"Menyerah lah....." Telepon itu benar-benar tak diangkat oleh atasannya. Wajar lah. Wong atasannya juga sedang ditodong dengan pistol kok. Mana bisa menyelamatkannya? "Bos kamu itu akan segera masuk penjara." Sayangnya, mereka tak bisa menemukan rumah ayahnya Ragha itu di sini. Beberapa orang memang ditugaskan untuk mencari alamatnya. Tapi benar-benar fiktif. Sepertinya, sengaja dipalsukan juga. Karena alamat yang dituju itu ternyata kuburan. Itu kehororan yang hakiki sekali. Suasana masih berlangsung tegang di lantai 2 ini. Beberapa memang sudah bersimbah darah. Mau menolong pun rasanya sulit. Karena banuak pistol yang juga terarah pada dirinya. Adhi sengaja berbicara untuk mengancam sebagai kode yang ia sepakati bersama setiap kapten tim yang terhubung. Namun sepertinya si pimpina

