BUKAN HAL BIASA

1022 Words
Wajah kedua orang itu masih tetap beku dan juga bisa dikatakan kaku. Bukan tentang apa-apa namun satu hal yang pasti mereka tahu yaitu sebagaimana mereka bisa menertawakan apa yang ada di dalam hati itu. "Apa yang kamu inginkan?" tanya Casilda dengan wajah yang sedikit canggung. Menoleh ke samping adalah salah satu hal yang baik bagi Elica dan juga Rachel kali ini mereka tidak juga merasakan apa yang di maksud oleh kebohongan. Dengan menarik napas ke dalam dan sepertinya ini akan menjadi suatu kegiatan yang baik membuat klimaks yang menarik untuk sebuah oportunity. "Apakah yang kamu lihat? kenapa pandangan kamu seperti itu kepada aku?" Rachel bertanya. "Entahlah, saya juga tidak yakin akan mengatakan apapun kepada kami lantas apakah saya harus berucap Terimkasih?" tanya Elica dengan gelengan kepala yang sepertinya akan membuat dia lebih merasa nyaman. Sepertinya sekarang Samantha merasa bahwa sekarang ini dirinya benar-benar berada di luar batas dia terlalu kecewa dengan semua ini dia menerima dirinya yang sangat besar dalam sebuah potensi diri, dia membawa kedua temannya di dalam bait yang tidak kalah biasa. "Lihat, itu ada awam dengan kecerahan yang menakjubkan, bahkan saya tidak bisa mengatakan itu sebuah kekompakan yang paling benar bukan?" Mata mereka berdua saling menoleh satu sama lain mungkin ini bukan satu perihal yang biasa-biasa saja tetapi ini luar biasa, melihat ke sekeliling tidak menyangka bahwa mereka tengah sampai di ketinggian yang paling spesifik ini. Mereka menatap ke depan dan menghela napas dalam sepertinya bukan hal yang sangat penting lagi bagi mereka kalau mereka seperti ini, entah itu menghela napas dan juga saling buang air kecil di depan teman masing-masing itu adalah salah satu hal yang baik bagi mereka. Seorang sahabat jika hal yang biasa di sebut luar biasa adalah salah satu hal yang patut di katakan baik dan seorang yang tidak baik di katakan baik adalah hal yang tidak masuk akal. Di sisi lain sembari menikmati angin dan juga segalanya sekarang ini dia merasa bahwa saat ini benar adanya sesuatu hal yang baik, mereka memutuskan akan berada di ketinggian ini selama di waktu yang mereka inginkan. Banyak kenangan yang belum bisa ditemukan dan banyak juga peristiwa yang ingin mereka kenang entahlah semuanya berjalan tidak sesuai dengan hasil mereka. "Kenapa kamu seperti ini?" tanyanya dengan suara yang sendu. "Baiklah, mari kita tidak saling menolong jauhi kata saling mengasihi dan berikan sisi yang baik kepada masing-masing pribadi bukankah itu adalah perihal yang kita inginkan?" tanya Elica. "Iya, tetapi untuk tidak saling peduli satu sama lain mungkin tidak baik tidak bisa di jadikan acuan bagi kita, apakah kamu mau?" Rachel kali ini yang bertanya demikian. "Yah, entahlah aku tidak bisa berkata apa-apa beda dengan kalian yang mempunyai seribu satu bahasa yang sangat fenomenal," Casilda menggeleng kepala dia tidak tahu lagi harus mengatakan apapun itu selain keluhan dia tentang ketiga sahabatnya ini. Wajah mereka sepertinya tidak lagi lelah melainkan sungguh lelah, lihatlah mereka sudah terbaring di atas tanah itu mereka juga kadang melemparkan syal mereka ke atas rerumputan hijau itu dengan kecepatan yang sederhana mereka yakin bahwa itu adalah jalan yang benar menuju kemerdekaan hati mereka. Beberapa saat telah berlalu dan kali ini wajah dari Robert serta Bella masih tetap santay pasalnya banyak persoalan yang mereka hadapi dan bisa di definisikan bahwa mereka tidak akan pernah bisa mendapatkan masalah selagi ada uang, bukan kah kelak mereka akan seperti itu? Ada uang maka kamu akan berkuasa dan segalanya di atas kamu banyak sekali peristiwa yang akan terjadi di dalam kehidupan kedua orang itu antara Harta cinta dan juga benda, entahlah ini akan menjadi suatu perihal yang menarik untuk di bahas kalau membahas akan uang dan juga kekuasaan. Robert tidak mau mengalah akan segala ini perkara yang dia lewati tentang Samantha yang belum pulang ketika Bella mengusiknya dan dia benar saja tidak setuju dengan apa yang dikatakan Bella kali ini. "Apakah yang kamu katakan tentang dia?" bentak Robert dengan tendangan kaki yang hampir menjatuhkan di ke dalam curang di dalam kehidupan dia. "Aku tidak mengatakan apapun, namun apakah kamu tidak akan peduli dengan seperti ini?" tanya Bella dengan nada suara yang membentak. "Aku, hanya ingin mengatakan kepada kamu bahwa apapun yang dia lakukan di luaran sana saya tidak akan pernah peduli dan tidak akan pernah menganggap dia ada, karena bukankah yang kamu lihat sekarang ini dia bisa bebas da terdidik tanpa kita?" Yah, Robert benar-benar ayah yang tidak tahu terimakasih putrinya sudah tumbuh sebesar ini dan dia berani mengatakan seperti itu? di mana hati nurani seorang ayah seperti itu? dan kenapa sewaktu dia memutuskan untuk memberikan janin kepada istrinya kenapa dia tidak pernah berkata seperti itu? Orang tua benar-benar tidak yakin bahwa semuanya akan berjalan sesuai dengan kehendak mereka tetapi salah satu hal yang pasti mereka lakukan yaitu terdiam dan memulai hal yang menghancurkan kekayaan mereka di masa yang akan datang. Bella dengan wajah lemas dan tidak berdaya sama sekali dia hanya pasrah untuk waktu ini dia yakin bahwa semua ini adalah hal yang lumrah sekali. "Apakah kamu tahu sekarang kenapa saya selalu mengalah demi anda?" Bella akhirnya berdiri dari duduknya setelah tadi mencoba untuk diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh suaminya kepada putrinya. "Yah, katakan apa yang membuat kamu selau mengalah," ucapnya. Tetapi belum sempat Bella membuka mulut lagi-lagi Robert mengatakan bahwa dia adalah hal yag paling benar tidak pernah salah dia memberontak dengan apa yang akan di katakan oleh istrinya karena dia tahu kekuasaan dan kekuatan hanya berada di tangannya. "Apakah kamu ingin mengatakan ini demi Samantha lagi?" tanyanya dengan nada yang memberontak. "Iya, aku benci dengan sikap kamu yang seperti ini selalu saja membuat aku muak dengan sikap yang berlebihan kamu seandainya dia tidak ada maka kita tidak akan bertahan sampai di titik ini bukan?" gertaknya dan dia akhirnya memuaskan apa yang ada di dalam hatinya selama ini. Menahan rasa benci lebih hebat dari menahan rahasia yang datang mencengkram dirinya. Dengan nada tertawa yang terdengar sangatlah leluasa kali ini wajah dari paparan Bella semakin kuat saja dia sudah yakin akan melawan lelaki ini dia sudah berpasrah dengan keadaan rumah tangga mereka. "Apakah kamu mau kita bercerai?" Deg, jantungnya berdebar tak kalah besar dan gugup dia takut bahwa ini akan benar-benar terjadi tetapi di satu sisi dia belum siap sama sekali.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD