Momen Yang Tepat

2825 Words

Rumah itu kosong. Benar-benar tak ada orang. "Kalau beberapa bulan lalu memang ada, Mas. Tapi kalau sekarang-sekarang ini yo sepi." Ia menghembuskan nafas. Mau tak mau ya berpamitan. Ayah Ragha hanya punya satu kantor dan sepuluh ruko serta satu rumah tinggal di sini. Di ruko-ruko itu pun tak ada yang mencurigakan. Karena sepertinya memang hanya disewakan. Rumah tinggalnya kosong. Kantor juga tak ada yang aneh. Maka akhirnya, mereka segera melanjutkan perjalanan ke Jogja yang tak begitu jauh. Kurang dari satu jam, sudah sampai di sana. "Mau makan dulu?" "Aku mau pesan di hotel saja." Fiandra sudah lelah. Tadi bergantian lagi dengan Adhi dalam urusan menyetir. Makanya Adhi yang menyetir dari Solo ke Jogja. Adhi mengangguk. Ia biarkan Fiandra berjalan menuju lift. Gadis itu pasti lelah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD