Urusan Sena beres. Tak perlu ada dendam. Wirdan hanya cukup tahu siapa-siapa saja yang menjadi musuh almarhum kakeknya. Biar menghindar dan jangan sampai bermasalah. Begitu saja. Tak perlu ada dendam. Ya kan? Opa pun turut lega. Karena memang merasa berhutang dengan Sena. Makanya, ia memerintahkan Farrel untuk tak menyerah apapun yang terjadi. Meski memakan waktu, toh selesai juga kan urusan mereka? Mereka juga bisa sama-sama tenang. Selanjutnya yang menjadi fokus memang Ragha. "Sudah ada kabar dari Ferril?" "Barusan telepon. Katanya kyainya sedang di luar Bandung. Mau disusul karena takutnya kelamaan. Aku juga suruh susul saja biar cepat selesai." Istrinya mengangguk-angguk. Ia turut senang mendengarnya. "Rasanya lega sekali." Ya satu per satu setidaknya punya kejelasan. Untuk

