Udara terasa sangat sejuk untuk saat itu beberapa pemandangan dedaunan yang tampak melambai-lambai ke sana kemari mencoba untuk menarik semua isi pemandangan dengan lebih jelasnya mungkin tidak juga ada beberapa hal yang perlu di di nikmati dan ada juga beberapa hal yang tidak perlu untuk di lihat.
Bola mata Samantha mendadak hampir ingin keluar dia tidak tahu mengapa saat ini semuanya terlihat sama di mata dia, yah dengan pakaian jeans yang dia kenakan saat ini dan juga dengan wajahnya yang tampak memakai make-up dia mengatakan ini adalah sebuah saat-saat di mana dia bebas tetapi hatinya tidak ingin mengatakan dia ingin bebas.
"Saya tidak menginginkan semua ini saya hanya ingin bersama kedua orang tua saya, pergi ke pesta tanpa ada jiwa paksaan," dia hampir membersihkan wajahnya saat itu tetapi tidak bisa karena semuanya ini permintaan dari ibunya.
Dan jelas saja ibunya tidak terima dengan pakaian yang dikenakan oleh putrinya ini, apakah ini ajang untuk melepaskan masa-masa muda yang tidak berharga? atau apakah ini adalah sesuatu yang tidak baik untuk dilakukan sekarang wanita?
"Apa-apaan kamu, Nak kenapa memakai pakaian seperti itu?" dia memutar badan anaknya dan Samantha mengiyakan ketika badannya di putar
"Ayolah ibu ini memang acara apa sehingga aku harus memakai dress yang cantik dan juga rumit itu?" tanyanya dengan wajah yang tampak lebih lelah dengan semua itu.
"Apakah ibu tahu kenapa aku seperti ini?" bisiknya setelah f tengah perjalanan menuju lokasi kamarnya.
"Ada apa, jangan berbisik-bisik ayah kamu masih berdiam di dalam kamarnya hanya untuk membujuk kamu supaya ikut," ucap Bella dia menatap wajah anaknya dengan tatapan horor.
"Setidaknya ibu tahu bukan bahwa aku tidak suka memakai pakaian yang rumit dan ibu juga tahu dengan seperti ini aku, bahkan sudah terlihat jelas aku cantik," bibirnya dia muncung-muncungkan dan lebih tepatnya dia mengatakan ini adalah sebuah kecantikan alami yang datang saat dia lahir.
Akhirnya dia memakai dress berwarna blue ice itu dia menjadi seorang wanita yang tampak lebih bisa di sayangi dan dia juga tidak tahu mengapa tiba-tiba dia suka memakai drees ini dia keluar dari kamarnya dan wajah pertama yang dia lihat di situ adalah ayahnya dan juga ibunya yang menatap dirinya dengan pelototan mata yang begitu super duper tajam.
"Astaga kenapa kamu secantik ini ? kenapa kecantikan kamu melebihi batas?" resah Bella ketika dia melihat Putrinya benar-benar sudah dewasa.
"Astaga kenapa juga putri ayah seperti ini, cantiknya luar biasa dan melebihi batas,"dia memegang lengan dari putrinya namun dengan wajah yang secara spontan Samantha hanya mengiyakan semua itu dia menepis tangan itu.
"Ayo, kita berangkat kecantikan ku ini terlalu indah kalau hanya berada di dalam rumah saja."
Dia tersenyum dan berlari seperti anak kecil saja kalau memakai higheels dia sudah biasa dia hanya menginginkan ini semua bercanda dan bermain dengan lingkup yang dia inginkan.
Tidak tahu juga di sisi lain ketiga temanya ternyata ikut mereka sudah sampai di titik pertemuan itu dengan dress warna kuning untuk Casilda dan juga dengan dress hitam untuk Rachel serta yang satu lagi dress warna hijau untuk Elica.
Mereka tampak lebih sempurna dengan ikatan persahabatan itu dengan warna yang sangat mendominasi itu sepertinya ini akan menjadi bahan yang lebih baik dan juga menarik lagi kalau Samantha datang.
Pikiran mereka sudah terbang melayang kenapa? Karena saat ini mereka juga sudah mengetahui apa yang cocok untuk wajah mereka dan apa yang cocok untuk badan rongsokan seperti badan mereka.
Terdengar beberapa percakapan di antara mereka dan tidak ada sama sekali perihal akan beberapa kecaman hanya sedikit polesan saja.
"Apakah yang kamu mau? kenapa saat itu kamu malah memilih untuk berjalan bersama orang yang tidak kamu suka?xm" tanya Casilda kepada Rachel karena dengar-dengar Rachel melakukan kencan buta.
"Apakah yang kamu katakan ini?" Rachel hanya mencoba mengatakan bahwa dirinya tidak baik lagi.
"Ya, berpura-pura itu sangat tidak enak saya bahkan tidak sanggup lagi mengatakan apapun yang terpenting teman saya sudah me dapatkan jiwa yang paling dekat dengan mereka."
Sesaat itu bila mata mereka berhenti bergerak ketika melihat kaki panjang.mukus putih itu dengan memakai higheels berwarna hitam menuruni mobil hitam itu wajahnya yang tampak seperti bidadari membuat semuanya terdiam.
Yah dia keluar dengan cara yang elegan dan dengan ayah ibunya yang berada di samping semua orang akan mengatakan bahwa keluarga mereka harmonis karena setiap keluar pasti saja mereka terlihat senang dan juga happy seperti tidak ada masalah saja.
"Apakah itu Samantha?" gumam Rachel mengedor tangan dari wanita yang berada di sampingnya.
"Dasar mahluk sialan kenapa dia bisa lebih cantik dari pada aku?" Casilda mengumpat karena ini adalah wanitanya dia hanya ingin terlihat cantik saat Samantha tidak ada di acara undangan sepeti ini.
Yah itu adalah Samantha bayangkan saja dia hanya berjalan tetapi sudah menarik perhatian para lelaki itu dia juga tidak tahu mengapa saat ini dirinya terlihat tidak menginginkan wanita itu
Samantha pergi menyakini tangan dari semua karyawan dan juga rekan kerja dari ayahnya dia juga tampak sopan tidak seperti yang dilakukannya kepada ke empat sahabatnya yang berada di sudut seberang sana. Dia menyalimi dan memberikan senyum yang manis saat itu.
Tidak di sangka ada salah seorang pengusaha mudah yang sudah lama melihat wajah Samantha tetapi kali ini lebih mendebarkan dia datang dan menyalimi tangannya buka kah ini terlalu berlebihan? jantungnya kembali lagi berdebar tak kalah cepat dia tidak tahu harus mengatakan apapun itu kepada sosok Samantha yang terpenting dia bisa menerima udara yang di bawa oleh Samantha.
Sepertinya Bella tahu apa yang di pandang oleh lelaki tadi yaitu putrinya tatapan itu tidak seperti biasanya dia berdehem dan memberikan waktu kepada mereka berdua.
Samantha juga tidak tahu kenapa hatinya berdegup seperti ini dan jantungnya benar-benar sudah spot jantung wajahnya memerah lelaki ini adalah lelaki baik yang pernah menolong dia dari kejadian beberapa bulan yang lalu.
Lantas karena masih ada waktu untuk berbicara basa-basi dia segera melangkah lebih cepat beberapa orang tepatnya lelaki yang melihat itu cemburu mereka tidak terima tetapi mau mengatakan apa lagi mereka akan berjalan sesuai dengan kemauan alam yang memaksa.
"Nomor ponselmu bisa aku minta?" dia membuka ponsel nya dan mencatat dengan baik nomornya jangan sampai salah ketik.
"Boleh,"senyumnya manis sekali mampu membuat lelaki itu tidak lagi bisa berpikir jernih dia juga tidak tahu menyimpan hapenya di mana lagi.
Rasa ketar-ketir seketika melanda hati kedua orang itu. Bola mata itu kembali lagi menelan keindahan satu sama lain.