma kelas 12. Sekarang ambil buku kalian dan kita akan mulai pelajaran pertama kita”
3 jam pun berlalu , bel istirahat pun berbunyi , aku pun segera keluar dr kelas dan pergi ke kantin sekolah
Selesai membeli makan , aku duduk dan mulai memakan makanan ku. Lalu tiba-tiba ada seseorang yg datang duduk di depan ku
"Hey , nama gw arnold" ucap laki-laki itu
"Hey , gw ezekiel"
"Hmm , gw numpang makan disini ya , soalnya semua tempat sudah penuh"
Aku hanya mengangguk. 30 menit kemudian bel selesai istirahat pun kembali berbunyi
"Gw duluan ke kelas ya" pamit ku
"Oke , salam kenal ya ezekiel"
"Salam kenal juga arnold " ucap ku lalu segera berlari masuk ke kelas dan kembali belajar
Ezekiel pov end
Benjamin pov
Sesampainya di kantor td , aku segera masuk kembali ke dlm ruangan ku. Setibanya di ruangan , aku merasa sangat asing. Mungkin itu karena sudah hampir 2 tahun aku meninggalkan ruangan ini
Tok tok tok
"Selamat datang kembali ben" ucap roy , teman kerja ku sambil memasuki ruang kerja ku
"Kau juga roy , selamat datang kembali. Oh ya apakah hari ini kita ada tugas?"
"Hmm menurut bos , karna hari ini hari pertama kita kembali masuk , ia akan mengajak kita untuk makan-makan saja"
"Apakah itu diperbolehkan? Bukankah kita masih harus dlm protokol kesehatan sampai 2-3 bulan kedepan?"
"Entahlah , mungkin yg diajak hanya beberapa org. Ku dengar makan-makan kali ini hanya diikuti oleh orang-orang penting saja"
"Maksudnya?"
"Entah lah , aku hanya mendengarnya dari tim sebelah"
"Ah begitu"
"Iy , kalau begitu aku kembali ke ruangan ku , selamat bekerja" ucap roy lalu keluar dr ruangan ku
"Kau juga" ucap ku sebelum roy keluar
Setelahnya , aku pun sedikit merapikan mejaku yang sudah berdebu , lalu menyalakan komputer untuk melihat apakah ada tugas untuk ku hari ini.
Tok tok tok
"Selamat pagi ben dan selamat datang kembali di corporindo"
"Selamat pagi pak direktur dan terima kasih pak"
"Saya datang kesini hanya ingin memberitahu , bahwa kita akan mengadakan makan siang sambil membicarakan produk senjata baru yg akan kita keluarkan bulan 3 nanti "
"Baik pak , kalau boleh tau , dimana kita akan makan siang?"
"Di ruang rapat lantai 3 , saya akan memesan makanan untuk di bawa ke ruangan itu"
"Ah baik pak"
"Baiklah kalau begitu saya permisi"
"Silahkan pak" ucapku sambil membukakan pintu kepada pak direktur
Setelah pak direktur keluar dr ruangan , aku pun mencari ide untuk rapat nanti.
"Kira-kira senjata apa ya yg bagus untuk masa ini?" Pikirku dalam hati
Sambil berpikir aku pun mencoba untuk memikirkan bahan apa saja yg akan cocok untuk digunakan di senjata yg kira-kira dapat diluncurkan untuk 2 bulan kedepan.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 siang , aku pun mulai bersiap-siap pergi ke ruang rapat yg berada di lantai 3.
Sesampainya di sana , aku hanya melihat ada beberapa org yg menurutku cukup berpengalaman dalam pembuatan senjata dan tak lama kemudian , pak direktur juga masuk ke dlm ruangan.
"Selamat datang kembali untuk kalian semua di perusahaan corporindo"
Semua orang yg di dlm bertepuk tangan.
"Hari ini kita akan makan siang bersama dan juga akan membahas senjata apa yg akan kita luncurkan untuk bulan 3 nanti. Apakah di antara kalian sudah ada gambaran?"
Semua orang hanya diam mendengar pertanyaan pak direktur.
"Maaf pak , kalau boleh saya tau. Mengapa kali ini kita harus mengeluarkan senjata terbaru secepat itu?" Ucap ku yg kurasa mengeluarkan senjata itu terlalu cepat. Karena biasanya kami akan mengeluarkan senjata baru 8 bulan sampai 1 tahun kedepan.
"Ini perintah dari pemerintah. Mereka ingin kita mengeluarkan senjata terbaru kita agar kita dapat menunjukan bahwa kita dapat membentuk negara kita sendiri" jelas pak direktur
"Tp pak , apakah ini tidak terlalu cepat?" Ucap Thomson , seorang pembuat senjata terhandal di tim kami
"Mungkin bagi kalian ini terlalu cepat , namun disinilah tantangannya jika ingin negara kita dapat berdiri sendiri tanpa harus tergantung dengan negara lain"
"Apakah bapak bisa beri kami waktu untuk 2 minggu kedepan?" Tanya ku
"Tentu saja , apakah kalian setuju jika 2 minggu lagi kita akan kembali mengadakan rapat?"
Semua orang hanya mengangguk kepalanya tanda setuju
"Baiklah , kalau begitu 2 Minggu lagi kita akan kembali mengadakan rapat dan kuharap kalian sudah menemukan kira-kira senjata apa yg akan kita buat. Baiklah , kalau begitu silahkan kalian lanjutkan makan siang kalian
"Hei , apa kau yakin kita akan mendapatkan ide hanya dalam 2 minggu?" Tanya james yang berada di samping ku
"Entahlah , aku juga tidak yakin. Namun yg sekarang aku pikirkan hanya berusaha untuk menemukan ide itu" ucap ku
Benjamin pov end
Maria pov
"Selamat datang kembali , dok" ucap suster Isabelle
"Terima Kasih bell , kau juga selamat datang kembali" ucap ku sambil duduk di kursi kesayangan ku
"Maaf dok , hari ini anda ingin menerima berapa pasien?"
"Mungkin setengah dari biasanya. Ini kan msh dalam protokol kesehatan , jd jgn terlalu banyak pasien dulu"
"Baik dok"
Setelah isabelle keluar , aku pun memakan jas dokter ku dan juga stetoskopku. Rasanya kangen sekali dapat memakai jas ku kembali setelah 2 tahun berlalu.
Aku pun segera kembali duduk dan menunggu Pasien ku yang bernama sophia untuk masuk ke ruangan.
Tok tok tok
"Selamat pagi dok"
"Selamat pagi , sophia. Ada keluhan apa hari ini"
"Ini dok , entah kenapa beberapa hari yg lalu perut ku sakit. Lalu tiba-tiba saja sembuh sendiri. Kemudian sakitnya kembali datang lg kemarin"
"Ap kamu ad makan-makanan yg terlalu pedas atau terlalu asam?"
"Hmm , kalau dulu sih ia dok. Dulu saya sangat suka dengan makanan yg mempunyai tingkat asam yg tinggi"
"Hmm oke , mungkin untuk dapat memastikannya dengan jelas , aku akan menyuruhmu untuk usg perut dan besok kamu kembali lg kesini untuk ku periksa"
"Baik dok"
Aku pun menulis surat pengantar untuk nya pergi ke usg
" Ini surat pengantarnya" ucapku sambil memberikannya ke sophia
"Ah baiklah , kalau begitu saya permisi dulu , selamat pagi dok" ucap nya lalu keluar dr ruangan ku
"Selamat pagi" ucap ku sebelum ia keluar dr ruangan
Setelah melayani beberapa pasien , tak terasa waktu sudah menunjukkan untuk jam makan siang. Aku pun pergi ke taman rumah sakit sambil membawa bekal yg kubawa.
Sesampainya disana , aku pun duduk dan menikmati makanan ku.
"Hai mar"
"Hai liam , apa kabar?"
"Baik mar , kamu sendiri?"
"Aku baik. Apa aku boleh duduk?"
"Silahkan" ucap ku sambil bergeser ke samping agar liam dapat duduk
"Bagaimana perasaanmu saat dapat kembali bekerja" tanya liam
"Tentu saja senang , apa lagi aku sdh benar-benar bosan berada di rumah"
"Bukankah ad suami dan anak mu?"
"Tentu saja mereka ad , namun kadang aku tetap merindukan suasana rumah sakit"
"Kau ini masih saja seperti dulu padahal sdh berkeluarga"
"Jiwa wanita berkarir ku msh sangat tinggi liam"
"Hahaha , kau memang tidak pernah berubah mar. Kalau begitu aku kembali masuk ya" ucap liam yg sdh berdiri
"Baiklah"
Liam pun melambaikan tangannya dan aku hanya membalasnya , lalu kembali menghabiskan makananku.
Maria pov end
Sore harinya , kiel baru saja sampai di rumahnya , segera masuk ke dlm kamar nya dan mulai mengerjakan beberapa tugas sekolah nya.
Tak lama kemudian , maria pun juga sampai dirumah. Maria yg melihat mobil kiel sudah terparkir rapi di garasi mobil segera masuk dan memanggil anak bungsunya itu.
"Kiellllll , kamu sudah pulang?"
"Iya ma"
"Kamu dmn sayang"
"Kamar"
Maria pun berjalan ke arah kamar kiel
Tok tok tok
"Kamu sedang apa sayang" ucap maria yg sdh berada di depan pintu kamar kiel
"Lg ngerjain tugas ma"
"Wah hari pertama sudah langsung ada tugas"
"Iya ma , tp cuman dikit kok"
"Ya udah kamu selesai dulu tugasnya , habis itu kamu mandi trs turun ke bawah untuk makan malam ya"
"Oke ma"
Maria pun keluar dr kamar kiel lalu pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah selesai , ia pun segera menyiapkan makan malam untuk keluarganya.
Hampir 30 menit maria menghabiskan waktu di dapur dan akhirnya masakannya sudah selesai semua.
"Papa belum pulang ma?" Tanya kiel yg sdh berada di meja makan
"Mungkin sebentar lg"
Dan benar saja , tak lama ada suara orang membuka pintu dr luar.
"Papa pulang" teriak benjamin dari depan pintu utama
"Selamat datang , langsung ke ruang makan pa" teriak maria
Benjamin pun segera pergi ke ruang makan.
"Wah papa ketinggalan ya"
"Nggak kok pa , ini kita baru mau makan" ucap kiel sambil mengambil nasi
Benjamin hanya mengangguk lalu duduk di samping istrinya.
"Gmn sekolah mu ?" Tanya ben
"Ya begitulah pa , msh asing. Maklumlah baru hari pertama sekolah. Semua org msh malu-malu gitu"
"Ah begitu , ap sdh ad tugas?"
"Tentu , lumayan banyak sih. Itu karena aku udh kelas 12. Jd ada banyak latihan try out yg diberikan"
"Ah begitu , kalau kamu ma? Gmn hari ini? Ap pasien yg datang banyak?"
"Sebenarnya banyak bgt , tp karena rumah sakit mah mengwajibkan pembatasan pasien , jd hari ini hanya setengahnya"
"Wah semuanya berarti kembali seperti biasa ya"
Maria dan kiel hanya mengangguk kepalanya
"Lalu bagaimana dengan papa? Dan juga knp papa hari ini pulangnya malam sekali" Tanya kiel
"Papa disuruh membuat sebuah senjata waktu dengan waktu hanya 3 bulan"
"Bukan kah itu terlalu cepat?" Ucap maria yg ia juga sedikit tahu tentang pekerjaan suaminya itu
"Entahlah , pak direktur bilang , ini usul dari pemerintah , supaya negara kita dapat menunjukan kalau kita dapat berdiri sendiri tanpa bergantung kepada orang lain"
"Hmm , tp tetap saja menurutku ini terlalu cepat untuk membuat senjata yang sempurna"
"Ya mau bagaimana lg" ucap ben dengan lesu
Maria pun mencium pipi ben "semangat suami ku , kamu pasti bisa" ucap maria yg memberikan semangat kepada suaminya
Ben yg mendengarnya hanya tersenyum lalu mencium bibir maria. Sedangkan kiel yg melihat kelakuan kedua orangtuanya itu , hanya memutar bola matanya dan kembali memakan makanannya
Ringggggg ringgggg
"Dari siapa pa?" Tanya maria
Ben hanya mengangkat kedua bahunya lalu melihat ke arah ponselnya.
"Tlp dr noah ma"
"Cepet angkat"
Ben langsung mengangkat tlp dr anak pertamanya itu.
"Halo"
"Halo pa , sedang apa? Apakah aku mengganggu?"
"Enggak kok , papa sedang makan mlm bersama mama dan adik mu"
"Wah , coba tunjukan"
Ben pun menyalakan video call di handphonenya
"Halo noah " ucap maria sambil melambaikan tangan kepada anaknya
"Halo ma , mama sehat?"
"Mama sehat kok , kamu gmn disana?"
"Aku tinggal ujian akhir aj ma dan sekitar 2-3 bulan lg aku lulus"
"Wah , hebat anak mama. Maaf ya kami 1 keluarga gk bisa pergi ke acara wisuda kamu"
"Iya , aku ngerti kok ma , oh ya kiel mana ma?"
"Tuh di depan mama" maria pun menyalakan kamera belakang untuk menunjukan keberadaan kiel
"Kiel sekolah nya gmn ma? Oh ya ap dia mau kuliah di univ ku juga? "
"Nih kamu tanya aj sama anaknya sendiri" lalu maria memberikan ponselnya kepada kiel
"Gmn?"
"Nggak lah kak, kejauhan. Aku kuliah di sini aj"
" Yakin gk mau? Disini jurusan kimianya sangat bagus loh"
"Enggak deh kak , aku mau sama papa mama aj"
"Tetep ya anak mama , ya sudah kalau gitu , kakak mau ngerjain tugas dulu"
Mendengar hal itu , maria segera mengambil kembali ponsel itu dr tangan kiel
"Kamu hati-hati ya , tetap jaga kesehatan dan jangan lupa tetap protokol kesehatan oke"
"Iya ma , mama tenang aj . Ya udh , aku matikan dulu ya"
"Oke byeeee" ucap maria sambil kembali melambaikan tangannya
"Bye ma , selamat mlm" noah pun menutup panggilan telepon
"Hihihi , dia gk tau kalau kita mau kasih surprise ke sana" ucap maria terkikih setelah menutup tlp dr noah
"Hmm , papa gk yakin bisa nepatin janji soal itu ma"
Maria yg kaget mendengar penyataan suaminya lalu segera menengok ke arah ben " loh emgnya knp pa? Bukannya kita sudah sepakat?" Protes maria
"Iy papa tau , cuman kan skrg masalahnya papa kan di kejar untuk pembuatan senjata baru ma sama pemerintah dan lg harus selesai tepat saat kelulusan noah"
Maria yg mendengarnya hanya sedih dan tidak bisa berbuat apa-apa
"Maaf ya sayang , aku juga gk mau kayak gini" ben pun memeluk istrinya itu
Kiel yg melihat ibunya sedih segera berjalan menuju arah maria
"Gpp kok ma kalau kita gk bisa ke sana , kita kan msh bisa liat live di IG sekolah kakak. Mama jangan sedih ya" ucap noah sambil memeluk erat ibunya.
Maria yg dipeluk oleh kedua pangerannya hanya mengangguk tersenyum.
Naoh pov
Selesai menelpon keluarga ku , aku pun segera mengerjakan tugas akhir kuliah ku. Itu karena 1 bulan lagi aku akan wisuda. Sebenarnya aku berbohong kepada mereka jika wisuda ku akan diadakan 2-3 bulan lagi , padahal kenyataannya adalah 1 bulan lg dan setelah itu aku berencana untuk kembali pulang ke negara asalku , yaitu negara kosowa.
Tadi pagi karena kami sudah dapat kembali kuliah seperti biasa , walaupun msh harus menggunakan protokol kesehatan , aku pun disuruh tugas untuk membuat sebuah karya dengan menggunakan teknik nuklir yg sdh ku pelajari selama 4 tahun ini.
Maka itu aku dan timku membuat sebuah rudal sebagai tugas akhir. Kami hanya disuruh untuk merancang dan juga menggunakan bahan apa saja untuk membuatnya.
Usai mengerjakan semuanya , aku segera mengirimkan nya ke dante untuk di perdetail lg olehnya.
Tuuut tuuut
"Halo"
"Halo te , tugasnya sdh gw kirim ya. Itu tugasnya tolong di cek lg dan kalau ad yg kurang tilong di tambahin ya"
"Siap no , udh lu kirim ke email kan?"
"Udh , coba di cek aj"
"Okay deh" dante langsung menutup tlp ku
Aku pun segera menyiapkan buku untuk besok kuliah. setelah selesai , aku segera naik ke atas tempat tidur dan segera tidur
Noah pov end