Satu hari telah berlalu dengan cepat. Pagi ini Alona dan Victor berangkat menuju kampus bersama, undangan resmi pernikahan mereka pun sudah disebar di berita grup kampus, banyak yang tidak menyangka, kalau Alona yang dinobatkan sebagai mahasiswi paling pelupa dan ceroboh bisa menikah dengan dosen super tampan dan kaya raya itu. Alona seperti mimpi semua seolah - olah terlalu cepat baginya, dia berkali - kali mencubit pipinya, namun semua memang benar adanya. Melihat tingkah Alona, Victor mengelus lembut pundak Alona dengan mengukir senyuman manis di bibirnya. "Heiii my dear, kenapa ehmm? Apa ada masalah atau sedang memikirkan sesuatu." "Aku masih menyangka ini semua seperti mimpi aja, Victor." "Kamu tidak sedang bermimpi my dear, aku akan selalu mewujudkan apapun keinginanmu, so don't

