BAB 8

1190 Words
Cyrine berlari turun dari kamarnya. Aril yang melihatnya penasaran. Mau kemana sepupunya itu malam-malam gini. "Aku mau tempat Lucas." "Tu- tunggu Cyrine! Apa-apaan itu? Kamu mau ngapain disana hah?" "Nemenin Lucas! Dia butuh teman!" jawab Cyrine santai yang langsung berlari keluar. Aril menjerit kesal. Tapi akhirnya ia membiarkannya. Cyrine mampir ke Mini market. Ia mengambil beberapa roti dan buah. Setelah membayarnya, ia pun menunggu Taxi. Tapi tiba-tiba ia merasa sakit di bahunya seolah ada yang menusuknya menggunakan jarum dan sekarang kepalanya terasa sangat pusing. Brukk... ***** Lucas menunggu kedatangan Cyrine. Sudah satu jam ia menunggu perempuan itu, tapi sampai sekarang perempuan itu tak kunjung sampai. Apa Cyrine tersesat?? Apa Cyrine tidak jadi datang ke tempatnya?? Yah, pasti perempuan itu tidak jadi datang ke tempatnya. Aril pasti tidak akan mengizinkan adik perempuannya keluar semalam ini. Yah, pasti karena itu mangkanya Cyrine tidak jadi kesini. Lebih baik ia tak perlu berharap lebih. Cyrine tidak akan datang kesini. Nyut... Lucas menyentuh dadanya yang tiba-tiba terasa sakit. Apa ia berharap agar Cyrine datang ke tempatnya. Tapi, ketika tau Cyrine tak jadi datang kesini, perasaannya terluka? Lucas menghela napas. Kasian sekali nasibnya. Lucas segera berdiri dan menunggu di depan pintu ruang tamu apartemennya. Jika Cyrine tidak datang, perempuan itu akan memberikannya kabar. Cyrine pasti terlambat datang. Ia tak boleh langsung menuduh Cyrine seperti itu. Cyrine pasti terlambat. Tapi setelah 2 jam menunggu, Cyrine tetap tidak muncul. Dasar pembohong Tak lama handphonenya berdering. Lucas lalu buru-buru mengambilnya. Ada panggilan dari Aril. Lucas menjawabnya. "Hei Sialan!! Kalau lo berani macem-macem sama adek gue!! Gue pastiin gue bakal cincang lo!! Sebaiknya lo cepetan bawa pulang Cyrine sebelum gue beneran samperin ke apartemen lo!!" ancam Aril dari sebrang telfon dengan nada amarah. Lucas mengerutkan keningnya heran. Cyrine? Membawanya pulang. Perempuan itu sama sekali tidak datang ke tempatnya. "Cyrine," "Iya b******k!! Cepetan bawa adek gue pulang sini!! Awas aja kalo dia pulang ada kissmark di badannya. Gue kebiri lo!" "Cyrine nggak ada disini." "Udah deh Cas. Nggak usah bohong. Cepetan bawa dia pulang!!" "Gue dari tadi nungguin dia datang. Tapi dia ... Nggak dateng-dateng." "Sumpah becandaan lo nggak lucu!! Orang 3 jam yang lalu dia pamitan mau ke apartemen lo kok. Kalau segitu pinginnya nggak pisah sama adek gue, tanggung jawab sono!! Nikahin adek gue!" Lucas langsung mematikan telfonnya. Ia mengambil kunci mobilnya dan mulai mencari Cyrine, siapa tau perempuan itu tersesat. Tak lupa ia mengirimkan pesan untuk satpam di apartemennya untuk segera menghubunginya jika ada seorang perempuan mencarinya. Ia lalu menunjukan wajah Cyrine sebelun benar-benar pergi. ****** Cyrine membuka matanya perlahan. Gelap. Ia lalu merasakan sakit di pergelangan tangannya. Tak hanya disana. Pergelangan kakinya juga sakit. Cyrine merasakan tangan dan kakinya di ikat ketika ia berusaha bergerak dan tak bisa bergerak. Tak Cyrine menutup matanya guna menyesuaikan cahaya yang mulai masuk pada indra pengelihatannya. Melihat seseorang yang tak asing jantungnya berdebar keras. "Sweetheart, apa menurutmu ucapanku sebuah candaan untukmu?" Cyrine menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Ah ... Aku lupa." Srekk... Cyrine merasakan perih di wajahnya. Latbam yang menutup mulutnya di lepas kasar oleh laki-laki berhati dingin di depannya. Laki-laki itu menatapnya sangat tajam. Cyrine tak mungkin melupakan tatapan yang membuatnya merinding itu. Cyrine berusaha tenang dan menatap balas laki-laki di depannya. King akan semena-mena jika ia merasa takut. Tapi, jika ia menunjukan keberanian meski itu hanya secuil saja, King akan berbelas kasih. "Jadi, siapa kau ini?? Libra?? Atau King?" tanya Cyrine setelah mengumpulkan keberanian dirinya. "Menurutmu?? Siapa aku??" tanya Libra dengan memiringkan kepalanya. Laki-laki itu menyanggah kepalanya dengan lengannya dan menatap Cyrine seolah mengulitinya. "Satu orang yang sama! Disini kau Libra adik Darrell. Dan disana kau King. Psycopath gila Arc." jawab Cyrine. "Lepaskan aku!!" perintah Cyrine tegas. "Lepaskan? Sweetheart, aku pernah bilang padamu kan?? Kalau kau mau hidup kau harus hidup seolah kau mati! Jadi, apa yang dilakukan orang mati yang saat ini di depanku?? Belanja buah dan roti? Menari di club malam?? Ah, aku baru tau kalau orang mati bisa melakukan semua itu." ejek Libra. "Aku hidup seperti orang mati selama 3 tahun. Ini pertama kalinya aku keluar. Aku nggak tau kalau kau akan berada disini juga. Atau jangan-jangan kau mengikutiku?" "Untuk apa aku mengikutimu?" tanya Libra dengan poker facenya. "Apa kau sedang berfikir kalau kau itu berharga?" tanya Libra lagi dengan memiringkan kepalanya. Cyrine diam tak berani menjawab. "Yah, kau sedikit berharga. Peliharaan 2 miliarku!" ucapnya dengan tersenyum. "Peliharaan?? Katakan padaku, sebenarnya kau tidak ingin melepaskanku kan?" tanya Cyrine frustasi. Jika ia tak bisa melepaskan diri dari sini sekarang... Maka ia tak akan bisa melepaskan diri selamanya. Psycopath gila itu, benar-benar akan memperlakukannya sebagai peliharaan. Libra hanya diam dan menatap Cyrine yang berusaha melepaskan dirinya. "Kau tidak berniat melepaskanku!! Sama sekali tidak pernah berniat!! Alasan kenapa kau melepaskanku waktu itu, karna kau ... Karna aku, Lucas menolongku! Kau tidak bisa menangkapku kembali karna Lucas bersamaku waktu itu. Kau tidak bisa menangkapku karna kau takut identitasmu akan ketahuan. Karna waktu itu, ada Lucas, Sean, Darrell, dan Aril juga!" "Benar. Karna tidak ingin identitasku ketahuan, aku membiarkan Lucas membawamu, karna jika aku tetap memaksa mengambilmu. Lucas akan menelfon kakak dan sepupuku. Dan jika mereka tau aku dalang di balik itu, semuanya berakhir. Satu-satunya hal yang tak kuketahui adalah ... Kau dan Aril masih memiliki hubungan darah." "Lepaskan aku!" teriak Cyrine. "Aku akan bilang ke mereka kalau kamu King. Kamu orang kejam, psycopath yang suka nyiksa orang!" teriak Cyrine yang berusaha melepaskan dirinya dari ikatan tangan dan kakinya di kursi. "Sejak kapan mayat bisa berbicara?" tanya Libra dengan tersenyum riang. Cyrine menegang. Ia berhenti bergerak. "Sweetheart??" panggil Libra. Cyrine menatap Libra. Ia bangkit lalu berjongkok di depan Cyrine. "Aku kan sudah mengajarimu untuk tenang?? Kenapa kau panik begini??" tanya Libra dengan menyentuh dagu Cyrine. "Ah, aku ingat, dulu aku pernah berkata akan merobek mulutmu kan?? Apa sekarang aku harus melakukannya? Apa aku harus merobek mulutmu sampe ke telinga??" "Kamu bilang aku peliharaanmu seharga 2 miliar, apa aku kelihatan semurah itu untukmu sehingga kau akan melukaiku?" tanya Cyrine was-was. Libra tersenyum. "Tadinya jika kau tak bisa tenang. Aku sedang berfikir apa aku harus merobek wajah jelekmu dengan itu?" tunjuk Libra ke sebuah besi panjang. Cyrine meneguk salivanya lalu tersenyum. "Tapi karna kau menurut, aku harus membiarkannya kan?" tanya Libra. Ia lalu menaruh sebuah pisau lipat di paha Cyrine. Ia lalu bangkit menatap wajah Cyrine tak lupa ia mengangkat dagu Cyrine dengan telunjuknya. "3 menit ... Jika peliharaanku ini bisa melepaskan diri, aku mungkin akan membiarkanmu hidup untuk saat ini." kata Libra yang kini mulai berjalan keluar. "Jika kau tidak segera keluar, kau akan mati terbakar." kata Libra dengan tersenyum kecil. Cyrine yang mendengarnya, langsung menjatuhkan dirinya. Tangannya terasa sakit tapi Cyrine menahannya. Ia memutar tubuhnya dengan kursi agar tangannya bisa meraih pisau itu. Tapi sayang, sangat sulit untuk menutar tubuhnya yang terikat di kursi. Cyrine menggigit bibirnya agar tidak berteriak. Sampai akhirnya ia mencium bau asap. Cyrine panik, ia tak bisa berfikir dengan tenang. King benar-benar akan membakarnya hidup-hidup jika ia tak segera keluar dari sini. Ia harus segera keluar dari sini. Ia tak boleh menangis. Meskipun sudah menetapkan hal seperti itu air matanya tetap turun, ia berusaha meraih pisau itu sampai akhirnya ia mendengar suara orang yang berteriak memanggil namanya. "Cyrine!!" Cyrine menatap orang itu, Lucas. Kenapa Lucas ada disini? ****** Lucas mencari Cyrine di sekitar jalan-jalan yang memungkinkan Cyrine akan tersesat. Tapi, ia tak menemukan perempuan itu. Ia semakin khawatir karna ia tak menemukan perempuan itu. Bagaimana jika ia di copet?? Terus ia di culik oleh orang-orang tak di kenal dijalan?? Lalu Cyrine di perkosa?? Lucas menggeleng. Ia tak bisa membayangkan kejadian itu. Ting Lucas meraih handphonenya. Melihat pesan itu dari Cyrine ia lega. Lucas lalu membukanya. Melihat apa yang dikirimkan Cyrine, ia menegang. Itu foto Cyrine dengan ia yang di ikat. Ada pesan dibawanya. Find her before I burn her Membaca pesan itu, Lucas semakin bingung. Ia menelfon nomor Cyrine kembali. Tapi Cyrine tak menjawabnya. Lucas panik kini. Menemukannya?? Dimana?? Dimana ia harus menemukan Cyrine?? Lucas mengendarai mobilnya sembari menatap foto Cyrine, foto itu berada di ruangan tertutup. Berada didalam ruangan. Jadi, yang pertama ia harus mencari Cyrine di sebuah bangunan yang mungkin kosong yang tak menarik orang. "Bangunan kosong?? Bangunan kosong?? Yah, disini ada satu bangunan kosong. Tapi bangunan itu sangat ramai karna dikelilingi beberapa toko. Jadi tidak mungkin Cyrine akan dibawa kesana. Itu hanya akan menarik perhatian orang-orang. Dan hanya orang gila yang akan menculik dan membakar seseorang di tempat ramai. Come on Lucas. Cepat berfikir. Tempat sepi yang tidak menarik perhatian orang disekitar sini?? Disini tidak ada tempat sepi! Kalau begitu, tempat yang ramai tapi tidak menarik perhatian .... Rumah?? Apakah rumah?? Jika penculik itu bertingkah seolah itu rumahnya maka tidak akan ada yang curiga. Lalu kebakaran? Itu mudah saja, sangat mudah membuat kebakaran di rumah." Pemikiran Lucas terhenti ketika ia melihat sebuah rumah yang terkesan rapi dan terawat. Lalu disampingnya ada rumah, tapi rumah itu lebih ramai karna banyak anak muda yang sedang melakukan acara bakaran. Lucas lalu menghentikan mobilnya. Ia menatap kedua rumah itu kembali. Ada beberapa rumah disini. Jika ada salah satu rumah disini yang kebakaran. Mereka tidak akan tau karna du hal. Satu, Anak-anak remaja yang sedang melakukan acara bakar-bakar. Dua, Jarak rumah ini dengan tetangga lumayan jauh. Lucas turun dari mobilnya, ia lalu menuju rumah itu. Sampai depan rumah itu Lucas mengetuk pintu, dirasa rumah itu kosong Lucas membuka pintu tersebut. Akan tetapi ketika memegang gagang pintu Lucas langsung melepaskannya karena terasa panas. Lucas membuka pintu itu, tak terkunci. Rasanya aneh, rasanya seperti sengaja agar ia segera bisa menemukan ini. Lucas berlari masuk dengan menutup hidungnya. Ia tak tau ini asap darimana, melihat sebuah ruangan yang terbuka Lucas masuk kesana. Ketika melihat seseorang yang dikenalnya terikat di kursi sedang berusaha mengambil pisau "Cyrine," panggilnya. Perempuan itu menatap Lucas, Lucas lalu berlari menghampirinya. Ia membantu Cyrine mendudukan kursinya kembali. Lucas mengambil pisau itu lalu melepaskan ikatan di tangan, kaki dan tubuh Cyrine. Cyrine langsung memeluk Lucas dan menangis terisak. Lucas membalas pelukan Cyrine dan langsung membawanya keluar dari rumah itu. Sekeluarnya Lucas, ia meminta tolong kepada remaja disamping rumah tersebut untuk membantunya memadamkan api. Para remaja itu pun menolongnya. Lucas juga meminta air agar Cyrine tidak terlalu terkejut. Cyrine meminum air itu dengan badan gemetar. Ketika memberikan gelas itu kembali kepada Lucas matanya tak sengaja menatap sosok yang ia kenali. Cyrine memegangi Lucas lebih erat kini. Orang itu, sama menakutkannya dengan King.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD