Selepas makan malam di salah satu restoran yang terletak di pinggir pantai yang tidak terlalu jauh dari hotel tempatnya menginap, Muezza beranjak meninggalkan kamar. Dia berpamitan pada Adrian yang terlihat sibuk di depan ipad-nya, menyelesaikan pekerjaan yang tertunda karena tadi siang dia harus buru-buru ke bandara. Sementara Rama, terlihat sibuk sendiri dengan mainan mobil-mobilan kecil di tangannya. Ekor mata Adrian melirik ke arah pintu yang baru saja tertutup. Seketika, pekerjaannya terhenti dan dia memilih untuk berdiri dan menghampiri putranya yang belum menunjukkan tanda-tanda mengantuk. “Bahkan saat kita pergi bersama, kamu lebih milih ketemu sama temen kamu, Za?” lirih Adrian dalam hati. “Yah... “ panggil Rama. Adrian tersentak dari lamunannya dan menatap sepasang mata bulat

