2 - Looking For a Job

3488 Words
Hari ini , noah berencana untuk mencari pekerjaan di negara kosowa dan pagi-pagi sekali ia sudah bersiap-siap dengan pakaiannya dan juga semua dokumen yang akan ia bawa nanti. Setelah siap , noah pun turun ke bawah dan segera berangkat.  “Pagi-pagi kamu mau kemana?” tanya maria yg melihat anaknya itu sdh rapi “Ah mama , mengagetkan saja. Aku mau cari kerja ma” “Oalah , kalau begitu semoga berhasil ya” Noah hanya tersenyum lalu ia pun segera masuk kedalam mobilnya dan pergi ke beberapa perusahan yg cukup terkenal di negaranya itu. Noah pov  Sesampainya aku di perusahaan moontaeil , aku pun segera turun dan masuk ke dalam perusahaannya. “Selamat siang , ada yg bisa saya bantu?” tanya seorang resepsionis “Selamat siang ,  saya ingin melamar kerja di perusahaan ini” “Ah maaf, untuk kali ini kami belum ada lowongan kerja yg kosong” “Ah begitu , baiklah terima kasih” ucap ku dengan lesu lalu keluar dari perusahan itu lalu pergi ke perusahaan lainnya  “Semangat noah , baru satu perusahaan kok” ucap ku menyemangati diriku sendiri 15 menit kemudian aku telah sampai ke perusahaan yang lain. Perusahaan kineth . sesampainya di sana , aku kembali menanyakan tentang lowongan kerja.  “Maaf , pekerja kami masih cukup”  “Ah begitu , terima kasih” ucap ku sedih lalu pergi ke perusahaan selanjutnya Aku pun pergi lg ke perusahaan lain nya. Sdh hampir setengah perusahaan di negara ini aku masuki , namun sepertinya semua perusahaan masih tidak ada lowongan kosong untuk ku.Aku pun kembali pulang ke rumah. “Kamu udah pulang” ucap mama saat aku baru saja membuka pintu rumah “Hmm” “bagaimana dengan lamaran pekerjaan mu? Apakah diterima?”  “Tidak ada yg menerima ma” “Loh?! Emgnya knp?” “Semuanya msh blm ada lowongan kosong ma. Aku istirahat dulu ya” ucap ku berusaha untuk pergi agar tidak ditanya lg oleh mama “Ah baiklah” Sesampainya di kamar , aku segera masuk dan kembali untuk tidur. Noah pov end  Malam harinya , noah yg msh berada di kamar akhirnya di panggil keluar oleh adiknya “KAKKKK , di suruh mama makan” teriak kiel  Namun , tidak terdengar suara jawaban seseorang dari dlm. Kiel yg mengira kakaknya msh tdr hanya pergi dan turun ke ruang makan.  “Kakak mana?” tanya maria kepada anak bungsunya  “Msh tdr kayaknya ma , tadi aku panggil gak ada jawaban sama sekali” “Padahal dia udah tidur hampir 3 jam loh , aneh” ucap maria lalu mencoba untuk naik ke atas  Maria pov  Tidak seperti biasanya ia akan terlelap tidur seperti ini. Aku pun pergi ke kamar noah untuk membangun kan nya.  “Noah , ini mama sayang. Mama masuk ya” ucap ku lalu masuk ke dlm kamar noah  “Hmm ma , aku msh ngantuk” ucap noah lalu membalikkan badannya membelakangi ku “Kamu knp sayang?” ucap ku yg sdh duduk di pinggir tempat tidur noah  “Gpp ma , aku hanya ngantuk , sdh lah mama keluar aj , jgn ganggu aku” ucap noah lalu menutup kepalanya dengan selimut  “Ya udah mama keluar dulu ya” ucap ku lalu berjalan keluar dr kamar noah dan kembali ke ruang makan Maria pov end  Kiel yg melihat mama nya turun tanda kakaknya hanya tersenyum “Sudah ku bilang kan mah , kalau kayak msh tdr” ucap kiel sambil mengambil sayur yg berada di meja makan  “Loh noah knp?” tanya ben yg baru saja pulang dr kantor “Entahlah , mungkin ia sedih karena blm mendapatkan pekerjaan” ucap maria lalu mengambil piring untuk suaminya itu  “Ah begitu”  Kemudian ,mereka bertiga pun makan tanpa noah , setelah selesai makan , maria pun mengambilkan beberapa porsi makanan untuk noah. “Kamu mau ke mana?” tanya ben yg melihat maria dengan nampan nasi yg berisikan sayur  dan juga beberapa lauk  “Untuk anak kita lah sayang , emg untuk siapa lg” ucap maria lalu segera naik dan pergi menuju kamar noah  Ben pun segera merebut nampan. “Biar aku yg bawakan”  Ben pov  Aku tau mengapa anak itu sedih sampai tidak mau makan , waktu pertama kali aku juga mengalami hal yg sama.  Tok tok tok  “ noah , papa masuk ya” ucap ku lalu masuk ke dlm kamar noah  “Nih , papa bawain makanan” Tidak ada jawaban dari noah  “Papa taruh di meja ya” Dan tetap msh tdk ada jawaban dari noah. Aku pun mencoba untuk ke atas tempat tidurnya lalu  menarik selimutnya itu.  “Pa , tolong keluar lah. Ku mohon” pinta noah lalu kembali menarik selimut yang ku tarik td “Kamu ini , baru juga ditolak beberapa perusahaan masa udah nyerah” “Aku gak nyerah pa , aku cuman sedikit lelah hari ini” “Sedikit lelah , knp harus sampai tidak makan mlm?” Noah kembali tidak menjawab “Ayolah , kamu makan dulu” ucapku sambil menarik tubuh noah  Noah pun akhirnya bangun , lalu duduk di pinggir tempat tidurnya.  Aku pun mengambil nampan tadi , lalu memberikannya ke depan noah  “Makan lah , mama udah siapin ini susah-susah lo buat kamu” Noah hanya mengangguk , lalu mulai memakan makanannya itu. 15 menit kemudian , akhirnya noah menyelesaikan makanan-nya itu.  “Terima kasih pa , sdh membawakannya” ucap noah lalu membereskan piring nya itu.  Noah yg ingin berdiri dan pergi , namun aku menahannya. “Kamu tunggu disini dulu , oke” “Knp lg pa?” “Papa mau ngomong sama kamu”  “Papa mau ngomong apa?”ucap noah lalu kembali duduk di pinggir tempat tidur  “Papa tau , kamu tadi pagi mencari kerja kan”  Noah hanya mengangguk  “Kamu baru saja mulai kehidupan yg asli dari dunia ini dan jika kamu sudah menyerah berarti kamu sudah gagal menghadapi kerasnya dunia ini” “Dulu , papa juga sama seperti mu. Malah lebih parah” “Benarkah” ucap noah langsung menatap ku  “Tentu saja . sebelum papa bekerja di corporindo , papa juga melamar kerja di beberapa perusahaan dan apakah kamu tau , semuanya langsung menolak papa. Walaupun di perusahaan mereka terdapat lowongan kerja” “Lalu , bagaimana caranya papa menanganinya?” “Papa cuman berusaha kembali dengan cara mencari lagi beberapa perusahaan tanpa menyerah” Noah hanya mengangguk-angguk saja. Akupun menepuk bahunya pelan.  “Kamu pasti bisa noah , papa percaya , asalkan kamu jgn menyerah oke” ucap ku lalu mengambil nampan piring yg berada di tangan noah . lalu aku pun keluar dari kamar noah  Ben pov end  Noah pov  Setelah papa pergi , aku pun mencoba memikirkan ulang perkataan papa. Keesokan harinya , aku pun kembali bangun lebih pagi dan bersiap-siap untuk kembali mencari kerja.  Satu , dua kemudian tiga perusahaan sdh ku datangi. Namun semuanya masih saja tidak ada lowongan kerja yang kosong. “Huh apakah bulan ini semuanya msh penuh” ucap ku yg berada di dlm mobil , lalu kembali pulang ke rumah ku “Selamat datang sayang” sambut mama ku sambil memeluk ku “Mama knp?” ucap ku yg merasa aneh dengan perlakuan mama  “Gpp kok , oh ya coba kamu ke perusahaan papa deh” “Emg nya knp?” “Sudah kamu coba kesana aj oke” ucap mama sambil mendorong ku kembali keluar dari rumah  Aku pun kembali masuk ke dlm mobil ku lalu pergi ke perusahaan papa sesuai dengan perintah mama. Sesampainya disana aku segera masuk ke dlm.  “Maaf ada keperluan apa anda disini?” tanya resepsionisnya itu  “Saya hanya ingin bertemu dengan ayah saya” “Siapa namanya?” “Benjamin carter” “Tunggu sebentar” Resepsionisnya itu pun mengambil telepon lalu menelpon seseorang.  “Silahkan ikuti saya”  Aku hanya mengangguk lalu mengikuti resepsionis itu dari belakang dan sampai lah kami di sebuah ruangan.  “Silahkan langsung masuk saja , pak carter ad di dlm”  Aku hanya mengangguk lalu masuk ke dlm ruang kerja papa.  “Halo pa” “Halo nak , nah kebetulan sekali kamu sudah sampai. Sini ikut papa” ucap papa sambil menarik tangan ku  “Kita mau kemana pa?”  “Udh ikut aj oke”  Noah pov end  Ben pov  Flashback on “Huft apakah tidak ada satu org pun yg bisa menangani ini?” “Maksud mu?” “Astaga padahal kita tinggal setengah jalan merancang ini , tp knp gk berhasil juga” Jujur aku juga sudah mulai bingung , mengapa senjata ini sama sekali tidak bekerja. Sdh hampir 3 bulan kami mencoba untuk  menyalakan senjata ini , namun semuanya tidak berjalan dengan lancar. “Oh ya ku dengar anak mu lulusan teknik nuklir “ “Ah iya benar , memangnya knp?” “Bagaimana kalau kamu suruh dia untuk mencoba memperbaiki alat ini?” “Hmm , baiklah mungkin aku coba besok untuk memanggilnya”   Flashback off  “Nah papa ad pekerjaan untuk kamu , kalau kamu bisa menyelesaikannya kamu bisa masuk ke perusahaan ini” tantang ku  Noah pun mengangguk lalu melihat sebuah senjata yg ku buat bersama tim ku lalu mulai mencoba untuk memperbaiki alat itu.  30 menit sdh noah mencoba untuk memperbaiki alat itu , namun sepertinya belum ada perubahan.  “Bagaimana? Apakah kamu bisa” tanya ku yg mulai meragukan kemampuan anak ku itu  “selesai “ucapnya lalu memberikannya kepada ku  Aku yg sedikit bingung , karena yang kulihat ia seperti hanya membongkarnya dan merakitnya kembali. Aku pun mencoba untuk mencoba senjata nya itu di ruang praktek dan ternyata itu semua berhasil. “Wooow , ini semua berhasil” teriak semua tim ku  “Kamu berhasil nak dan selamat kamu di terima kerja di sini” ucap direktur kepada anak ku itu  Ben pov end  Noah pov    “Wooow , ini semua berhasil” teriak semua orang setelah melihat senjata yang ku perbaiki td.  “Kamu berhasil nak dan selamat kamu di terima kerja di sini” ucap direktur kepada ku  Entah mengapa , hanya dengan kata-kata itu , aku merasa jika hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku.  “Terima kasih pak” ucapku sambil menundukkan kepala ku  Setelah nya , aku pun segera kembali pulang ke rumah.  “Bagaimana?” tanya mama saat aku baru saja sampai di rumah  “AKU BERHASILLLLL” teriak ku lalu memeluk mama “Benarkah , selamat sayang” ucap mama sambil membalas pelukan ku  “Kapan kamu akan bekerja?” tanya mama setelah melepaskan pelukan ku “Mungkin minggu depan ma , mereka bilang kalau akan menghubungi ku” Mama hanya mengangguk mendengar jawaban dari ku  “Kalau gitu aku ke atas dulu ya” ucap ku lalu berjalan menuju kamar ku  “SETENGAH JAM LAGI TURUN UNTUK MAKAN MALAM YA “ teriak mama dari bawah  "IYA MA"ucap ku sebelum menutup pintu kamar  Noah pov end  30 menit pun berlalu , namun sampai saat ini , ia masih juga blm pergi ke ke ruang makan sesuai dengan perintah ibunya td.  “Kakak blm bgn lg?” tanya kiel yg sdh sangat lapar  “Tunggu sebentar lg oke”  Kiel yg tidak sabar langsung mengambil piring lalu mengisinya dengan lauk dan sayur yg berada di atas meja makan  “Astaga kiel , kan udh mama suruh tunggu sebentar” ucap maria kemudian menarik piring yg dipegang oleh kiel  “Ya ma , oh ayolah. Aku udah laper bgt nih” ucap kiel yg mulai rebutan dengan piring dengan maria  “Astaga , mama. Kiel. kalian ngapain rebutan piring kayak gitu?” ucap noah yg sdh di raung makan dan msh dlm keadaan mengantuk  “Kakak sih lama turun nya , aku jadinya kan rebutan piring sama mama” ucap kiel yg akhirnya berhasil merebut kembali piring yg di pegang maria  “Kamu baru bgn , semua nya sudah menunggu kamu disini , ayuk makan” ucap maria lalu mengambil piring dan mulai mengambil beberapa lauk  “Papa mana?” tanya noah yg tidak melihat ayahnya itu di ruang makan  “Papa katanya lembur , jadi kita duluan makan “  Noah hanya mengangguk mendengar jawaban dari ibunya itu lalu mulai memakan makan malamnya itu.  “Oh ya , td papa juga bilang kalau kamu kerja nya mulai besok. Jadi kamu besok sudah boleh masuk kerja” “Oke” “Kerja yg benar ya , jgn kecewain papa kamu” “Iya ma , tenang aj” Setelah selesai makan , noah pun segera naik  ke kamarnya dan bersiap-siap esok hari yg sangat penting baginya.  Noah pov  Pagi hari ini , aku sudah siap-siap untuk berangkat ke kantor. Setelah siap aku pun segera turun ke ruang makan. “Selamat pagi ma” ucap ku dan langsung duduk di kursi  “Selamat pagi sayang , ayo cepat makan sarapannya , nanti kamu terlambat kerja lg” Aku hanya mengangguk lalu mulai memakan sarapan ku. Setelah selesai , aku pun segera masuk ke dalam mobil dan segera berangkat menuju kantor corporindo. Sesampainya disana , aku langsung ke tempat resepsionis untuk mengambil kartu identitas ku.  “Permisi , aku ingin mengambil kartu identitas”  “Atas nama siapa?”  “Noah carter”  “Ah tunggu sebentar” “Ini pak” ucap resepsionis itu sambil memberikannya kepada ku “Terima kasih” ucap ku sambil menerimanya lalu segera masuk ke ruang kerja ku. Baru saja aku ingin masuk ke dlm lift , tiba-tiba saja seseorang memanggil ku. “Noah” Aku pun segera menengok ke arah belakang dan melihat siapa yg memanggil ku “Ah pa “ “Knp td pagi tidak berangkat bareng?” “Papa kelamaan sih , jd aku tinggal”  “Hmm gitu , apa kamu udah tau dmn ruangan mu?” “Blm , ini aku tadinya mau ke ruangan papa dulu” “Ya udh , papa anterin skrg” Aku pun mengangguk , lalu kami pun masuk ke dlm lift. Setelah sampai di lantai tujuan , kami pun segera keluar.  “Nah ini ruangan mu”  “Ap semua orang disini memiliki ruangan masing-masing?” tanya ku saat melihat ruang kerja ku sendiri yang menurutku ini sangat besar “Hmm , iya. Memangnya knp?” “Hmm bukan itu , maksud ku bukannya ruangannya cuman di sekat sama papan gitu doang?” “Di perusahaan ini , kami semua memiliki ruangan masing-masing kecuali karyawan biasa” “Loh? Bukannya aku karyawan biasa?” “Yg benar saja sayang , kamu itu bukan karyawan biasa. Kamu itu karyawan yg akan kerja di tim papa” “Maksudnya , aku bakalan langsung kerja di bagian perakitan senjata?” “Tentu saja noah , kemarin bukankah kamu sudah menunjukkan kemampuan mu kalau kamu dapat merakit senjata itu” ucap papa sambil menunjuk ke senjata yg kemarin ke perbaiki Aku hanya diam dan melihat ke senjata itu.  “Kalau gitu papa pergi dulu ya , semangat bekerja noah” ucap papa lalu keluar dari ruangan ku  Aku hanya mengangguk , lalu msh melihat beberapa detail ruangan ku. Tok tok tok  “Selamat datang noah dan selamat bergabung dengan perusahaan kami” ucap pak direktur  “Terima kasih pak” “Saya harap kamu dapat memberikan beberapa inovasi yang hebat untuk kedepannya” “Itu pasti pak” ucapku sambil menundukkan kepala  “Kalau begitu saya permisi dulu dan selamat bekerja” ucap pak direktur kemudian keluar dari ruangan ku Setelah pak direktur pergi , aku pun pergi ke tempat duduk ku dan mulai menyalakan komputer untuk memulai pekerjaan hari ini  Noah pov end Akhirnya , mulai hari ini noah dan juga ayah nya akan bekerja di perusahaan yang sama. Hari ini karena ini adalah hari pertama nya , ia hanya diberikan beberapa pekerjaan mudah. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12 , noah pun keluar dari ruangannya dan segera pergi ke kantin. Sesampainya di kantin , noah pun memesan beberapa untuk makan siangnya. “Saya pesan 1 mangkok nasi kebuli dan minumannya teh hangat” “Baik , tunggu sebentar” Saat noah sedang menunggu makanannya datang , ad beberapa orang yg melihatnya dan berbisik tentang dirinya. Noah pov “Ih lihat deh tuh , masuk ke perusahaan ini cuman gara-gara ayahnya doang” “Tau tuh , udah gitu dapet jabatan yg cukup tinggi lg. Gw udh hampi 8 tahun di perusahaan ini msh aj cuman karyawan biasa” “Memang enak ya kata orang-orang , kalau sudah ada koneksi , apalagi koneksinya jabatannya tinggi. Tinggal ikut doang deh” Beberapa orang mulai membicarakanku , baru juga hari pertama kerja , namun sdh beberapa orang yg tidak suka dengan ku. Namun aku tidak terlalu memperdulikannya. Aku pun segera mengambil makanan ku. “Terima kasih bu” Ibu pemilik toko kanti ini hanya tersenyum mengangguk , aku pun berjalan ke ke tempat duduk dan mulai memakan makanan ku itu. “Heh anak baru” ucap seseorang dari belakang  “Aku?” tanyaku sambil membalikkan tubuh ku lalu menunjuk ke diriku sendiri  “Iya kau , siapa lagi anak baru di perusahaan ini” Aku hanya diam dan kembali memakan makanan ku. Sedangkan orang itu malah duduk di depan ku “Hei aku msh ngomong denganmu” “Silahkan” ucapku sambil memakan makanan ku  “Cih , dsr kau. Anak baru aj sombong sekali” Aku hanya diam tanpa menjawab ocehan itu.  “Baiklah , aku kesini hanya ingin melihat bawahan ku saja , namaku jerry brandy dan aku disini sebagai manajer” Aku hanya mengangguk. “Nama ku noah carter dan aku disini sebagai teknisi perakitan senjata” ucapku lalu segera berdiri dan pergi dari tempat itu  Noah pov end  “Cih dsr anak baru , sombong sekali. Kita lihat saja , sampai kapan kau bisa bertahan di tempat ini” ucap jerry lalu pergi dari kantin itu. Sedangkan noah , skrg sdh kembali berada di ruangannya dna melanjutkan beberapa pekerjaan yang blm selesai.  Tok tok tok  “Hai nak , bagaimana pekerjaanmu?” tanya ben yg sdh berada di depan pintu ruang kerja anaknya itu “Baik pa , bagaimana dengan projek senjata papa?” “Bagus dan berkat kamu , projek papa dan teman-teman papa langsung di terima oleh pemerintah” ucap ben lalu duduk di sofa yg berada di ruangan noah  “Benarkah?” tanya noah yg langsung berdiri dari kursi nya itu  “Tentu saja. Kalau begitu papa kembali dulu” ucap ben lalu berdiri dan berjalan keluar dari ruangan noah  “Semangat pa kerjanya” ucapku sebelum papa keluar dr ruangan ku “Kamu juga semangat ya nak” ucap ben , lalu menutup pintu ruangan itu.  Ben pov  Setelah keluar dr ruangan noah , aku pun segera kembali ke ruang kerja ku.  Tok tok tok  “Apakah anakmu kerja dengan nyaman di perusahaan ini?” ucap pak direktur sdh berada di depan pintu ruang kerja ku  “Ah , tentu saja ia nyaman tuan”  “Hmm begitu rupanya , baiklah kalau begitu apakah tim mu sdh siap?” “Maksudnya?” “Ah , begini. Karena anak itu kemarin berhasil menyempurnakan projek senjata yg kemarin kalian buat , pemerintah kemudian meminta kita kembali untuk membuat sebuah senjata terbaru lg. Namun kali ini harus menggunakan bahan nuklir. Dengan ini aku akan minta kalau noah akan menjadi kepala di projek ini , apakah kau mengizinkannya?” Mendengar rencana tersebut , aku langsung menganggukan kepala ku tanda setuju “Tentu saja pak. Tentu saja saya mengijinkannya pak”ucap ku dengan semangat  “Baiklah , kalau begitu mulai besok saya akan memberitahukannya kepada noah dan mulai besok persiapkan semua rim mu dan mulai bekerja sama dengan noah” ucap pak direktur lalu berjalan keluar dari ruangan ku Setelahnya , aku pun kembali bekerja. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 mlm dan itu waktunya aku untuk kembali ke rumah. Aku pun mulai membereskan beberapa barang ku dan juga mematikan komputer , sebelum aku pulang ke rumah. Sesudahnya , aku pun segera kembali ke rumah.  “PAPA PULANG” teriak ku saat aku membuka pintu rumah ku  “LANGSUNG KE RUANG MAKAN PA” teriak maria dari ruang makan  Setelah mendengar teriakan itu , aku pun segera pergi menuju ruang makan  Ben pov end  Sesampainya ben di ruang makan , ia pun segera duduk di kursi makan itu. Setelahnya , maria pun segera mengambilkan ben piring , lalu mengambilkan nasi juga beberapa lauk dan sayur. “Bagaimana dengan hari pertamamu kerja nak?” tanya maria ke anak pertamanya iut  “Ya begitu lah mah , masih biasa saja menurutku” “Benarkah” Noah hanya menganggukkan kepalanya “ semua yg aku kerjakan hanya mengecek produksi senjata “ Mendengar itu , maria pun sedikit lega , karena sebelumnya , saat noah msh berada di australia untuk kerja part time , ia akan selalu mengeluh tentang pekerjaannya , walaupun itu adalah hari pertamanya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD