Tidak seperti yang mereka duga ternayat usut di balik usut orang tua meiliki kendala dalam mengurus seriap anak mereka, entahlah mengapa mereka cenderung membuat segala kesalahan itu kepada anak mereka, apakah mereka tahu bahwa ini adalah salah satu kesalahan yang fatal? Mereka tidak melihat mental anak mereka yang sepertinya telah tercabik-cabik oleh segalanya .
Seperti halnya dengan wajah Robert serta anak gadis itu dia tidak yakin apakah semua ini nnakan berjalan sesuai harapan yang dia inginkan tetapi satu hal yang dia ucapkan rasanya akan menjadi sebuah keutuhan yang tampak lebih dalam.
“Apa maksud anda mengatakan seperti itu?” tanynya dengan wajah yang tampak risih dengan perkataan itu.
“Tidak, namun saya hanya ingin mengatakan bahwa anda terlalu mengangap bahwa semuanya dapat di beli dengan uang dan kekuasaan, apakah anda mau marah?” tanyanya dengan wajah yang tampak lebih menantang lebih keras lagi.
“Mulut kamu tolong di jaga kamu masih anak kecil maka dari itu saya tidak menjebloskan kamu ke polisis biarkan saja semua ini hanya kesalahpahaman dan kamu harus meminta maaf kepadaku sekarang juga,” ucapnya tanpa pikir panjang karena dia rasa perempuan tengil ini akan mau.
Tapi di luar dugaanya kali ini dia memberikan sebuah hal yang paling menjijikkan selama ini, dia yakin bahwa kali ini dia harus membawa si wanita bodoh dan tengil ini ke tempat yang lebih memalukan lagi dia tahu bahwa orang di sekitar mereka akan mendapatkan uang yang lebih banyak kalau mereka mau membuat semua ini terasa lebih seperti sebuah rencana.
Bola mata mereka saling beradu kuat di dekat mobil itu gadis polos masih penuh dengan harapan itu dia yakin bahwa semua ini akan menjadi kekacauan yang besar tetapi jangan karena dia anak gadis dia di paksa berbuat yang tidak-tidak dan memungut uang yang bukanhasil keringatnya sendiri, sedangkan dengan Bella dia sendiri kalut menangani situasi ini disatu sisi dia ingin membela gadis ini tetapi di satu sisi lagi dia harus memikirkan bagaimana perasaan dari suaminya kalau harga dirinya sempat di permalukan, bagaimana ini bahkan dia tidak tahu lagi harus berpihak ke mana dia hanya tahu bahwa semua ini kesalahan dari suaminya namun dia mengangap bahwa ini bukan kesalahan dari suaminya.
“Kenapa kamu diam saja? Apakah kamu merasa bahwa ini benar sepenuhnya adalah kesalahan saya?” dan yah sekarang Robert bertanya kepada Bella.
Bella terdiam dia terlalu kaku untuk semua ini dia rasa sekarang mulai saatnya dia berdiri pada kakinya sendiri dan meyakinkan bahwa ini adalah kesalahan dari suaminya, ketika dia ingin membuka mulut namun dia teringat akan kekerasan rumah tangga yang dahulu dia dapatkan sewaktu dia mencoba jujur kepada mertuanya akan sikap dari lelaki itu kepadanya, dengan ancaman yang sangat besar dan juga mentalnya yang perlahan mulai hancur dari situ dia tidak yakin melakukan semua ini dia terdiam meratapi ke depan dan mencoba bahwa ini bisa menjadi lebih baik.
“Apakah yang kamu katakana tadi? Sudah jelas bahwa suami saya dalah orang yang berwibawa namun kenapa kamu masih umur jagung sudah menantang? Tahu apa kamu!” dia malah mengertak wanita itu dan sekiranya ini tidak membuat sakit hati wanita yang berada di depan itu.
Dengan wajah masam dia kira tadi wanita ini adalah wanita baik-baik namun setelah mendengarkan penjelasan langsung dari muluitnya rasanya dia ingin membuang jauh-jauh mereka berdua dan satu keluarga mereka yang penuh dengan mulut yang basi dan kemunafikan rasanya ini akan membuat dunia terasa semakin longgar dan sampah-sampah bisa menjauh dari permukaan bumi ini, bukankah itu lebih baik? Dan saat Ini si wanita itu mulai bergerak lebih cepat dia berkata hal yang lebih indah lagi membuat Bella merasa bahwa dia sama sekali tidak lagi berguna, dengan pelan dia juga ikut menundukkan kepalanya karena saking malunya dia tidak lagi sanggup untuk menoleh ke samping atau apapun itu dia malu punya hari yang seperti ini, punya jabatan tetapi tidak ada muka sama saja dia membuang harapan dia untuk segalanya.
“Kenapa, anda kenapa menunduk apakah anda merasa anda bersalah atau saya yang terlalu dewasa untuk anda?” tanynya dan mencoba berjalan supaya mendekati kaca dari Bella.
Bella terdiam dan menoleh ke samping saat si wanita tengil itu mengetok kaca pintu mobil itu dan berkata,” buka, mari kita selesaikan ini secara benar saya mau ke kantoor polisi dan menangung jawapi semua kerugian dari mobbil kalian,” ucapnya saat itu dan diamembuat semua pemilik kendaraan itu terkejut mereka kembvali menoleh ke belakang tepatnya kea rah mobil dari wanita tadi.
Pantasan saja dia berani ke polisi mobilnya saja lebih cantik dan juga berkelas seperti yang ada di iklan, mereka hanya bisa menundukkan kepala dan tersenyum kikuk ternyata wanita ini ukan sembarang wanita maka jel;as dari situ mereka hanya bisa menamai ini suatu keberuntungan di tengah masalah yang tampak lebih runyam.
“Kalian boleh pergi sekarang ingat jangan pernah merendahkan harga diri kalian hanya karena uang dan ingat bahwa saat ini kalian bisa menerima tip itu tetapi harga diri kalian sudah di cap rendah oleh kedua manusia yang tidak tahu diri ini.”
“Ingat pilihannya berada di tangan kalian, bahkan saya baik memberikan pilihan kepada kalian.”
“Ambilah, dan siap-siap harga diri kalian hancur setiap bertemu dengan kedua orang ini, karena menurutnya harga diri kalian serendah itu,” ucapnya dan tersenyum mengeluarkan smirk khasnya yang sungguh sangat tajam.
“Apakah yang mereka katakana itu benar?” tanya beberapa orang yang kepercayaan diri mereka mulai goyah saat sedari tadi mereka mengatakan seperti itu.
“Baiklah saya hitung sampai tiga kalian pergi atau ikut ke pengadilan untuk semua ini, maka saya berikan waktu bukankah saya cukup baika?” tantangnya sekali lagi dengan tawa yang terdengar seperti tawa yang kekurangan kasih sayang.
“Dia benar-benar membuat aku takut, mari kita pergi daei tempat ini dan tinggalkan uang yang tidak seberapa ini,” ucap mereka dengan raut wajah yang ketakutamn sekali, ingin rasanya mengahakiri namun tidak bisa karena kali ini mereka butuh uang juga.
Beberapa orang yang tidak peduli dengan uang pergi begitu saja danbveberapa orang tetap kepada pendirian mereka karena tidak mungkin mereka meninggalkan mobil yang tengah rusak parah ini di bengkel yang cukup mahal,” Baiklah ini tip nyakami akan menunggu jangan sampai kami berubah pikiran bukan? Dan kamu anak gadis? Bukankah bukan hak kamu mengadili orang tua? Yang terpentingmereka membayar tidak membiarkan kita menanggung semua kerugian ini bukan?” tanynya dengan wajah yang sangat menjengkel;kan sepertinya dia tidak suka melihat sikap dari anak gadis itu.