Dia tidak menginginkan apapun itu sebuah harta ataupun kekuasaan namun dia hanya menginginkan suatu kasih sayang supaya dia bisa hidup dan mengatakan bahwa hidupnya berharga.
Dia menatap ke depan dengan tatapan wajah yang tampak lebih dingin dia merasa bahwa kali ini sikap dia kepada Robert adalah salah satu hal yang bagus dia juga mengatakan bahwa ini adalah sebuah kesalahan yang tidak di sengaja.
"Kenapa sekarang ini kalian berbuat seperti apa yang tidak saya mau?" tanya Samantha dia mencoba untuk mengatakan bahwa sekarang ini satu hal yang dia inginkan.
"Apa? apa yang tidak kami lakukan kepada kamu? harta? Sekolah tinggi? dan juga dengan kekayaan?"
Tanya Robert dia juga menoleh sembari membuang air liurnya ke arah istrinya, betapapun sekarang ini wajah dari Samantha sangat jijik ketika melihat wajah dari Robert, dia hanya mengatakan bahwa sekarang ini diam memang bukan pilihan tetapi ini akan menjadi suatu masalah bagi dirinya kalau dia seperti ini.
"Untuk apa kamu berbuat seperti itu?" tanya Bella kepada orang yang berada di sampingnya.
"Saya tidak akan seperti ini kalau anda salah mengajarkan anak cara menghormati orang tuanya Bagaimana," ucapnya saat itu dan dia malam membalikkan kembali situasi lagi.
Bukan tentang apa namun sekarang ini wajah dari Samantha benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dia lihat, bukannya semua ini berubah dengan cepat? dan bukankah beberapa hari ini Robert adalah luka bagi dirinya?
Dia menoleh ke samping dan tertawa hampa rasanya ini lebih sakit dari apa yang dia bayangkan, mempunyai masalah tetapi solusinya terlalu runyam untuk di miliki, dia tahu bahwa kali ini semuanya adalah hal yang tidak baik.
Semenjak saat itu ekspresi wajah dari Bella dan juga Robert benar-benar takut tetapi mereka mencoba untuk tetap diam dan mengatakan bahwa mereka adalah sosok yang benar tetapi apakah saat ini sudah cukup mereka katakan bahwa meminta maaf itu baik?
Samantha pun tidak akan mau menerima minta maaf itu kalau seperti ini, namun bukankah salah kalau mereka melihat sikap seperti ini?
"Mengapa? apakah kalian ingin meminta maaf kepada putri kalian yang malang ini?"
Dia berjalan dengan tangisan yang sudah membasahi pipinya dengan merah dan juga sepertinya ini akan membawa dia ke satu hal yang sangat tidak enak, akan ada pertengkaran di tengah kesulitan.
"Apa? meminta maaf? kalian saja tidak kenal kata mengatakan kata kebaikan bukan?"
Dan yah apa yang ada di dalam pikiran Samantha akhir ini ternyata sudah dia bisa sampaikan dia bebas untuk segala ucapan yang dia katakan, dia terbangun dari segala kesesatan yang dia punya dan dia juga mengatakan bahwa dirinya sukses dalam segalanya.
"Keegoisan kalian bahkan melebihi keegoisan dari seorang politikus bukan?" tanyanya tertawa hampa dengan aliran air mata yang saat itu benar-benar merah.
"Tidak, kami sama sekali tidak berniat untuk mengatakan apapun kepada kami, bahkan kasih sayang kami sudah besar kepada mu bukan?"
Akhirnya Robert membuka mulutnya dia berhasil mengatakan bahwa sekarang ini dia hanya tahu apa yang ada di dalam hatinya mungkin akan membuat segalanya lebih baik.
"Apakah kamu kekurangan uang selama ini."
"Apakah kamu seperti orang yang berada di luaran sana? yang sangat susah untuk makan?"
"Ingat, kami bekerja hanya untuk kamu tidak untuk siapapun."
Ucapnya saat itu seolah dia bersikap seperti seorang ayah yang baik dan juga seperti panutan bagi keluarga mereka tetapi untuk apa sekarang ini seorang Robert mengatakan seperti itu? dia saja tidak tahu kenapa ketika Robert mengatakan itu hati dari Samantha menolak dengan tegas semua halnya.
Samantha masih tertawa dia yakin bahwa kali ini dia tahu apa yang akan dia lakukan, dia bebas karena dia juga mengetahui ini sebuah sikap yang baik.
Dengan langkah yang sangat pelan dia melingkarkan tangannya pada pergelangan pinggang Robert, sehingga Robert sendiri tidak tahu harus mengatakan apapun itu dia hanya tahu bahwa putrinya pasti meminta maaf dan meminta lebih kepada dirinya.
"Anda? bukankah semua harta anda berikan kepada saya?"
"Ya, ayah adalah seorang ayah yang baik lantas apakah kurang ayah kepada kamu? apakah ayah kurang bisa menerima kamu?"
"Apa?"
"Satu hal yang aku sesalkan tumbuh dan di karuniai orang tua seperti kalian."
"Apa itu, katakan saja mungkin kami akan memenuhinya."
"Kasih sayang dan perhatian kalian benar-benar kalian alihkan kepada harta itu bukankah suatu hal yang sangat membosankan hal itu?" tanyanya dan benar perubahan ekspresi wajah dari Robert benar-benar terlihat dengan jelas.
Tidak dapat berkata apa-apa lagi yang terpenting saat ini dia bisa bebas dan mengatakan ini adalah hal yang memang cukup rumit untuk di pahami.
Beberapa hari telah berlalu ternyata begitu cepat berlalu entahlah kenapa dirinya harus seperti ini namun satu hal yang dia harus katakan dia bebas setelah mengatakan semua yang ada di dalam pikirannya.
"Kenapa dengan wajah mu sekarang Samantha? tumben tidak runyam apakah kamu mendapatkan hadiah dari kerupuk cinta itu?" tanya Rachel dan memang hanya mereka berdua yang masih berada di tempat itu.
"Diam kamu apakah seorang anak Samantha tidak boleh berubah menjadi seekor kupu-kupu?" tanyanya dengan bola mata yang dia tutup buka.
Rachel semakin jijik dengan apa yang dia lihat sekarang ini di dalam pikiran dia hanya satu, apakah memang benar seperti ini perubahan anak? apakah ini adalah sebuah Samantha yang baru saja keluar?
Rachel terdiam beberapa saat dan benar dia baru heboh setelah kedua temannya datang mereka benar-benar tidak habis pikir dengan semua ini mereka benar-benar terlihat seperti pelangi setelah hujan.
"Kenapa kalian seperti ini menatap diriku?" tanya Samantha saat bola matanya benar-benar terbuka dan melihat ekspresi runyam itu.
"Apakah kamu.mendapatkan cowok? tajir? ganteng? pengertian? seperti cerita-cerita di dalam novel itu?" mereka terlihat sangat kompak saat mengatakan hal itu betapa senangnya hati mereka saat berkata hal seperti itu.
Samantha benar-benar sibuk dengan urusan pribadinya belakangan ini namun dia juga sibuk kepada hal percintaan yang ada di dalam pikiran dia sekarang ini hanya satu yaitu apakah orang tuanya akan menerima apa yang dia katakan?
"Meminta maaf?" tanyanya saat itu kepada Rachel.
Rachel menoleh dan melihat wajah itu apakah maksud dari perkataan wanita ini, apakah dia sakit setelah pulang dari perjalanan yang mereka lakukan? atau apakah dia hanya depresi akibat tekanan batin cinta yang terlalu lama menjomblo ini?
Entahlah namun satu yang dilakukan oleh Rachel dia mengajak kedua temannya untuk memelototi matanya kembali, dan benar saja betapa terkejutnya dirinya saat itu ketika melihat wajah itu.
"Apa-apaan kamu? kenapa melihat aku seperti itu?" tanya Samantha dia benar tidak perduli dengan apa yang dia lakukan saat ini.
"Apakah kami tidak boleh melihat wajah dari seorang Samantha yang terlihat sangat lebih luas seperti itu."
"Aku selalu cantik jadi jangan pernah melihat wajah aku lagi," ucapnya dan dia tersenyum tambah manis lagi.