Sementara itu, situasi tegang masih menyelimuti rumah ayahnya Ragha. Bukan kah Ragha naik ke lantai dua? Iya. Tapi ia berjalan pelan. Banyak penjaga di lantai atas. Begitu ia muncul di tangga pertengahan, sambil menunduk, ia mengulurkan pistol panjangnya. Pistol yang kalau mengeluarkan tembakan tak akan bersuara. Teredam dengan sempurna. Ia langsung menembaki para target yang sedang berjaga di depan sebuah ruangan. Ia tahu itu ruang kerja ayahnya. Maka begitu mereka agak lengah, ia mengambil kesempatan itu. Dor! Suara itu tak akan terdengar. Hanya pertanda terjadi penembakan. Keduanya langsung ambruk karena Ragha sengaja menembak langsung ke arah jantung. Akan bahaya kalau tak langsung mati. Kenapa? Karena jumlah mereka cukup banyak. Sementara anak buah ayahnya disandera. Ia berjalan

