Ayun sadar pernikahannya dengan Agha terjadi karena keterpaksaan kedua belah pihak. Dirinya dan juga Agha. Bukankah sangat mustahil jika mereka merencanakan bulan madu. Untuk pasangan yang menikah karena dijodohkan oleh orang tua. Terlebih alasan perjodohan itu tidak masuk akal. Namun, kendati demikian Ayun bersyukur pengorbanannya tidaklah sia-sia dengan mendapati progres perkembangan kesehatan Rivaldi yang semakin membaik. Bohong jika benak wanita itu tidak terguncang. Maunya menikah hanyalah sekali dalam seumur hidup dan tentunya dengan sosok yang dicintai pun dengan pernikahan impiannya. Apakah itu berarti Agha bukan pria yang diinginkan? Entahlah ... masa lalu mereka sangat panjang. Ayun juga tidak tahu kemauan diri sendiri yang seperti apa. Sejauh ini ia menjalani menjalaninya. Ya

