wanita aneh
ELIZA, wanita yang saat itu sedang bekerja di kota M, dia bekerja paruh waktu.
ELIZA memilih tinggal agak dekat dengan tempat ia bekerja, setelah beberapa kali di lecehkan oleh seorang lelaki yang dulu pernah menjadi kekasihnya,
Derry ,lelaki b***t yang hanya menginginkan Eliza sebagai pemuas nafsunya.
itulah mengapa Eliza ingin mencari tempat yang agak jauh dari tempat tinggal lamanya, setelah ayah ibunya tidak ada lagi, dia bahkan hanya memiliki baju di badan dan beberapa uang receh, untung saja saat itu dia masih memiliki seorang paman yang sangat menyayangi dirinya, jadi dia masih memiliki tempat untuk tinggal,.
momen itu tidak berlangsung lama, karena pamannya juga meninggalkan Eliza karena sakit keras.
dia hanya bisa mengisi kepergian pamannya yang sangat baik itu, " ayah, ibu paman, Eliza berjanji akan hidup dengan baik, tolong kalian yang di surga bantu menjaga aku yang sendirian di tempat ini" kata Eliza yang menangis di pusara orang tua dan pamannya,
saat akan meninggalkan pusara itu, tiba-tiba saja,seorang wanita yang entah dari mana datang padanya, " Eliza, kematian keluargamu bukanlah takdir! tetapi itu semua karena dirimu! kamu adalah wanita aneh,anak pembawa sial" kata wanita itu sambil berlalu meninggalkan Eliza.
"mana mungkin? hey wanita tua, aku bahkan baru saja berjanji pada mereka untuk hidup lebih baik, aku akan membuktikannya, kamu tidak bisa asal menuduh" kata Eliza kepada wanita yang hampir hilang dari pandangan mata, Eliza mendengar kata-kata wanita tua tadi, dia memang sedikit merasakan sakit di hatinya, mengapa tidak ,kata orang-orang di dekat tempat tinggalnya, ibu Eliza meninggal setelah beberapa bulan melahirkan Eliza, saat Eliza berumur 18 tahun ayahnya juga meninggal karena kecelakaan saat ingin mengantar Eliza kesekolah.
saat itu Eliza tinggal seorang diri, namun karena masih memiliki paman, maka dia tinggal bersama pamannya, pamannya seorang duda yang tak memiliki anak, itulah mengapa dia sangat sayang pada Eliza.
tetapi tuhan mang sangat tidak adil, si usianya yang baru memasuki 22 tahun , pamannya meninggal karena serangan jantung tiba-tiba, di sana dia sangat merasakan kehilangan , tetapi tak pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya, bagi Eliza, bunuh diri adalah hal yang sangat tidak untuk di lakukan.