Ayun tersentak disaat tarikan kuat suaminya membuat tubuhnya merekat erat dengan Agha. Bola matanya terbelalak tidak percaya akan tindakan pria itu. "L-lepasin!" Tidak ada suara. Namun, wajahnya yang semakin dekat membuat gerakan cepat Ayun menarik kepalanya ke belakang. Sirine bahaya mampir di kepalanya, apalagi wajah Agha terlihat tak ada ekspresi apa pun. "Kamu apa-apaan, sih, Gha?! Lebih baik minggir! Nggak usah banyak tingkah, deh." "Aku nggak suka sama tindakan kamu yang seenaknya memasukkan orang ke ruanganku. Aku nggak suka karena menghargai kamu sebagai istriku, paham?" Bisikan lirih tepat di depan wajahnya membuat Ayun bergidik ngeri. "Paham?" Wajah Ayun serasa tegang mendapatkan peringatan penuh dari suaminya, apalagi alasan Agha membuat hatinya tersentuh. Sedalam itu Agha

