Kolase-kolase mimpi buruk tersebut kembali tandang tanpa diundang. Hal tersebut datang tak ubahnya parasit yang tidak bisa dicegah. Kala bayangan pilu tersebut mengeroyok ingatan, Sanjaya tidak sama sekali bisa menolaknya. Napas Sanjaya terengah setelah terbangun dari tidur singkatnya. Peluhnya membasahi wajah juga badannya. Ia bersumpah tak ingin lagi mimpi itu hadir. Sanjaya gegas bangun dari perebahan. Ditengoknya Gendis yang masih mendengkur halus. Perlahan Sanjaya menghampiri wanita itu. Gendis tidur di atas batu dengan selimut hangat di tubuhnya. Bukan hal sulit bagi Sanjaya untuk mendapatkan barang manusia, mengingat dirinya merupakan bagian dari manusia, meski hanya setengahnya. Sanjaya membenci mengatakannya, tapi ya... dia tak bisa menyembunyikan dari mana selimut itu ia dap

