Ana Uhibbuka Fillah

1019 Words

Pembelajaran hidup melihat apa yang terjadi pada orang lain adalah hal berharga yang tidak dilupakan. Itu juga yang dimaknai oma dan opa hingga begitu fokus dengan ibadah. Benar-benar khusyuk. Dari usai sarapan pagi, mereka terus di masjid. Baru usai zuhur keluar. Itu pun untuk makan siang. Usai makan ya balik lagi ke masjidil Haram. Benar-benar fokus untuk beribadah. Kecuali yang punya anak kecil, yang harus kembali ke hotel ketika ada yang rewel. Ada yang takut sama penjaga masjid juga. Mungkin karena badannya tegap bin tinggi ya. Dengan raut wajah yang tegas dianggap sangar. Hahahaa. Padahal ramah kok. "Masih syukur diingetin kayak tadi. Coba kalo gak diingetin? Takutnya gak memperbaiki diri. Makin banyak orang yang sakit hati sama kata-katanya." Adel dan Adeeva samar-samar mendengar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD