MUNGKIN PULANG

1023 Words
Sudah saatnya mereka membicarakan dalam hutan apa yang akan mereka lakukan dalam beberapa hari yang akan datang, yah untuk mereka yang pastinya nanti akan melanjutkan segalanya mereka harus menyelesaikan ini semua dalam bentuk yang pasti. "Apakah yang akan kalian katakan?" Samantha bertanya dengan kedua bola mata yang tampak cukup familiar. "Apa? apakah kamu bodoh? yah sekarang ini tujuan kita apa lagi?" tanya Elica dengan wajah yang tampak lebih lelah. Yah sepertinya ini adalah perjalanan yang paling memuaskan yang pernah mereka jalani, berpergian seperti lelaki yag melakukan petualangan dan lebih asiknya lagi tidak ada lelaki yang menemani perjalanan mereka. Awan yang sangat cerah berada di atas gunung adalah salah satu pilihan yang datang kepada mereka, ini sungguh luar biasa tidak ada yang bisa membuang semua kenangan ini kelak nantinya. Bukannya tidak apa-apa tetapi sekarang mereka memilih mengambil foto dari pada melakukan hal yang konyol dengan teriak-teriak yang tampak lebih Waw sepertinya. Sekarang ini mereka telah beres-beres pasalnya akan pulang, setelah sekian lama akhirnya saat ini mereka dapat mengatakan kata pulang, semua barang telah di masukkan ransel yang dahulunya sangatlah besar kini sudah berubah menjadi kecil, semua bahan pokok makanan mereka telah pergi dan juga sepertinya ini tak lagi akan menjadi hal yang susah. Seperti yang kalian lihat, saat ini tidak ada lagi kata cukup untuk mereka nafas yang ngos-ngosan dan juga berat badan yang berkurang pastinya mereka yakin bahwa kali ini berjalan di tengah malam bukan lagi mejadi sebuah kesalahpahaman tetapi hal yang paling mengejutkan adalah sebuah kebetulan di saja kalau mereka tiba-tiba kenyang, bukankah begitu? "Kenapa kalian malah berhenti di tengah jalan? apakah kita akan kembali melakukan pameran selanjutnya?" tanya Casilda tiba-tiba dia melihat ketiga temannya itu berhenti di belakangnya. Dengan nada yang pelan, Samantha kali ini yang mengangkat bicara, dia juga yakin bahwa saat ini semuanya akan berjalan dengan lancar ketika dia berada di posisi paling di butuhkan, bukankah seperti itu? "Apakah kamu tidak capek? Yah setidaknya kalau kamu tidak capek, coba tenangkan pikiran kamu dan mari kita lakukan apa yang pantas kita lakukan, bukankah begitu?" tanyanya dia hadir dalam di ikatan sel yang tampak lebih sempurna lagi. Dia menatap ke depan dengan tatapan heran pasalnya sejak kapan Samantha bicara banyak, ini tidak akan menjadi hal yang biasa saja ini bahkan melebihi luar biasa, maka dari itu Casilda yag sedang berdiri perlahan dia mulai menduduki tanah yang tampak berumput itu. "Tidak ada yang memaksa kamu bukan untuk duduk lantas pergi saja dengan rangsel mu itu" ucap Elica ketika dia melihat perubahan yang di berikan oleh Casilda. Wajah Casilda sepertinya yang sekarang ini mencoba memahami tetapi apakah yang dia lakukan, hany Anisa merendahkan hati dan juga mengelus kening kepalanya kenapa dia bisa sebodoh ini, setelah dia pikir-pikir kembali dia ternyata bodoh kenapa mengikuti dengan mudahnya perkataan dari Samantha ini, entahlah namun yang pasti saat ini dia sudah muak dengan perilaku yang tengah terjadi itu. Di sisi lain kali ini mereka tidak menyadari sama sekali, apa yang tengah terjadi di dalam ransel milik Samantha sepertinya ini bukan perkara tetapi sebuah dinamika yah sinar yang dia berikan saat ini sepertinya terlihat sangatlah damai, mengeluarkan banyak sekali respon yang terlalu berkilau sekali. Di dalam ransel Samantha dan kali ini mereka pasti tahu bahwa apa yang terjadi akan menjadi sebuah malapetaka atau pembawa keberuntungan, wajah mereka berempat sudah merasa ada yang tidak benar lagi tetapi apa yang akan mereka lakukan sebelum menatap semuanya dengan jelas? "Apakah yang kamu lihat?" tanya Samantha karena dia juga belum sadar akan sinar itu. Tidak ada yang menjawab karena sekarang ini sadar atau tidak sadar mereka pasti akan melihat apa yang akan terjadi tidak perlu lama lagi hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa menit rasanya kedipan mata mereka rasanya tidak lagi bisa seperti ini. Mereka mengedipkan mata dan sepertinya ini akan menjadi perjalanan yang paling cepat mereka rasakan, sudah terjebak dalam ilusi frame yang tampaknya lebih bahagia mereka tidak lagi memikirkan tentang apapun itu malahan sekarang ini mereka memilih untuk diam dan berjalan dengan cepat. Setelah menuruni gunung itu rasanya sangat cepat bagi mereka untuk sampai, beberapa ratus meter telah mereka tempuh tampah sama sekali keluhan yang besar dan kini juga rasanya mereka tahu bahwa apa yang terjadi adalah sebuah kesalahan yang tidak bisa di toleransi. "Apakah yang kalian lakukan? kenapa sedari tadi kalian seperti ini?" Samantha tidak tahan akan apa yang mereka lakukan hingga dia hanya bisa berperilaku seperti orang hutan di tengah hutan dan manusia di tengah manusia, dia cukup antusias pasalnya saat ini tidak ada kata untuk komentar yang tampak lebih pemilih. Bukan maksud Samantha membentak mereka namun jiwa Samantha hanya ingin mengembalikan jiwa bar-bar yang ada pada setiap temannya itu, dia tidak yakin juga dengan apa yang terjadi karena semua ini akan menjadi perisai di tengah badai nantinya. "Apakah kalian serius tidak mau menjawab pertanyaan yang aku berikan?" keras suara dari Samantha dan dia segera meletakkan rangselnya degan sembarang di atas tanah yang sepertinya rerumputan hijau tampak lelah sebab air sama sekali tidak akan datang kepada mereka. "Apa?" baru kali ini mereka sadar dan mengangkat bola mata yang tampak lebih antusias. Bukannya apa-apa namun saat ini mereka bahkan tidak yakin untuk sebuah ucap tanpa tindakan, mereka mencoba mengembalikan mood dari wanita yang sedang datang bulan kelihatannya tetapi saat ini dia mencoba untuk menatap ke depan dengan tatapan paling dalam. "Apakah yang terjadi kepada kami Samantha kenapa sedari tadi wajah mu tampak belepotan," Casilda berbicara. Dengan wajah dan juga ekspresi yang tampak tidak menyangkan, Samantha tertawa besar dia tidak sadar bukankah saat ini sudah menjadi salah satu keputusan yang besar baginya untuk dapat menerima perilaku yang berbeda dari kedua anak yang di depannya ini? "Astaga, apakah aku yang terlalu sombong atau baik, atau apapun itu namun apakah kalian tidak akan merasa bersalah kepada aku?" geram Samantha dengan tangan yang mencoba dia tahan agar tidak kelepasan semuanya. "Tidak, maafkan aku kenapa kamu menjadi posesif seperti ini, tolonglah kami juga tidak mampu mengatakan kalau kamu adalah sebuah kesalahan," ucap Rachel dia malah ambigu untuk semua ini. Dan yah sepertinya mereka belum berhasil membujuk wanita yang sedang datang bulan ini kelihatannya, dia hanya tahu dan diam untuk beberapa menit, mungkin hanya Sengara tidak akan lama. Karena dia hanya kecewa kepada ketiga sahabatnya ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD