bc

CINTA DI KAMPUNG MAFIA

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
HE
badboy
brave
blue collar
drama
bxg
campus
small town
love at the first sight
like
intro-logo
Blurb

Nasib yang begitu buruk dirasakan BACOL lelaki muda yang harus rela hidup menggelandang dan putus sekolah karena di usir dari rumahnya sendiri. Ayah yang begitu menyayanginya terhasut bujuk rayu Iblis berwajah cantik yaitu Ibu tirinya. BACOL yang menggelandang menemukan tempat yang aman baginya bersembunyi dan berencana berniat balas dendam atas tindakan Ibu tirinya.

Bagaimanakah kelanjutan kisah BACOL ?

Ikuti terus dan baca hanya disini ya !!

Jangan lupa tambahkan ke daftar pustaka, agar tau updatenya.

chap-preview
Free preview
DI TENDANG DARI RUMAH
Malam gelap dan suara bising kendaraan lalu lalang khas ibukota. Terlihat seorang pemuda dengan wajah kesalnya menendang-nendang kerikil jalan. "Biadab! Tunggu saja kau, akan ku balas" Makinya dalam hati. 'Kunting' sang Ibu tiri berhasil menghasut Ayahnya 'Genter' dan memfitnahnya. Fitnah yang membuat dirinya saat ini harus rela menggelandang di jalanan ibukota, bercampur baur dengan debu dan asap kendaraan. Orang-orang yang melihatnya saat berpapasan merasa ngeri, wajah yang tadinya tampan kini terlihat sangat kucal dan tak sedap dipandang. "Mama..Kakak itu kenapa?" Seorang anak kecil yang lewat bertanya kepada Ibunya sambil menunjuk ke arah Bacol yang kesal. "Huss...ayo cepat pergi!" Jawab wanita yang yerlihat seperti Ibunya. Bacol cuek saja dan melanjutkan langkahnya entah kemana. Ia tak tau jika Ibu sambungnya yang dulu terlihat sangat baik, kini berubah drastis. Tepatnya satu tahun ini semenjak Ayahnya mulai sakit-sakitan. Satu-satunya benda berharga yang dibawanya kini hanyalah sebuah Arloji bermerek Triplex. Bacol hentikan langkahnya saat melihat kios bertuliskan 'Masakan Padang Seger Waras', Ia merasa aneh dengan nama warung makan itu. Perduli setan batinnya, aku sangat lapar!. Bacol merogoh koceknya tapi hanya mendapati selembar uang bergambar pahlawan membawa golok. "Sial! Bagaimana caranya aku bisa makan" rutuk nya. Dimasukkannya kembali uang itu, lalu mencoba peruntungan. Barangkali Ia bisa mendapatkan makanan dengan menawarkan tenaga. Bacol berjalan mendekat saat melihat pelayan laki-laki membawakan makanan ke salah satu meja. "Permisi mas, saya mau bertanya?" Pelayan itu menoleh dan memandangi Bacol yang kumal seperti serbet lap makanan. Pikirnya Bacol adalah peminta-minta karena tampilannya. "Maaf, tidak ada receh. huss...pergi sana!" Usir pelayan itu. Tangan Bacol mengepal menahan emosi. Bisa-bisanya dirinya di anggap pengemis. rasanya Ia ingin menempeleng pelayan itu, tapi di urungkannya. Bacol menundukkan kepalanya dan meminta maaf kemudian pergi meninggalkan rumah makan itu. "Brukk". "Aw!" suara wanita mengaduh. "Hei, pengemis sialan! Kalau jalan pakai matamu!" hardik lelaki disebelahnya. "Sayang, kau tidak apa-apa?" tanya pria itu khawatir. "Bahu ku sakit, sayang" ucap si wanita mengompori dengan wajah pura-pura kesakitan. "Be ge es te kau! cepat ganti rugi...jika tidak kau ku hajar" pria gondrong dengan tato sapi nungging di lengannya itu mengancam sambil memegang kerah baju Bacol. Dasar ratu drama, siapa saja juga pasti bisa melihat jika tidak terjadi apa-apa. batin Bacol Bacol mencoba menyelesaikan baik-baik dan meminta maaf lebih dulu. "Maaf Bang, saya tidak sengaja!" klasik, sungguh alasan yang klasik. ucap Bacol dengan wajah kumal yabg memelas. Bisa gawat jika dirinya benar-benar dihajar. jika masuk rumah sakit nanti, mana mampu Ia membayar. Uangnya saja hanya tinggal gambar golok. "Maaf...maaf, enak saja kau bilang! Lihat pacarku kesakitan gara-gara kau!" ucap pria bertato itu tak terima sambil menunjuk-nunjuk muka Bacol. "Sayang, hajar saja dia! Bisa-bisa aku nanti mimpi buruk kalau kau tak menghajarnya" ucap Ping si wanita pesek dengan rambut berwarna rambut jagung. Ck, kampret! Enteng sekali mulutnya bicara. Awas kau, akan ku ingat-ingat muka kalian berdua. batin Bacol "Bugh!" pria bertato itu memukul perut Bacol, sebelah tangannya masih mencengkram baju Bacol. "Bugh!" sekali lagi pukulan itu mendarat. Pengunjung warung makan yang melihat keributan sejak tadi, tidak berani menolong. Karena Got si pria bertato itu adalah kepala geng Ular Python yang terkenal ganas. Hampir semua orang di daerah Kempitan pasti mengenalnya. Bacol tersungkur di trotoar karena ditarik dan didorong paksa oleh Got yang emosi. Bacol mengerang menahan perih di ulu hatinya "Kau! sekali lagi aku melihatmu, tamat riwayatmu" Ucap Got mengakhiri drama adu otot. Bacol yang kesakitan tak memperdulikannya, Ia sibuk menahan perih dan amarah. Ditempat lain, Ochi wanita muda berprestasi tapi tak pandai berpuisi, baru saja menyelesaikan pekerjaan lemburnya di sebuah Restaurant dan berjalan menuju lokernya untuk bersiap-siap pulang ke rumah. "Pluk..pluk" Ochi mengadu telapak tanganya satu sama lain lalu mengusap keringat di keningnya. "Ahh, akhirnya selesai! Semoga saja acara orang kaya tidak sesering ini" Monolog Ochi sembari mengganti baju kerjanya "Iya Chi, gila capek banget! Orang kaya emang beda kalau bikin acara" Ucap Ike rekan seprofesi Ochi menimpali. "Ya sudah, ayo buruan pulang. Biar bisa cepat istirahat" "Bentar Chi, mau nyantai dulu. Kamu duluan aja" "Ok, aku duluan ya Ke. bye" Dijawab lambaian tangan oleh Ike. Ochi buru-buru mengayunkan kakinya, bisa gawat jika telat sampai rumah. Bisa-bisa dapat omelan dari Ayahnya yang super galak, Karena Ochi lupa memberi kabar jika ada lembur dadakan hari ini. Biasanya jam kerja Ochi & Ike hanya sampai Jam lima sore. Kini Ochi sedang melajukan kendaraan roda dua miliknya yang berlogo sayap patah. Ochi yang merasakan lapar diperutnya berencana membeli nasi padang andalannya untuk dibawa pulang. "Ayah pasti belum makan, singgah ke nasi padang dulu, ahh" Ochi bermonolog sambil memelintir grip gas motornya. Setelah selap selip sana sini bak pembalap andal, akhirnya Ochi sampai juga ke tempat tujuan. Kemudian memarkirkan motornya. "Nah, ok tinggal pesan" monolog Ochi ketika memarkirkan motornya. Mata Ochi tak sengaja melihat Got dan Ping turun dari motor dengan ban cacing dan warna norak yang buat sakit mata. Tentu saja Ochi kenal dengan pria itu, karena Got adalah musuh bebuyutan Ayahnya sejak Bayi. Nah loh, Kok sejak bayi? hehe Ochi pura-pura saja tak melihat, bisa jadi masalah nanti kalau sampai beradu sapa dengannya. "Mas, pesan 2 porsi. Yang satu pakai telur Buaya dan satu rendang daging Onta" kata ochi memesan kepada pelayan. "Siap, Mbak Ochi. Kok tumben malam ? biasanya sore !" Ucap pelayan yang mengenali Ochi itu. tanganya lincah bergerak mengambil dan membungkus nasi pesanan Ochi. "Iya nih, tadi lembur" Ochi menjawab dengan tersenyum. Ochi lingak linguk penasaran, di seberang tempat Ia berdiri sepertinya ada keributan." Oh, ternyata Got dan Ping! mengacau saja" Ochi bergumam tak suka. "Mas, itu kenapa si Got ?" tanya Ochi pada pelayan yang baru selesai mengantar makanan di dekat keributan. "Itu tadi ada pengemis, tidak sengaja nyenggol Ping. Terus Got marah-marah minta ganti rugi" ucapnya menjelaskan sambil berbisik. Ochi manggut-manggut. "Mbak Ochi, ini pesanannya" pelayan yang tadi mengenali Ochi memberikan kantung berisi nasi padang. "Eh, pesan satu lagi dong. Pakai daging dinosaurus aja plus minumnya air kencing onta" ucap ochi sambil menerima bungkusan sebelumnya. "Siap ndan!" Ochi merasa kasihan saat mendengar kata pengemis dan berniat membelikan makanan untuknya. Berbagi tak membuatnya rugi. Batin ochi "Ampun Bang! Jangan pukul saya" "Banyak bicara kau!" "Bugh!" Tak lama kemudian orang yang di anggap pengemis itu tersungkur di trotoar, mengerang menahan sakit karena hantaman tangan Got. "Kau! sekali lagi aku melihatmu, tamat riwayatmu" suara ultimatum yang didengar Ochi dari mulut Got. Ochi tak tega tapi tidak juga mengambil tindakan, Khawatir akan menimbulkan perselisihan. Bahu Ochi terasa ada yang mencolek berulang-ulang. Ochi sedikit kaget, karena terlalu fokus memperhatikan Got dan Si pengemis. "Plak" pukulan ringan Ochi ke tangan si pelayan. "Aduh!" "Kok saya dipukul si Mbak Ochi?" Ucapnya protes. "Kamu sih, ngagetin aja !" Jawabnya ketus. "Lagian, Mbak Ochi dari tadi dipanggil gak noleh" Ucap pelayan itu sedikit kesal. "Nih, Jadi.. totalnya 45.000" Imbuhnya lagi sambil menyerahkan bungkusan berisi daging dinosaurus.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
640.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
40.9K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook