DUNIA PERJALANAN

1010 Words
Tidak bisa bersama setelah sekian lama setidaknya sekarang ini mereka bisa bersama beberapa detik berlalu dan kali ini mereka masih terus berdangsa, entahlah kali ini. Dedaunan juga ikut menarik, sekarang ini Samantha dengan Casilda juga yakin bahwa dengan melakukan perjalanan akan melakukan sebuah kenangan manis di hari yang akan datang, dia tersenyum di dalam hati berbisik dengan kekuatan mereka sekarang ini. 'Saya tahu bahwa semua ini sulit bagimu tetapi apakah semua ini bisa berlalu dengan cepat?' tanya wanita itu dengan wajahnya yang tampak lebih letih saat bermain. "Trimakasih Tuhan karena sampai saat ini kami bisa bersama dan kami juga yakin apakah saat ini aku juga bisa membawa mereka pulang,' dia terdiam dan melepaskan tangannya dari genggaman tangan tadi. Semua orang menatap ke arah dia, dia juga heran entahlah kenapa sekarang ini dirinya masih terlihat seperti orang bodoh dia tidak yakin apakah dengan seperto ini dia tenang dan melupakan selalu apa yang terjadi di masa lalu. Kini, sekarang juga tidak ada kata lain selain kata diam kepada mereka bertiga dengan diamnya Samantha sekarang ini membuat Elica, Casilda,dan juga Rachel membuat diam. Dengan duduk perlahan yang di pimpin oleh Elica dia terdiam dan dia yakin bahwa ini mengenai masalah dari si lelaki yang juga wanita yang melahirkan anak tetapi tidak berpikiran untuk waktu yang mereka berikan, dia tersenyum dan menarik ketiga tangan temannya agar ikut juga. Tanpa ada sedikit rasa untuk mengenang, setidaknya sekarang ini mereka tahu apa yang akan terjadi, hanya memandang ke depan dan hanya tahu apakah isi pikiran mereka masing-masing. Tatapan lurus ke depan dan juga tangan yang saling memeluk lutut masing-masing, saat ini mereka berbicara dengan pikiran masing-masing. Ketika Casilda sekarang ini berpikiran tentang masa depan dia hanya berpikir seperti ini. "Apakah di masa depan aku akan mati dengan sangat mengerikan? atau aku akan menikah dengan lelaki yang aku suka?" "Apakah ini? semua ini adalah hal yang aku inginkan tetapi apakah sekarang ini aku layak berharap untuk semua ini?" tanyanya sekali lagi. Dan untuk di wanita yang saat ini menutup matanya dengan tangan yang masih memegang lutut siap saatnya dia berkata tidak perlu di dalam hati sekarang dia harus melakukan semua ini dengan suara yang sangat besar. "Aku akan memaksimalkan me jadi pribadi yang lebih besar di masa depan lagi, karena itu aku suda bekerja keras dan berusaha semaksimal mungkin," dia berteriak dan memastikan teriakannya itu tidak ada yang mendengarkan sama sekali. "Apakah dia bodoh, kenapa dia harus berteriak?" teriak Samantha sehingga mengundang gelak tawa yang sangat besar sekali. "Tidak apa-apa di masa depan kita akan menjadi hal yang murni dan pribadi yang lebih dewasa, suatu kebaikan yang sangat sempurna bukan?" Teriak wanita itu yang tidak lain adalah Rachel. Mereka mempunyai seribu satu mimpi uang hendak akan di minta kepada Tuhan, punya seribu satu harapan yang di dalamnya juga. Di sisi lain kini kedua orang tua dari Rachel mencoba untuk menghubungi anaknya bagaimana bisa sekarang ini mereka nggak tahu apa-apa bayangkan saja kalau terjadi apa-apa kepada anak mereka bisa-bisanya semua ini terjadi kepada mereka. Dengan langkah kaki lelaki itu yang baru saja keluar dari mobil dia tergesa-gesa dan suaranya memangil istrinya dengan suara yang juga keras. "Ada apa dengan kamu, Mas?" tanya wanita itu dengan meminta jas yang tadi di kenakan oleh lelaki itu. "Bagaimana kabar dark Putri kita? apakah kamu sudah mencari tahu ke arah mana mereka pergi?" tanyanya menahan emosi karena ini adalah istrinya. Dengan gelengan kepala mungkin ini adalah jawaban yang sangat memiliki makna yang benar bukan? dia tidak tahu apakah harus melakukan apapun karena di juga sudah mengirimkan beberapa pasukan dari berbagai penjuru, dia yakin dengan bantuan pasukan ini dia bisa melakukan apapun dengan mudah. "Bukankah saat itu kamu juga tahu, Mas bahwa saya selalu berusaha untuk mencari dia tetapi dia belum bisa di temukan lantas mengapa, Mas hati marah kepada saya?" dengan suara yang lemas dia membuat semuanya terasa lebih nikmat sekali. Melukai hati dari istri adalah salah satu hal yang tidak baik, dan itu jelas saja tidak di sukai oleh lelaki itu maka dari itu dia hanya bisa sebatas marah tidak lebih dan tidak kurang, banyak sisi yang dia butuhkan dan banyak kekurangan yang harus dia tutupi. Dengan langkah yang pelan dan juga senyum tipis manis dia duduk di hadapan istrinya di juga memegang kedua tangan istrinya dengan lembut dia berucap. "Lantas aku hanya bisa mengadu kepada siapa sayang?" "Entahlah." "Kenapa? saya hanya memiliki kamu bukan? lantas tidak mudah bagi saya untuk jauh dari sisi anda, yah meskipun saya mau dan suka mencari wanita lain tetapi semua itu tidak penting bagi saya sekali mengikat janji saya akan tepati," dengan ucapan lembut dan tatapan mata sendu wanita tadi merasa bersalah kenapa? karena pasalnya dia hanya bercanda dan bermain dengan waktu seperti angin yang berlalu. Dengan lembut dia mengecup pipi dari wanita yang di depannya sedangkan wanita itu hanya membalas pada kening saja,"apakah suda cukup?" tanyanya memberikan satu hal yang baik. "Tidak, saya hanya ingin membuat kami merasa lebih dekat dengan saya tidak terasa setelah sepuluh tahun lebih cinta masih belum pudar dan kita masih bersama, terimakasih." Kenapa malah ada adegan romantis dalam kamus mereka, entahlah mereka hanya bisa tahan senyum dan tahan segalanya ada banyak hal yang di tahan termaksud kaki dari ayah Rachel sekarang ini yang sudah tidak tahan lagi. "Hey, kenapa dengan kalian?" tanya seseorang di seberang sana. Dan sekarang di bersyukur karena suara tadi berasal dari televisi entahlah tiba saatnya bagi dia mengucap trimakasih kepada wanita itu. "Itu hanya televisi, Mas lantas apakah kita akan melanjutkan malam ini atau malah pergi tidur?" tanyanya dengan alis mata yang dia turun naikkan. "Apakah kamu memilih obsen kamu sendiri?" tanya lelaki. itu dengan wajah yang mengajak penuh permainan hari itu. "Tidak peduli entah itu bersama kamu atau tidak, tetapi harus bermain." Mereka berdua segera menaikkan apa yang dikatakan dengan pertimbangan entahlah sedari tadi mereka hanya memikirkan masalah putri tetapi kenapa ujungnya malah seperti ini? kenapa mereka malah memilih bersama kesenangan yang tidak ada duanya. "Baiklah ini kami yang meminta lantas saya tidak dapat mengatakan apa-apa bukan? selain berjalan dengan segala rasa dan hasrat ini." Tawa mereka berdua dan segera melakukan yang lebih inti.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD