BAB 34

1800 Words

“Kemana perginya David dan Jayden? Mereka sama sekali tidak bisa dihubungi?” Omelku pada Cendric. Aku terus menelpon mereka, mungkin sudah puluhan kali.

“Aku sama sekali tidak tahu mereka pergi kemana. David selalu sibuk dengan agendanya sendiri, dan itu bukan urusanku.” Cendric terlihat sudah malas menjawab pertanyaan yang sama dariku berulang kali.

“Kapan dia kembali? Aargh, aku merasa kesal karena tidak bisa menghubungi salah satu dari mereka!” aku melempar ponselku ke sudut ruangan hingga terbelah dua.

“Ada masalah apa sampai kau mencari mereka berdua, membuatmu semarah ini…” Cendric memungut ponselku.

Aku tidak bisa menceritakannya pada Cendric karena dia adalah manusia biasa, dia juga tidak akan membantu banyak jika aku menceritakan padanya. Andai saja Tina, Rose atau Damien berada disini mungkin aku bisa menceritakan semua hal pada mereka tanpa merasa takut sedikitpun. Kemana mereka bertiga saat aku benar-benar membutuhkan mereka? Kenapa mereka juga menghilang secara bersamaan, apa mereka bermaksud meninggalkanku sendirian?

“Oh ya Kim, tentang Aunt dan sepupumu… apa yang harus aku lakukan pada mereka? Mereka sudah menunggu lama berjam-jam. Setidaknya temui mereka walau sebentar,” Cendric mengingatkanku pada dua orang itu yang belum juga pergi. Kenapa masalah demi masalah menghampiriku.

“Biarkan saja, mereka berdua membuatku pusing.”

“Haruskah aku mengusir mereka berdua dari sini?”

“Kubilang biarkan saja mereka. Apa kau sudah menemukan apartemen seperti yang aku inginkan?” aku mendengar cendric menghela napasnya.

“Bisakah kau memberiku waktu? Aku tidak mungkin mendapatkannya dalam beberapa jam saja,” protesnya.

“Berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk mendapatkan satu apartemen?”

“Sekitar satu sampai dua minggu.”

“Apa?! Itu terlalu lama, bisakah kau mencarinya dalam beberapa hari saja. paling lama satu minggu, Aku tidak bisa menunggu terlalu lama,” Aku menggigit bibirku. Sebuah kebiasaan baru selain menggigiti kuku jariku.

“Kalau begitu kau cari saja sendiri, kau pikir kerjaanku hanya mencari sebuah apartemen untukmu? Menyusun jadwal kerjamu, mencari sponsor dan orang-orang agar mau bekerja denganmu, mengurus izin ini itu dan masih banyak hal lainnya. Memangnya kau ingin pindah dari apartemen itu sehingga menyuruhku untuk mencarikan tempat tinggal dengan cepat?”

“Tidak, aku mencari apartemen untuk Aunt-ku. Dia butuh tempat tinggal dengan keamanan yang tinggi.” Ungkaku dengan jujur.

“Untuk Aunt-mu? Kalau begitu beri saja mereka apartemen biasa, mereka tidak perlu apartemen dengan keamanan yang sangat ketat.”

“Andai saja memang seperti itu Cendiric, aku akan memberikan mereka apartemen kelas menengah. Tapi masalahnya tidak sesederhana itu. Maaf aku tidak bisa menceritakan padamu masalah apa itu, ini privasi keluargaku.”

“Aku akan mencarikan apartemennya secepat yang aku bisa, lebih baik kau temui mereka dulu. Mereka tidak boleh berada disini terlalu lama, itu sangat mengganggu,”

“Untuk sementara, mereka akan tinggal di apartemenku dulu sambil menunggu kau mendapatkan apartemennya,” sahutku.

“Kau tidak apa-apa tinggal dengan mereka? bagaimana dengan Jayden, bukankah kalian tinggal bersama?”

“Kami tidak tidak tinggal bersama! Dia tetangga depanku. Sudahlah aku akan menemui mereka dan membawa pulang ke apartemenku. Aku menunggu kabar darimu Cendric, kuharap ada kabar baik secepatnya.”

“Serahkan padaku.”

***

“Aku tidak ingin membicarakan hal ini Jayden|, pergilah! Masih banyak yang harus aku lakukan daripada memenuhi keinginan konyolmu itu!” Sang Vampire Agung terlihat sedikit murka dengan keinginan Jayden.

“Kumohon Vampire Agung, waktu kami tidak banyak. Kau bilang ramalan dari penyihir itu salah satu dari vampire akan tidur abadi, aku takut…”

“Tidak akan ada yang mati. Aku akan mengubah ramalan penyihir tersebut. Baik aku, Kimberly atau siapapun itu tidak akan ada yang mati. Aku tidak akan membiarkannya. Lebih baik kau pulang dan lindungi anakku disana, untuk apa kau berada disini!”

“Kumohon… biarkan aku dan Kim…”

“Tidak. Ini bukan saatnya untuk itu. Kembalilah Jayden, aku tidak ingin mendengar ocehanmu lagi tentang itu.”

“Tapi aku benar-benar ingin melakukan upacara pernikahan dengan putrimu, aku ingin kau memberikan berkatmu pada kami,” Vampire Agung itu menatap tajam kearah Jayden, matanya tampak marah namun Jayden tidak gentar untuk menghadapinya.

“Jangan bercanda Jayden, ini belum saatnya. Kenapa kau begitu terburu-buru ingin menikahi anakku? Kalian tidak akan menua dengan cepat. Jika alasanmu hidup anakku tidak lama lagi, aku tidak bisa menerimanya. Aku tidak akan membiarkan putirku mati, tidak akan ada yang mati selama aku masih hidup.”

“Aku hanya merasa khawatir waktuku dengannya tidak lama, bagaimana jika aku yang mati sebelum mengikat janji suci dengannya?”

“Janji suci? Kita bukan manusia Jayden. Hal-hal yang seperti itu hanya dilakukan oleh manusia, kita memiliki cara sendiri untuk melakukan hal semacam pernikahan,” Aku tersenyum mengejek pada bocah itu.

“Aku ingin melakukannya dengan cara manusia. Kim dulu adalah seorang manusia sebelum dia benar-benar bertransformasi dan aku ingin memberinya pengalaman itu. Aku bisa merasakan dia selalu merindukan perasaan ketika dia masih menjadi manusia yang tidak dirasakannya lagi ketika menjadi vampire.”

James, sang Vampire Agung termenung mendengarkan perkataan Jayden. Dalam hati dia menyetujui apa yang diucapkan oleh Jayden. Aku bahkan tidak memikirkan perasaan anakku sendiri ketika dia menjadi vampire. Hanya karena dia terlihat baik-baik saja bukan berarti perasaan juga baik-baik saja. Pasti ada saat-saat dimana dia merindukan sosok dirinya ketika masih manusia, ketika belum mengalami perubahan menjadi makhluk pengisap darah.

“Vampire Agung, jadi bagaimana? Apa kau bisa mempertimbangkannya? Aku ingin sesegera mungkin,” Aku menatap mata Jayden lekat, memcoba membaca pikirannya.

Ternyata dia lebih banyak memikirkan tentang Kimberly, ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh anakku. Ketika Kim merasa senang, sedih, bingung, marah, ketakutan yang anakku rasakan aku bisa ikut merasakannya melalui Jayden. Membuatku merasa seperti orangtua yang sangat buruk karena mengabaikan perasaannya. Aku tiba-tiba merasa sangat murka saat membaca pikiran Jayden.

“Apa-apaan itu! Apa yang sudah dia lakukan selama ini!” aku membentak Jayden dan melotot marah padanya.

“Apa maksudmu Vampire Agung?” ucapnya tidak mengerti.

“Kenapa kau membiarkannya melakukan itu! kau seharusnya melarangnya Jayden!”

“Melakukan apa? Aku sama sekali tidak mengerti...” sesuatu yang tajam tiba-tiba saja menggores wajahku, aku merasakan darahku mengucur perlahan.

“Kau membiarkan dia menjual jiwanya pada Hellhound, apa kau tidak tahu betapa berbahayanya meminta bantuan pada penguasa underworld?!” Aku tidak bisa menahan emosiku lagi.

“Aku sudah melarangnya berulang kali, tapi Kim selalu bersikukuh untuk menjadi kuat agar bisa melindungi semuanya.”

Aku menggunakan kekuatan vampireku untuk membuat Jayden bertekuk lutut tanpa menyentuhnya, tidak peduli dia terlihat kesakitan atau apapun itu. Kupikir dia bisa melindungi anak perempuanku satu-satunya, sangat mengecewakan.

“Apa kau tahu akibatnya jika dia dibiarkan seperti itu?” ucapku dengan dingin. Aku menshan diri untuk tidak mencabik-cabik Jayden.

“Tu-tubuhnya akan memar-memar dan lebih buas dari biasanya. Aku tahu makhluk itu bisa merasuki tbuh Kim kapanpun dan memanfaatkan tubuhnya untuk bisa meminum darah melalui Kim,” Jayden tampak berusaha menahan tekanan yang diberikan oleh Vampire Agung.

“Salah, pemikiranmu benar-benar salah. Dia memiliki semua jiwa para vampire dan bisa merasuki siapapun yang dikehendakinya. Apa kau mencoba untuk membuatnya tidur abadi dengan kedua tanganmu?! Apa kau benar-benar mencintai anakku Jayden?!”

“Dia adalah mate-ku, kenapa kau mempertanyakan hal yang sudah jelas? Aku sama sekali tidak aargh...” Jayden mengerang kesakitan. Tubuhnya seperti diberi beban yang sangat berat dari atas dan sebuah tarikan gravitasi dari bawah. Jayden sudah benar-benar tersungkur ke tanah tanpa bisa melawan.

“Jika dia terluka kembali seperti waktu itu, tubuhnya tidak bisa diselamatkan oleh darah atau apapun. Tubuhnya akan segera membusuk dan Hellhound mengambil jiwanya. Dia tidak akan bisa diselamatkan Jayden! Tidak akan bisa!” teriakku padanya dengan frustasi.

“A aku benar-benar idak tahu tentang hal itu sama sekali. Kupikir...” Jayden benar-benar tampak terkejut juga ketakutan. Dia hanya berpikir akibat membiarkan Kim bekerja sama dengan Hellhound itu hanya memar-memar ditubuh dan rasa hausnya yang semakin meningkat. Tapi itu adalah awal dari terampasnya masa hidup Kimberly.

“Apa maksudmu?! Anakku akan mati?!” suara seorang wanita yang terdengar sedikit lemah membuat amarahku pada Jayden sedikit demi sedikit menguap. Sekarang bahkan aku merasa takut untuk sekedar menatap matanya.

“Maryssa, kenapa kau bisa ada disini? Istirahatlah di tempatmu?” Aku benar-benar tidak menyadari keberadaan istriku karena fokusku pada Jayden.

“Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada Kimberly?” Maryssa menatapku dan Jayden bergantian.

“Tidak ada yang terjadi, Kimberly baik-baik saja. Sekarang kau kembali...”

“Jangan coba membohongiku James! Aku mendengar semuanya?! Anakku menjual jiwanya pada Hellhound? Tubuhnya akan membusuk dan tidak bisa diselamatkan? Jawab aku?!”

Dia sudah mendengar semuanya, aku tidak bisa menutupinya lagi dari Maryssa. Hal seperti ini aku sudah menduganya cepat atau lambat dia akan tahu. Tapi tak kusangka akan secepat ini, aku berniat untuk memberitahunya setelah dia melahirkan anak vampire.

“Seperti yang kau dengar, seperti itulah keadaannya. Kim tahu cara memamggil Hellhound itu dan diam-diam memanggilnya dan orang yang menjadi mate-nya hanya membiarkan dia melakukannya tanpa tahu apapun.”

“Aku sudah mencegahnya untuk menemui Hellhound itu, aku benar-benar sudah melakukannya,” bisik Jayden. Dia masih syok mengetahui fakta yang sebenarnya.

“Kenapa? Bagaimana bisa Kim... apa yang sebenarnya terjadi sampai dia memanggil Hellhound?” wajah istriku terlihat begitu ketakutan, takut akan kehilangan anak perempuannya. Begitupun aku, tapi aku mencoba untuk tetap tenang menghadapi situasi.

“Kim sudah menduganya dan merasa ketakutan bahwa dia tidak bisa melindungi semua orang termasuk dirinya sendiri,” ucapku.

“Aku sama sekali tidak mengerti ucapanmu James, beritahu aku dengan jelas,” ujar Maryssa.

“Aku hanya membaca apa yang ada dipikiran anak ini,” aku melirik Jayden yang duduk dengan berlutut. “Para vampire dan The Hunter yang ada disana sedang menghadapi makhluk yang tidak diketahui dan sepertinya sangat kuat. Ditambah lagi tekanan dari Elitish yang menginginkan aku untuk turun dan ingin Kim untuk tidur abadi karena ketakutan mereka melihatnya  membuat Batu darah menyala.” Wajah istriku terlihat kosong.

“Aku, aku sama sekali tidak tahu apapun tentang ini...kenapa Kim...mereka...” Maryssa terbata-bata. Dia masih belum bisa menerima informasi yang baru dia dengar.

“Tenang Maryssa, aku akan mengatasi ini semua. Tenanglah, kau fokus saja pada anak kita yang sebentar lagi akan lahir. Biar aku yang menyelesaikan semua masalah ini,” aku berjalan menghampiri istriku untuk menenangkannya.

“Anak yang ada dalam perutnya ingin keluar, dia akan merobek perutnya. Cepat siapkan banyak darah,” ucap Jayden tiba-tiba. Matanya melotot kearah perut Maryssa.

“Apa?” tak lama kemudian aku mendengar erangan kesakitan keluar dari mulut Maryssa.

“Maryssa, apa sudah waktunya kau...”

“Pe, perutku...” Maryssa memegangi perutnya dengan kedua tangannya.

“Kita harus segera memindahkannya dari sini Vampire Agung, anak itu sudah mulai merobek  perut ibunya,” ujar Jayden lagi.

“Ayo Maryssa, kita pergi ke tempat yang lebih aman. Bertahanlah sedikit lagi,” aku membopong tubuhnya. “Kau juga ikut Jayden, aku butuh bantuanmu.” Jayden langsung berdiri dan mengikuti sang Vampire Agung menuju tempat kediaman pribadinya.

Free reading for new users
Scan code to download app
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeAdd