KEKURANGAN BEKAL

1073 Words
Setelah mengamati bahwa ini akan menjadi lebih bagus apalagi di tengah malam, sepertinya ini akan menjadi salah satu kesempatan bagi mereka berdua untuk dapat bertemu dalam satu konsep yang tidak ada pernah terpisahkan, dan ini akanmejadi salah satu pilihan bagi dirinya untuk memilih menjauh dia tersenyum dalam diam dan menutup matanya membayangkan kalau sewaktu-waktu dia akan bisa bertahap di tengah badai tanpa ada dukungan dari ketiga sahabatnya ini, rasanya saat ini Samantha akan bernapas lebih legah kalau dia bisa melihat ketiga sahabatnya seperti ini. “Apakah yang kamu lakukan sekarang ini? Kenapa belum menutup mata? Ayoklah setidaknya tidak ada binatang buas di sini bukan? Yang memakan kita kalau kita berada di tengah hutan ini?” tanya dirinya kepada wanita yang berada di sampingnya dengan senyum yang tidak kalah mekar seperti dedaunan di tenf=gah hutan ini. “Apa yang kamu hawatirkan tentang aku? Lihatlh aku bisa hidup tanpaa ada snak dan aku bisa hidup tanpa kamu,” ucapnde dengan canda tawa yang semakin tidak dia rasakan menyakiti hati Rachel. “Apakah yang kalian permasalahkan lagi?” tawa Elica dia menepuk kedua lengan daridua orang yang tadi sempat saling menyalahkan itu. Beberapa menit kemudian celah mata mereka tidak ada lagi bekas, perlahan namun pasti mata mereka mulai terlelap dan kini tiba saatnya bagi mereka tertidur menjauh dari apa yang mereka pikirkan dan tenang dalam bayangan yang mereka inginkan, dan sepertinya tidak ada lagi perpecahan dalam diri mereka. Dalam sepersekian detik bola mata mereka akhirnya terdiam dan kini mata mereka tertutup entahlah setiap mimpi yang mereka rasakan tidak lagi menjadi masalah, merenungi apa yang terjadi dan yakin bahwa saat ini tidur sampai subuh jam lima akan menjai suau pertanda yang baik kepada mereka berempat, dengan lahapnya mereka sampai tidak takt kalau ada penjahat yang mungkin akan menyakiti diri mereka apalagi kalau sampai saat ini mereka belum siapa siaga dengan waktu seakan semuanya sudah sempurna dana man, mereka akhirnya bisa merasakan semua ini dengan apa adanya. Di sisi lain kali ini mobil berjajar dengan warna yang khas masing-masing dengan lampu yang memiliki kecerahan yang tidak bisa dikatakan tidak bagus, mereka akhirnya bisa menatap ke depan dengan tatapan bagus denga nisi percakapan yang sepertinya sedikit berbobot kedua orang tua itu memikirkan bagaimana nasib dari anaknya yang tidak pernah memberikan kabar kepada mereka, entahlah apa yang terjadi jika saat ini mereka tidak memberikan kasih sayang mungkin anak mereka akan jatuih dalam segala marah bahaya dan untung saja sampai saat di mana belum sadar anaknya meminta untuk pergi. “Apakah yang kamu takutkan entang dia? Sadarlah putri kamu sudah dewasa dan dia sudah bebas tidak mungkin lagi kamu mencoba membuat kepercayaan diri yang dia puya hilang bukan?” tanya Robert ayah dari Samantha. “Apakah aku terlihat bodoh dan tidak berguna sebagai seorang ibu? Sudah jelas dia kekurangan kasih sayang dia terlihat bosan dengan seperti sikap kita ini, apakah kamu tidak merasa bersalah dengan apa yang kita lakukan?” tanya Bella selaku ibu Samantha. Dengan kepercayaaan diri yang kurang dia merasa bahwa saat ini dia memang bersalah namun apakah dia sanggup untuk mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah, selaku dia adalah pimpinan dari keluarga itu bahkan dia yang salah akan merasa benar di hadapan ibu dan putri satu-satunya dia sadar bahwa kesibukan yang merenggut semua waktu dan kasih sayang itu membuat semuanya berjalan tidak baik, maka dari itu Robert mengelengkan kepala dan tersenyum menganguki bahwa dirinya tetap tidak akan dikatakan ersalah selagi dia masih bisa memenangakan argument ini maka dia akan mengatakan semua ini milik serta kekuasaan yang dia miliki. “Apakah yang kamu inginkan?” tanyanya dengan wajah yang tampak sama sekali tidak bersalah. “Tidak, namun aku sebagai seorang ibu merasa tidak yakin bahwa ini semua akan berjalansesuai rencana kita bagaimana kalau anak kita sampai terjerumus ke hal-hal yang berlebiha seperti pemakaian sabu?” khawatir ibunya terlalu dalam untuk sebuah kasih sayang yang kurangf. “Kamu lucu, kamutelah sadar bahwa kamu telah memberikan sebuah kesalahan melalui kasih sayang lantas apakah yang kamu sesalkan? Bukankah ini pilihan karir yang kamu inginkan? Lantas kalau dia seperti ini sudah menjadi salah satu akibatnya maka satu kata yaitu pasrah dengan keadaan yang kamu alami,” ucap Robert seakan dia mengatakan bahwa saat ini menjadi sosok ibu dalah salah satu kewajiban yang harus dia penuhi. “Iya tetapi kamu juga ayahnya apakah kamu tidak boleh memberikan dukungan kepada putri kita? Dia bukan satu-satunya menjadi hak dariku dia sudah menjadi milik kita berdua sejak malam itu,” ucap Bella dengan rambutnya yang acak-acakan. “Lantas apakah yang kau sesalkan? “ bentaknya dengan menginjak pedal rem di tepi jalan tol yang angat ramai itu. Tiba-tiba juga mobil yang berada di belakang itu otomati mendadak menganjak pedal rem, dan kini mereka berhasil menguncang emosi dari setiap pemilik mobil itu dengan marah mereka menekan klakson mobil itu dan yang pasti ada yang sampai keluar dari mobilsaking tidak terimanya mereka dengan kejadian yang terjadi mala mini mereka mencoba untuk meminta ganti rugi yang besar akibat ulah mereka mobil ini sampai lecet. “Apakah kalian masih sadar? Segera kembalikan semua ini dasar apakah kamu masih pengemudi yang belajar dan sok tahu akan segalanya?” tanya dengan suara yang besar dan mencoba memakan hidup-hidup Robert saat itu. “Maafkan saya, berapa ganti rugi yang kalian minya segera tulis ceknya di sini dan nomor rekening masing-0masing,” ucapnya dengan entang sama sama sekali merasa bersalah. Dengantawa yangsigap ada beberapa yang segera menuliskannya dan yang satu lagi terutama anak perempuan yang terlihat seperti anak kurang belaian dia daytang dengan tangan yang mengusir semua orang yang sudah lahap menuliskan berapa nominal uang yang mereka inginkan, dengan wajah yang muram anak itu membuat segalanya terasa nyata apalagi untuk mereka yang berdebat saat itu tentang topik yang mereka bahas. “Hey, apakah di dunia ini akan selalu membahas akan uang dan harta? Saking banyaknya uang kalian bahkan tata karma tidak lagi kalian ingat?” tanya wanita itu dia membuang permn karetnya sembarang sebagai rasa tindakan dia yang tidak pernah dia suka. “Apakah kamu menginginkan lebih uang itu? Jangan berpura-pura tidak membutuhkan uang anak kecil karena dari gaya kamu sekarang ini kamu masih menginginkan kebutuhan yang banyak bukan. Maka dari itu tuliskan minimal yang kamu butuhkan,” ucapnya dengan begitu enteng dan membuat anak gadis itu membuang air liurnya. “Entahlah apakah kalian kira dengan uang itu kalian bisa memberikan aku kasih sayang? Atau malah selebihnya? Kalian bisa mengajarkan aku tata krama?” tanyanya dengan smirk khas yang terpadu nyata dengan malam yang sangat pekat itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD