BAB 37

1791 Words

Tidak kusangka Dad akan semurka itu padaku karena aku meminta tolong pada Hellhound untuk melatih kekuatanku. Aku memang tidak melakukan perjanjian apapun dengan Hellhound itu, tapi ternyata itu memiliki efek yang fatal pada tubuhku. Luka-luka lebam yang di tubuhku, perubahan mood dan aku yang menjadi haus darah setelah memintanya melatihku adalah salah satu efek yang muncul. Parahnya hal itu bisa membuat jangka hidupku yang abadi ini memendek, bahkan tubuhku bisa membusuk dan jiwaku menjadi milik Hellhound itu. Aku tidak akan memanggil Hellhound itu dan meminta tolong lagi padanya, aku ingin hidup lebih lama bersama orang-orang yang kucintai. Bodoh, aku benar-benar bodoh! Kenapa aku dulu berpikir untuk memanggil Hellhound dan meminta bantuannya!

“Kimberly…” suara lembut memanggil namaku. Wajahnya yang terlihat khawatir membuatku merasa sangat bersalah karena membentak dan memusuhinya.

“Maafkan aku Jayden,” bisikku pelan sambil memeluk Jayden dengan erat.

“Kenapa kau tiba-tiba meminta maaf padaku? memangnya kesalahan apa yang kau perbuat padaku, hm?” Jayden mengelus punggungku pelan.

“Kau pasti membaca emosiku kan? Aku meminta maaf atas semua kesalahanku padamu, maaf jika aku waktu itu menyakiti perasaanmu Jayden. Aku benar-benar bodoh dan sangat egois, sama sekali tidak memikirkan perasaan orang lain dan hanya memikirkan diriku sendiri. Maafkan aku,” ucapku dengan tulus, mataku dan Jayden kembali bersirobok.

“Tanpa kau meminta maaf pun aku sudah memaafkanmu, aku tidak bisa marah terlalu lama padamu. Setelah dipikir lagi aku juga bersalah padamu, aku membuatmu tidak berkembang dan berusaha melindungimu sendirian. Aku juga tidak pernah mengajarimu bagaimana memanfaatkan kekuatan vampiremu untuk melindungi diri, bisa dibilang aku juga egois juga bodoh.” Jayden tersenyum dengan lemah.

“Tidak, kau sama sekali tidak salah. Aku mengerti perasaanmu, kau hanya tidak ingin aku terluka tapi aku sendiri yang melukai perasaanmu. Ini salahku, benar-benar salahku. Aku tidak mempertimbangkan semuanya dan bertindak semauku sendiri,” sergahku.

“Aku juga salah karena membiarkan dan memanjakanmu, kita sama-sama salah dalam hal ini. Aku sudah mendengar semuanya dari vampire agung, jadi sekarang kau sudah sadar dengan kesalahanmu sendiri?” Jayden bermain-main dengan rambutku, kemudian menelusuri pipiku dengan jarinya.

“Ya, aku tahu kesalahanku dan aku tidak akan memanggilnya lagi, aku masih ingin hidup lebih lama denganmu. Mulai sekarang aku akan berusaha sendiri dengan kekuatanku,”

“Aku bisa membantumu menemukan kekuatan vampire sejatimu,” Jayden tersenyum simpul.

“Kau? Benarkah?” aku bertanya sambil sedikit meremehkan kekuatannya.

Jayden terkekeh, “Aku ini berasal dari klan yang para vampire sebut assassin, kami vampire pembunuh yang kekuatannya jauh lebih besar dari vampire lainnya. Kami bahkan bisa membunuh dengan cepat tanpa suara dan bau.” Jayden tampak membanggakan klannya sendiri.

“Aku tidak begitu yakin karena ada seseorang yang mengatakan kau begitu lemah karena tidak bisa mengalahkannya. Haruskah aku meminta orang itu mengajariku untuk lebih kuat lagi?” godaku. Jayden tampak tidak suka, tapi aku tidak bisa berhenti untuk menggodanya.

“Dia vampire gila yang hanya peduli dengan adu kekuatan dan menantang siapapun yang dia anggap cukup kuat untuk berduel dengannya. Jangan-jangan kau ingin meminta bantuannya?” mata Jayden semakin tajam menatapku.

“Tidak ada salahnya meminta dia mengajariku kan? Dia jauh lebih kuat darimu. Aku ingin seseorang yang sangat kuat mengajariku cara untuk bertarung.”

“Aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengannya, Kim dia bukan orang yang tepat untuk dimintai tolong untuk hal seperti itu. Dia pasti akan menghajarmu sampai babak belur begitu tahu kemampuan penyembuhan yang kau miliki.” Tatapan Jayden tampak khawatir.

“Jadi kau sendiri yang akan mengajariku?”

“Aku bisa saja mengajarimu, tapi aku tidak bisa setiap saat mendampingimu. Ada hal lain yang harus aku lakukan, dan aku juga harus menjalankan perintah dari vampire agung,”

“Apa yang Dad perintahkan padamu? Apa itu berbahaya?” tiba-tiba saja aku merasa khawatir dengan apa yang diperintahkan Dad pada Jayden. Apalagi tadi Dad terlihat sedikit kesal ketika aku menyinggung tentang Jayden.

“Aku tidak tahu pasti apa ini berbahaya atau tidak, tapi aku harus menangkap makhluk yang menjadi teror di dunia manusia. Sebisa mungkin dia menginginkan makhluk itu untuk ditangkap hidup-hidup.”

“Itu berbahaya Jayden, kita tidak tahu bagaimana kekuatannya. Kau tidak bisa menangkap makhluk itu sendirian, tidak boleh. Aku akan membantumu untuk menangkapnya,” aku menggenggam kedua tangan Jayden erat, menautkan jari-jariku dengannya.

“Aku tidak sendirian, ada vampire lain yang akan membantuku mungkin Damien atau Marcus,” ucapnya dengan tidak pasti.

“Biarkan aku membantumu, kali ini ayo kita lakukan bersama-sama,” bujukku. “Untuk apa Dad menyuruhmu menangkap makhluk itu hidup-hidup? Bukankah lebih baik makhluk itu tidak dibiarkan untuk hidup?”

“Mungkin dia punya alasan lain kenapa menginginkan makhluk itu dibiarkan hidup, aku hanya mematuhi perintahnya saja. Selamat adikmu sudah lahir dengan sehat dan selamat, maaf karena aku tidak membawa hadiah apapun untuk merayakan kau menjadi seorang kakak.” Aku memukul bahunya pelan.

“Tidak perlu sampai seperti itu, omong-omong… kenapa kau bisa ada disini? kudengar kau juga membantu Mom melahirkan, apa kau sebenarnya tahu Mom akan melahirkan?”

“Tidak, aku sama sekali tidak tahu hal itu, ehem… ada hal yang ingin kubicarakan dengan vampire agung. Tapi waktunya tidak tepat karena kabar Maryssa melahirkan bayinya.” Jayden yang terlihat sedikit gugup membuatku penasaran apa yang ingin dibicarakan dengan Dad.

“Pembicaraan pribadi? Tentang apa itu?” aku sangat ingin tahu apa yang mereka bicarakan berdua saja.

“Kami belum sempat untuk membicarakannya. Aku akan memberitahumu nanti, aku janji akan memberitahumu secepatnya. Untuk sekarang kau tunggu saja dan bersabarlah sebentar lagi,” Jayden mengedipkan sebelah matanya.

“Jika kau seperti itu aku malah ingin tahu apa yang kalian bicarakan berdua dengan Dad, kalian tidak begitu akrab untuk bicara berdua saja tapi aku akan menunggu dan bersabar sampai kau mau memberitahuku apa yang kalian bicarakan.”

“Kau begitu penurut setelah memiliki adik, atau sesuatu akan terjadi padamu?” godanya.

“Hentikan, tidak akan ada yang terjadi padaku… atau orang-orang lain. Ayo kita pulang saja…”

“Kemana? Rumahmu yang ada disini atau di dunia manusia?”

“Aku ingin melihat wajah Salvatore dulu sebelum kembali kesana, ada hal yang ingin kubicarakan dengan David. Dia tidak memberitahuku apapun sejak aku pergi,” ucapku dengan wajah serius. Jayden tidak menanggapi kata-kataku, tapi dia tetap mengikutiku.

***

“Apa semua rencana kita sudah siap? Dia sudah bergerak disana, kita jangan membuang-buang waktu terlalu lama. Bagaimana dengan James, apa yang dia lakukan sekarang?”

“Beberapa hari yang lalu dia mengadakan pertemuan dengan para Elitish yang dipimpin oleh Tuan Rubeusz, tapi setelah itu tidak ada yang terjadi sampai sekarang. Sepertinya dia masih belum menyadari apa yang kita rencanakan, kita sudah aman.”

“Jangan merasa tenang dulu, kekuatan James adalah membaca pikiran dengan melalui tatapan mata atau sentuhan. Jika kalian bertemu dengannya, sebisa mungkin hindari bertatapan mata dengannya atau disentuh olehnya. Hindarilah secara natural, jangan terlihat seperti kau benar-benar menghindari tatapan dan sentuhannya.”

“Apakah kita juga perlu menyerang The Hunters? Mereka juga bisa menjadi penghambat untuk rencana kita,”

“Biarkan saja mereka, rencana kita sekarang fokus pada James dulu. Begitu kita bisa mengambil posisinya, bereskan semua yang menghalangi jalan kita, termasuk The Hunters dan jangan sisakan satupun.”

“Apa ini akan benar-benar berhasil? Kurasa James tidak sebodoh itu, dia pasti sudah menyiapkan rencananya sendiri. Aku merasa sangat khawatir rencana kit aini akan gagal.” Suara cekikikan terdengar dari ujung ruangan.

“Kalian tidak perlu khawatir, aku sudah menghalangi kemampuan orang itu untuk melihat masa depan. Buktinya dia tidak tahu kita menyembunyikan Cladius dulu dan tidak tahu dimana lokasimu bersembunyi. Jika dia tahu, mungkin sudah dari dulu kalian tertangkap dan tidur abadi karena mencoba untuk mengkhianatinya. Percayalah padaku, rencana kita ini akan berhasil. Aku sudah membuat dua portal lain di tempat yang tidak akan mereka duga, kalian bisa bebas masuk ke dunia manusia dari mana saja tanpa dicurigai.” ucap seseorang dengan pakaian yang serba hitam dari atas sampai bawah.

“Benar, kita tidak perlu takut karena ada penyihir dipihak kita. Kau akan membantu kami jika sesuatu terjadi pada kami bukan?”

“Tentu, tentu. Aku akan membantu kalian dari belakang dengan kekuatanku, aku sudah sangat bosan dengan tempat ini dan membutuhkan suasana yang baru. Lakukan apapun yang ingin kau lakukan Ruthven, aku akan mendukungmu.”

“Kalian dengar? Kebebasan kita sudah ada di depan mata, selangkah lagi kita akan menaklukan para manusia itu dan aku akan memimpin para vampire. Kita akan membuat manusia-manusia itu menjadi makanan kita yang tidak terbatas. Tidakkah kalian menginginkan itu, darah manusia yang sangat lezat? Sebentar lagi mereka akan jadi milik kita!”

Para pendukung Ruthven bersorak sorai mendengar masa depan mereka yang bisa meminum darah manusia tanpa dibatasi oleh apapun lagi.

“Terima kasih sudah mau membantu dan berada di pihakku penyihir, rencana yang nyaris gagal ini akhirnya bisa terwujud berkat bantuanmu.”

“Jangan lupa apa yang aku minta sebagai syarat untuk membantumu, kau harus benar-benar mendapatkannya untukku. Jika tidak, kau tahu apa yang akan kulakukan bukan?” penyihir itu menatap dengan tajam.

“Tentu, aku akan mencarikan tubuh yang sempurna dan kuat untukmu. Selama kita bekerja sama, aku mendapatkan apa aku inginkan dan kau juga akan mendapatkan apa yang kau mau, penyihir.” Mereka semua tertawa dengan sangat senang dan keras.

“Baiklah, saudara-saudaraku, untuk menutup pertemuan kita hari ini, sebagai langkah awal dari rencana yang sudah kita buat selama bertahun-tahun aku sudah menyiapkan beberapa manusia untuk kalian. Ini adalah rasa terima kasihku pada kalian yang tetap setia mendukungku sampai saat ini. Sandrea, tolong bawa manusia-manusia itu kemari,” perintahnya.

Sekitar tiga belas manusia dewasa terdiri dari lelaki dan perempuan dengan tangan yang terikat masuk kedalam ruangan dengan wajah yang sangat ketakutan beberapa dari mereka menangis, memelas dan memohon-mohon ampun untuk dibebaskan.

“Bagaimana? Apa kalian semakin bersemangat untuk ikut dalam rencanaku? Manusia-manusia ini akan menjadi milik kalian jika rencana ini berhasil, tidak ada larangan atau batasan untuk meminum darah manusia lagi. kalian akau kubebaskan!” serunya.

“Hidup Tuan Ruthven!”

“Jadikan Tuan Ruthven sebagai Vampire Agung!”

Orang-orang yang setia pada Ruthven bersorak senang, kebebasan mereka untuk meminum darah manusia selangkah lagi di depan mata. Tidak akan ada lagi larangan yang akan mengikat mereka, mereka akan sepenuhnya berada di puncak hierarki makanan tertinggi dan menguasai semuanya.

“Sudahkah kalian memilih manusia mana yang menggugah selera kalian? Pilihlah sesuka hati kalian,”

Vampire-vampire itu mengerubuti manusia yang dibawa oleh Ruthven kemari. Ada yang sudah mengincar lehernya, ada yang sudah memegang kedua pergelangan tangan dan kakinya. Satu manusia untuk beberapa vampire sekaligus. Mereka bahkan tidak memperdulikan isak tangis ketakutan dari manusia-manusia itu, yang ada di pikiran mereka adalah sebuah napsu untuk memuaskan dahaga mereka.

“Jangan sampai ada setetespun darah yang tercecer di tempat ini, minumlah darah mereka sampai kalian kenyang.” Jeritan-demi jeritan kesakitan terdengar kencang sampai akhirnya melemah dan tergantikan oleh suara-suara hisapan darah yang rakus.

Free reading for new users
Scan code to download app
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeAdd