Awalnya Sanjaya ingin menyangkal. Namun kemarin, saat dia melihat luka di bahu Gendis, menyadarkannya bahwa gadis itu adalah gadis kecil yang pernah dia tolong. Seberapa kuat pun dia menyangkal buktinya begitu kuat, membuat lelaki itu semakin di ldera kegamangan. Lalu ketika ia kembali didapatnya ketidakberadaan Gendis. Sepertinya ultimatum dia pagi tadi tak berarti apa-apa untuk gadis itu. Dan kemudian selang beberapa saat cahaya putih membias kuat di wajahnya. Sanjaya menutup mata dan tak lama dua sosok keluar dari cahaya itu. Gendala dan Gendis. Baik Gendala dan Sanjaya sama-sama bergeming ketika melihat wajah mereka masing-masing. Entah apa penyebabnya, suasana berubah menjadi mencekam. “Aku baru mengunjungi rumahku.” Seharusnya Gendis tidak perlu menjelaskan mengenai apa yang dia

