Otaknya tak pernah berhenti untuk berperang. Beberapa kali Gendis mencoba meraba dirinya sendiri akan langkah yang seharusnya dia ambil. Jika dianalogikan dirinya seperti sebuah pelepah pisang yang terombang-ambing di lautan lepas. Dia ingin melangkah, tapi tak tahu bagaimana caranya. Tapi di saat bersamaan dia ingin ada yang menuntutnya, dan itu seharusnya sudah Gendis miliki. Masalahnya hanya satu, Sanjaya tak pernah memberi afirmasi apa pun pada gadis itu. Gelayut kebingungan semakin mengental saat dengan jelas Sanjaya memberikan mandat pada Nyimas untuk menjaganya. Terngiang ucapan Gendala akan dirinya yang harus berhati-hati pada Sanjaya. Tapi di saat bersamaan Sanjaya tampak memerhatikannya dengan menghadirkan Nyimas. Oh terima kasih. Gendis sungguh berterima kasih. Tapi dia

