TIDAK ADA KATA SAMBUTAN

1016 Words
Kali ini wajah mereka beda dari yang lain pasalnya tidak ada kata lain selain bimbang dari segala hal yang mereka lakukan. "Kenapa dengan wajahmu?" "Sepertinya kau baru saja di tampar?" Situasinya sepertinya tidak bagus lagi ini membuat semuanya terasa seperti nyata padahal ini hanya di film, dan yah sekarang ini Rachel sudah menonton setelah dia tidur beberapa jam dari jam empat Subuh dan sekarang sudah balik lagi ke subuh dia hanya tidur saja dia rasa tidur setelah jam-jam seperti ini adalah suatu hal yang baik. "Kenapa dengan dirimu sekarang ini?" Tanya seorang yang datang menepuk pundak wanita yang sedang sakit itu, dia hanya tahu bahwa semua ini hanya sebuah keadaaan dalam sebuah hal yang baik. Bukan apa tetapi sekarang ini diam bukan pilihan buku mata dari si wanita itu yang tidak lain adalah Rachel sekarang ini sudah luntur dan benar saja ini bukan tentang apa-apa melainkan ini adalah sebuah hal yang baik bagi perkembangan mereka. Dia menonton televisi sangat menghayati benar-benar sampai sekarang ini matanya benar mengeluarkan air mata dia tahu bahwa ihklas belum tentu saja dapat membuat dia bahagia maka dari itu dia terdiam beberapa detik sembari menarik napas setelahnya. "Kenapa sekarang ini dengan dirimu, Nyonya?" dan tiba-tiba di wanita itu datang dia yakin bahwa sekarang ini kedatangan dia ke tempat tidur dari Nyonya nya ini adalah sebuah hal yang sangat indah sekali. "Kenapa saat ini aku menangis?" tanya Rachel dia hanya bisa menghapus air matanya setelah merasa ada yang memukul pundaknya. Dia tahu sekarang ini sebuah jawaban adalah hal yang paling penting bukan karena apa namun hanya saja ada hal yang perlu di dapatkan dari sekumpulan sejarah, dia tersenyum dan memeluk bibinya. "Kenapa dengan Nyonya kenapa Tiba-tiba memeluk kami?" tanya wanita itu dia sadar bahwa saat ini tubuhnya terasa lebih berat dari apa yang dia rasakan sebelumnya. "Tidak hanya saja saya terharu sama perjalanan kami beberapa minggu terahkir ini, rasanya aku Tidak dapat mengatakan bahwa ini hanya perjalanan semata ini bahkan benar-benar luar biasa sekali," ucapnya sembari melepaskan sekarang ini pelukan yang tadi benar-benar membuatnya terasa tidak nyaman tetapi terpaksa harus menerima pelukan itu. Bukan karena apa ini juga bukan apa-apa cerita telah di mulai dan wajah dari Rachel kembali lagi terdiam dia tidak akan melukai percakapan sebelum filmnya berahkir dia merasa ini adalah pilihan yang bagus untuk mereka. "Ayok, kita tidur saja bukankah ini jam tidur Nyonya?" tanyanya saat itu sembari hampir saja tangannya ingin mematikan televisi tetapi segera di pelototi oleh si wanita itu. "Maafkan saya tetapi saya tidak bisa melepaskan film ini, ini adalah film yang saya wanti-wanti beberapa bulan yang lalu," ucapnya dia merasa bahwa sekarang ini lebih baik seperti ini. Sedangkan di rumah dari wanita yang saat ini selalu saja merasa sendirian dan tidak pernah mendapatkan sebuah kasih sayang mungkin berada di dalam hutan yang lebat bisa membuatnya terasa hebat dan lebih yakin bahwa hidup di dunia ini adalah sebuah jalan yang benar sekali. Dia hanya tidur saja di kasur dengan napas yang terengah-engah dia bosan dengan apa yang dia lakukan sekarang ini hanya berbaring dan selebihnya berdoa, menonton televisi dan juga berbaur dengan apa yabg dia inginkan. Yah siapa lagi kalau bukan wanita malang yang mempunyai banyak seribu satu masalah dia tidak bisa mengatasi semua ini wajahnya juga tidak terasa lebih diam, dia malah merasa bahwa ini bukan suatu yang buruk bukan juga suatu hal yang baik tetapi ada baiknya dia mengatakan ini adalah sebuah jalan kebenaran yang cukup mubazir. "Apakah hidup hanya akan seperti-seperti ini saja?" tanyanya dan saat itu dia yakin dengan apa yang dia lakukan ini akan membuatnya merasa lebih nyaman lagi. "Yah, Aku akan menghubungi mereka tidak lebih dan tidak kurang mungkin akan lebih mengasyikkan bukan?" dia mengeluarkan ponselnya dari laci mejanya dengan tangan yang sedikit dia percepat namun tangannya akan segera menghubungi kedua sahabatnya itu tetapi ada hal yang sangat menjanggal sehingga dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. "Mengapa dengan saya? sepertinya saya tidak akan pernah mendapatkan apa itu kata cinta dan juga kata kehangatan saya saja tidak dapat mendapatkannya teman," keluhnya sembari menyenderkan pundaknya kembali ke dinding itu. Bukan apa-apa tetapi menyinggung orang tuanya saja sudah membuat dia kesal sekali apalagi kalau sekarang ini dia hanya bisa tertawa di tengah banyaknya masalah, dia tengah tidur di tengah recoknya permasalahan hidup yang dia alami. Dia hanya ingin mendapatkan kasih sayang, tetapi harus seperti ini? Dia hanya bisa mendapatkan sebuah pukulan hebat saat-saat waktunya benar ingin di bunuh, bukan karena apa tetapi dia sekarang tengah menangis sembari melipat kedua kakinya menangis tersedu-sedu adalah pilihan yang cukup lumayan menarik untuk di lakukan. Saat dia menangis dari luar terdengar suara ketika yang hampir saja membuat dia tidak yakin dengan apa yang dia lakukan tetapi satu hal yang dia lakukan saat ini bahwa semuanya tidak akan sesuai dengan rencana, dia juga tidak akan pernah mengatakan ini sebuah perjanjian. "Apakah ibu sudah keterangan kepada kamu?" "Apakah ibu juga sudah terlalu mencengkram kamu?" Yah, Bella adalah orang yang sekarang ini berada di depan rumahnya tetapi dia tidak sana sekali mengetuk pintu kamar dari putrinya apalagi dia tahu bahwa saat itu ada suara tangisan yang benar-benar menganggu sekali. Dia terdiam dia depan pintu dan mengambil sesuatu dari saku celananya yang hitam dia pakai, entah apa itu tetapi hanya sebuah kertas dia diam dan mengatakan ini sebuah jalan yang benar sembari menciumnya. Hanya ingin mendapatkan kasih sayang yang tidak di beli tetapi satu pertanyaan karena tidak ada sama sekali jawaban akan sebuah pertanyaan hidup selama ini akhirnya dia mendapatkan apa itu Yang dimaksud dengan jawaban. "Ibu minta maaf karena selama ini membuat kami merasa tidak nyaman dengan kehadiran kami berdua, Nak," ucap wanita itu dia merasa ini adalah sesuatu hal yang baik bagi mereka. "Tetapi mana mungkin aku berani mengatakan itu?" dia hanya melakukan pelafalan saja dia takut kalau putrinya ini akan mengusir dia dari tempat ini. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka mendapatkan apa yang dimaksud dengan menganalisis, akhirnya Samantha terdiam dia juga sepertinya sedang menarik pileknya yang datang sejak beberapa hari kemarin. "Lebih baik aku akan pergi, mungkin ini membuat semuanya terasa lebih indah tidak akan ada perpisahan," ucapnya dan saat itu memaksakan wanita untuk terdiam mengikuti arus
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD