MASUK UNTUK MATI

1077 Words
Sepertinya ini akan menjadi salah satu kebahagian untuk dirinya karena apa? Sekarang anak gadis itu pulang setelah orang tuanya datang dan tadinya Bella dan juga Robert berpikir masalah ini akan merunyamkan masalah dan pekerjaan merek namun di tengah perdebatan yang mereka lakukan tengahdatang telepon daeri orang tua gadis itu. “Apakah yang ayah maksud? Tidak membesar-besarkan masalah ini? Saya rasa ini bukan masalah saya ini masalah mereka ayah,” ucapnya berjalan beberapa meter dari tempat itu. “Ayah tahu, tetapi itu rekan kerja ayah yang sangat berpengaruh kepada perusahaan kita? Apakah kamu mau membuat semua ini menjadi masalah untuk keluarga kitra? Terutama untuk kamu yang hidup mewah dan menghidupi pacar kamu?” tanya Ayahnya dari seberang sana banyak kekhawatiran yang dia dapat saat itu karena dia merasa ii tidak ada lagi benar setelah beberapa bodyguard mengatakn kepda dia perihal putrinya yang tengah mencoba untuk mencari gara-gara denbgan sahabatnya. “Apakah ayah serius?” tanynya dengan suara yang setengah mati, dia tidak tahu lagi harus mengatakan seperti apa kepada ayahnya karena rasa malu yang dia miliki terlalu besar sehingga apapun tidak boleh dia katakana. Dengan mengatakan seperti itu dia terdiam kaku, sepertinya tidak lagi akanada sebuah petualangan di tengah banyaknya masalah dia hanya meminta maaf dan mengatakan bahwa perkataan si lelaki tadi menyadarkan dia akan pentingnya harga diri, dan dia telah melakukan scenario yang sangat besar. Di satu sisi kedua orang yang tengah khawatir terlalu besar itu mereka hampir saja melarikan diri namun nyatanya sekarang ini mereka malah mendapatkan sebuah penjelasan yang tampak lebih mudah untuk di mengerti, dan mereka senang dengan penjelasan yang seperti ini harga diri mereka tadi tidak sempat turun entahlah apakah ini ada sebuah rencana di balik rencan atau entahlah, mereka hanya diam dan mencoba menenagkan diri dengan sebuah kreditasi diri yang sangat besar. “Apakah kamu tidak jadi membawa masalah ini ke pengadilan?” tanyanya setelah melihat wajah anak gadis itu linglung dan penuh dengan ketidakpastuian lagi. “Apakah yang anda maksud Tuan, saya tidak seperti itu namun karena perkataan dari lelaki tua tadi saya sadar bahwa semua ini belum hak saya untuk menjadi bagian dari semua ini, maka dari itu saya meminta ganti rugi untuk mobil saya,” ucapnya dalam hati dia benar-benar malu lebih malu dari apa yang ada di dalam pikiran dan hatinya. ‘Apakah yang si gadis bodoh ini pikirkan?’ gumanya dan tertawa dengan jelas di depan anak gadis yang tengah kikuk menatap ke segala arah itu guna untuk tidak melihat apa yang tengah terjadi. “Apakah kamu sudah yakin dengan apa yang aku katakana tadi? Atau kamu harus mengatakan bahwa ini adalah sebuah kesalahpahaman bukan?” tanynya dengan nada yang mengejek. “Baiklah saya mengangap bahwa semua ini adalah kesalahpahaman, saya meminta bahwa kalian harus tetap seperti ini dan saya mau ganti rugi, sepuluh juta,” ucapnya dan dengan cepat merenggut tip dari tangan Robert yang masih di luar kendali itu. “Baiklah, saya tahu kamu kaya dan berimajinasi liar tetapi kenapa pikiran kamu seperti ini rasanya sangat memalukan bukan?” dan segera sebekum mendapatkan jawaban si hgadi itu malah pergi serta mengambil tip itu. Sesampainya di dalam mobil dia memukul kepalanya dengan tangannya sendiri eratapi dirinya yang begitu bodoh sekali, entahlah dia bingung dengan apa yang dia alami hingga tidak focus dengan segala hal yang dia kerjakan hari ini,” baiklah ini hanya kesalahpahaman, hanya sedikit saja kamu hanya diam dan mencoba mengatakan bahwa dirimu baik-baik saja ini akan lebih baik,” ucapnya dengan menarik napas dalam serta mengikat rambutnya yang panjang itu. Di lain sisi dan juga tempat kali ini malam menjadi tempat mereka mengadu setelah meyakinkan apa yang tengah terjadi di dalam perjalanan mereka dan kini mereka akan pergi menuju perjalanan yang lebih dalam lagi kiranya ini akan menjadinsalah satu hal yang sulit di mengerti,”Ayo bangun kita harus segera berangkat jangan sampai pagi lagi ini akan membuat waktu kita termakan dengan sia-sia,” ucap Samantha karena perasaanya mulai tidak enak lagi. “Mari, kita menjelajahi samudra dan juga lautan bukankah begitu?” mereka bangun dan segera berdiri dengan percaya diri dan semangat yang membara langkah kaki menjadi salah satu hal yang paling meyakinkan. “Mari,” ucap mereka berempat dengan tangan yang mereka angkat ke atas sebagai pertanda bahwa mereka siap menjulang petualangan yang terjun bebas kea lam liar ini. “Apa yang tidak mungkin, klau kita kembali ke bandung bukan? Memberikan seribu satu kejutan kepada mereka dan melakukan hal-hal yang menarik yang selama ini kita lewatkan bukan?” tanya Elica dia tersenyum ramah dengan semua apa kejadian dan hari-hari yang telah dia lewati. “Benar sekali, pamer adalah salah satu tujuan kita hidup karena tanpa pamer rasanya hidup sia-sia dan tidak bermanfaat bukan?” tanya Casilda menambahi. Banyak percakapan yang terjadi di antara mereka di selingi dengan tawa dan juga gurauan yang tidak masuk akal ini membuat mereka tidak bosan sebab tanpa seperti ini ereka tidak yakin akan melewati lembah yang cuam dan dedaunan yang hijau di pagi hari serta sinar mentari yang terlihat sangat indah di pagi hari, sal yang selalu menganung di leher mereka rasanya sangat berat tetapi kalau bersama-sama ini tidak lagi terasa berat, mereka tersenyum dan membuang napas legah karena tengah berhasil melewati lembah yang curam di lihat dari kejauhan. Setelah cukup lama berjalan kiranya ada satu jam di selingi oleh tawa dan juga banyak pembahasan mereka tengah sampai lagi di gubuk, entahlah kenapa selalu ada gubuk di setiap lingkar mereka, tetapi apakah mereka akan berhenti di gubuk ini atau terus melewatui pilihan ada di tangan mereka, tidak ada satu keyakinan yangmembuat mereka ptus asa hanya saja satu keyakinan mereka mana tahu ada banyak makanan di dalam gubuk itu, dan mana tahu ada juga barang-barang yang di butuhkan oleh mereka di dalam itu. “Mengapa kalian berdiri ayo lanjut jangan harapkan kita berhenti di sana, kita akan melanjutkan perjalanan ini dan kita akan sampai di atas gunung paling lambat nanti sore,” ucap Samantha dan pilihan yang dia pilih adalah meninggalkan gubuk itu dia tahu bahwa tidak akan sampai-sampai mereka di tempat yang mereka tuju kalau seperti ini. “Apa yang kamu katakana? Kita akan berjalan melewati gubuk yang pasti ada bakwan dan makanan ringan di dalam? Tanya Rachel dengan tangannya yang tampak mencoba menahan dirinya agar tidak mematuhi peraturan yang diberikan oleh Samantha. “Pilih saja. Kamu pergi ke gubuk dan jangan ikuti kami atau kamu memilih meninggalkan gubuk dan sampai di atas gunung dengan waktu yang kami targetkan,” tawa mereka bertiga dengan smirk khas jahatnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD