Gua Tsur

1323 Words

"Aku juga mencintaimu." Ciyeeee. Yang sudah lama jarang bilang cinta. Hahaha. Manis ya walau mereka sudah sama-sama tua. Seiring bertambahnya usia juga seakan baru menyadari sih betapa keromantisan itu penting. Karena saat masih sama-sama muda dulu, mereka terlalu sibuk bekerja untuk membangun masa depan. Setelah puluhan tahun beristirahat baru menyadari betapa pentingnya romantisme dalam rumah tangga. Malamnya ya tidur. Besok paginya mereka berangkat untuk ziarah ke Jabal Tsur atau gua Tsur. Sempat sarapan dulu di tempat biasa. Tak tampak perempuan yang bermulut kasar itu. Ya karena banyak ibu yang bertanya tentang keberadaannya. "Oh kemarin pulang duluan, tante." Begitu jawaban dari salah satu keluarganya. Ya malu juga dengan kejadian itu. Tapi mereka juga tak bisa berbuat apa-apa.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD