Adrian sejak tadi gelisah, dan berkali-kali menoleh ke arah jam yang melingkar di tangan kirinya. Selain itu dia juga bolak - balik dari kamar ke pintu depan. Sudah jam sembilan malam, dan Muezza belum pulang. Tentu saja dia khawatir dengan keberadaan istrinya. Dia lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Muezza, namun tidak ada jawaban. Dengan cepat, jemarinya mengetik pesan. ‘Za, kamu di mana belum pulang?’ Menit demi menit berlalu, namun tidak ada jawaban. Bahkan dibaca pun tidak. Adrian kembali menelpon Muezza. Kali ini dia berada di kamar putranya, duduk di tepi ranjang sembari mengelus rambut tebal milik Rama. Putranya itu terlihat tertidur pulas setelah tadi mereka bermain bersama hingga kelelahan. Tidak ada jawaban. Jam di tangannya sudah menunjukkan pukul sembilan lewat lim

