31. Dinginnya Bara.

2783 Words

Didepan pintu kamar Bara, Lexa menarik nafas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu. ~tok..tok..tok..~              Tiga kali ketukan namun tak ada jawaban. Akhirnya Lexa memutuskan untuk membuka pintu. Ia lirik kamar Bara namun tak ada orang. Lalu kemana bar? Tak lama pintu kamar mandi terbuka.             “Ngapain kamu kesini?” tanya Bara datar.             “E..eh.. i..itu.. a..aku mau jenguk kamu. Tante mira kabarin aku kalo kamu sakit.” Lexa yang terkejut pun menjawab pertanyaan Bara dengan tergagap. Yang membuatnya semakin gugup adalah Bara yang menatapnya intens namun terkesan dingin. Bara kenapa liatin gua kayak gitu? Benak Lexa.             Bara berjalan menuju sofa kamarnya. Sedangkan Lexa masih berdiri mematung di dekat pintu kamar yang tertutup. Ia bingung sendiri harus bagai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD