Pulang

1048 Words

Sanjaya tidak sama sekali membatasi pergerakan Gendis meski tahu gadis itu sudah pernah melarikan diri. Seperti saat ini, dirinya meninggalkan Gendis seorang diri dan hanya meninggalkan satu pesan. “Tunggu aku, akan kujelaskan dengan detail caramu bisa keluar dari sini.” Lalu Gendis mengangguk seperti orang bodoh. “Bagaimana? Bisa?” Gendis berada di mode asa harap di depan lelaki yang sedang menghabiskan cerutunya. Bau cerutu lebih mengganggu dari sebatang rokok. Bukan Sanjaya, tapi Gendala yang sedang menyenderkan tubuhnya di batang pohon beringin. Semenjak kepergian Sanjaya, Gendala selalu datang untuk mencari Sanjaya tapi selalu tak ada momen yang sama untuk mereka bertemu. Jadi yang ada hanya Gendis lalu mereka berbincang sejenak. Satu ide melintas di pikiran Gendis. Ya, seperti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD