bc

UN'PERFECT COUPLE

book_age16+
136
FOLLOW
1.1K
READ
love-triangle
friends to lovers
goodgirl
sweet
icy
highschool
betrayal
enimies to lovers
school
friends
like
intro-logo
Blurb

Alexa Pradiana Praja, memiliki para sahabat yang baik dan selalu kompak. Hingga suatu hari ia di khianati atau lebih tepatnya di tikung sang sahabat. Temannya yang mencomblangkan dia dengan Seseorang yang ia sukai, malah memilih jalan untuk menjadikan target sebagai kekasihnya.

Alexa memilih pindah ke salah satu sekolah di bandung. Yaitu Sekolah Menengah Kejuruan swasta yaitu UNITED VOCATIONAL HIGH SCHOOL, satu Sekolah dengan kakak Pertamanya Alex. Hati memang tak bisa di tebak, takdir tak bisa dipilih sendiri, entah musibah atau berkah saat ia mulai jatuh hati dengan seseorang yang ia tak tau itu adalah rival seorang alex, kakaknya sendiri.Apa jadinya jika ia berhubungan dengan Bara yang memiliki dendam pada sang kakak sulung?

“ apa iya, gua suka sama seseorang secepat ini? Sama cowok itu?”

Bara Mahendra Wardana. Salah satu Kandidat Kapten basket tim Alpha di UNITED VOCASIONAL HIGH SCHOOL Bandung, lawan dari Alex Pramudana Pradja. Bukan hal yang aneh jika keduanya sering cekcok. Bara, pribadi yang dingin memiliki sedikit dendam kepada Alex. Sampai ia mengetahui, bahwa hal yang berharga dari Alex dapat ia manfaat kan untuk merencanakan balas dendam.

“Lo liat aja. Apa yang bakal gua lakuin..! biar lo tau gimana sakitnya, Welcome to your hell. Dear”

chap-preview
Free preview
1.Menyukai DIA
Hari senin hari yang cerah. Seorang gadis baru saja selesai mandi dan bersiap –siap untuk memulai harinya. Di pakainya seragam putih abu – abu, mulai memoles sedikit makeup natural look sesuai usianya. Menguncir rambutnya, memakai sedikit parfum bayi yang menguarkan wangi manis, dan memakai sepatu cats hitam bertali. Menyampirkan ransel hitam senada sepatu di punggungnya, dan muali bersiap menjalani harinya Alexa atau Lexa biasa dipanggil, sangat di sayang oleh seluruh keluarga. Apalagi ketiga kakaknya adalah laki – laki. Lexa memiliki karakter  yang ceria, pandai bergaul dan cantik. Rambut hitam bergelombang panjang, kulit putih bersih dan memiliki senyum menawan. Namun ia tomboy. Menjadi anak perempuan satu – satunya tidak membuat Lexa lebih manja walaupun ia tidak feminism. Dia lebih memilih menjadi pribadi yang bebas berekspresi bahkan sampai bikin seluruh kakak dan orang tuanya memijat kening.  “Pagi Mah, Pah, kak Ex, Kak Ax…” sapanya di meja makan sembari mendudukan bokongnya. “Pagi sayang,” sahut kedua orang tua nya. “Widih… Seneng bener kayaknya lu hari ini wel” ejek Axcel. “Ya dunk.! Emang salah gua seneng?! Complain aja lo kak!” jawab Lexa dengan kesal. “yeh! Di tanyain baik – baik ngomel lu. Jomlo abadi baru nyaho!” jawab tengil sang Excel. “gak mungkinlah! Gua kece begini mau di anggurin. RUGI!!” balas Lexa dengan bangga “Sudah, hayo geura sarapan! Nanti the telat udah jam stengah tujuh” lerai sang mama. Mereka melanjutkan makan dalam keadaan riang. Sesekali mendengar perdebatan antara Excel dan Lexa yang sering bertengkar. Excel adalah kakak yang suka sangat jahil kepada Lexa. Excel mencurahkan arasa sayangnya kepada Lexa dengan cara berbeda. Dia lebih senang menjahili adik perempuan satu – satunya itu. Berbeda dengan Axen, ia cukup pendiam. Terkadang kalau berbicara penuh kata bijak. Dan sering menjadi tempat bersandar Lexa dari setiap kekesalannya Pada Excel. Sedangkan Alex, di Sulung, dia memiliki sifat hangat dengan saudara – saudaranya, apalagi kepada Lexa si bungsu Kecil. Karakternya yang cool dan gentle selalu seperti Body Guard sang adik jika jalan bersama. Excel, Axen dan Lexa bersekolah di sekolah yang sama. Di SMA ADIAKSA. Lexa kelas 1 IPA A, Excel Kelas 2 IPS C, dan Axen Kelas 2 IPA A. Excel memiliki Hobi bermain music dan Sepak Bola. Sedangkan Axen hobi berenang, main basket dan membaca buku arsitek, menuruni sang Ayah yang juga seorang Arsitek yang sukses. Sedangkan Lexa Dia menyukai Design dan Basket. Dan lagi, poin plus bagi Kakak – kakak lexa yaitu mereka memiliki ilmu beladiri. Lexa pun sama, tapi belom se jago kakak-kakaknya.             “ Lexa sekolah dulu ya pah, Assalamualaikum” sambil mencium tangan dan pipi sang papah.             “ Iya dek, belajar yang rajin ya. Nanti kalau kakak-kakak kamu pulang telat, minta jeput pak sardi ya” jawab ayah.             “Iya pah” Lexa pun turun dari Mobil dan melambaikan tangan pada sang ayah. Sedangkan kedua kakaknya memilih menaiki motor masing, masing.             “Lexa!!” panggil seseorang. Lexa menoleh, ternyata para sahabat telah menunggunya di lorong sekolah. Lexa berlari menghampiri mereka.             “pagi guys! Wah pada kangen sama gua yak? Sampe nungguin gini” sapa tengil Lexa.             “Dih pede gila lu! Gua mau Tanya PR bahasa Inggris, udah lo sikat belom? Kita kita pada mampet otaknya. Pusing liat buku” Jawab temannya yang bernama Sandra.             “Udah dunk! Udah gua eksekusi” jawab Lexa.             “Eksekusi, Napi kale di Eksekusi, bahasa lo..! SENGA!” cerocos Ami.             “hehehe.. dasar nya aja Otak lo yang setengah meter mi. udah ah, kelas yok!” Ajak Lexa sambil merangkul teman-temannya.             Sandra, Ami dan Dini adalah sahabat Lexa dari Sekolah menengah pertama. Mereka selalu satu kelas dan akrab satu sama lain. Namun, ketiganya hobi berbelanja dan nongkrong. Namun, Dini sedikit berbeda. Dini terkesan kalem, agak pendiam dan lugu. Berbeda dengan Alexa yang lebih memilih menjadi kaum rebahan. Namun sulit sekali dilakukan jika trio ubur-ubur itu sudah memaksanya untuk jalan-jalan. Akhirnya Lexa seperti seorang Body guard yang mengawasi trio ubur-ubur itu saat jalan-jalan. Namun dia tetap menikmati waktu saat mereka bersama. Bagi Lexa, Ketiga Sahabatnya adalah mood booster nomer satu didunia.             Ketika Alexa dan teman-temannya melewati lpangan Basket, mereka melihat dua kelompok tim basket sedang bermain di lapangan basket. Tatapan Alexa terpaku kepada sosok laki-laki tampan yang sedang mendrible bola dan menargetkan bola ke ring lawan. Dylan Agung Bhagaskara nama seorang laki-laki yang mulai merasuki hati seorang gadis tomboy. Suara riuh saat bola yang dilempar masuk kedalam ring lawan seketika menyadarkannya kembali. Lexa mengedarkan pandangannya, melihat cukup banyak remaja putrid nan catik yang sedang menonton sebagai tanda bukti banyak nya fans dari kapten basket tersebut.             “Dylaaaan..! Woohooo… my man” ucap seorang gadis dibarisan penonton pinggir lapangan.             “ah Dylan is my target! Gua bakal pepetin dia” ucap seseorang dilain sisi.             “come on Kenzo! My prince, tetep semangat ganteng” seru seorang gadis yang mendukung pihak lawan dari Dylan.             Lexa sadar, banyak sekali yang mengincar Dylan, baik yang seangkatan maupun kakak kelas dan mereka cantik-cantik. Sangat tertera di wajah Dylan bahwa dia sangat tampan dan keren. Gayanya yang cool dan humble dapat seketika membuat hati para kaum hawa remaja luluh lantak di buatnya, termasuk Alexa Pramudia Praja.             Alexa memang meiliki sikap tomboy, namun sifatnya pemalu dan introvert dengan lawan jenis. Selain laki-laki dikelasnya, dia tidak dekat bahkan kenal dengan lelaki manapun. Sekalipun itu teman-teman kakak-kakak lelakinya. Lexa hanya mengenali wajah dan namanya, selebihnya Lexa tidak tahu.             “Woy! Lexa senyam-senyum aje lu. Ayo masuk nanti keburu pak ngondek masuk. Bisa abis kita kena hujan ludahnya dia” ujar Sandra dengan segera menyeret tangan Alexa.             “Iya, nanti aja liatin Dylannya. Kepoin aja ke si Sandra, kan dia mak comblang elo sama do’I” ucap Ami. Akhirnya mereka pun berlalu menuju kelas. Alexa menyukai Dylan sejak pertama melihat ketika Masa Bimbingan Siswa baru. Dia melihat Dylan menjadi President of New Born ( Sebutan murid baru di SMA ADIAKSA). Sering kali Alexa curi-curi pandang kearah Dylan. Setelah tau bahwa Dylan temen masa kecilnya Sandra, Lexa segera minta untuk di kenalkan bahkan di comblang kan dengan Dylan.             Ruang kelas mereka berada di lantai dua. Saat di jalan, Lexa bertemu dengan sang kakak, Excell.             “Wel, Bawel..! sini lu.” Ujar sang kakak dengan wajah sok cool yang tengil.             “Apaan?, gua kan udah bilang kalo di sekolah jangan panggil gua kayak gitu! Rese banget sih lu kak.” Ujar Lexa dengan wajah yang memberenggut kesal. Excel malah tertawa melihat tingkah adiknya sambil mengacak-acak rambut Lexa.             “Deuh, gitu aja ngambek. Nih infuse water lu ketinggalan. Hari ini olahraga kan lu?” Tanya Excel.             “Oh, iya. Ketinggalan di meja makan. Thanks ya kak” ucap Lexa sambil menerima botolnya.             “Iya. Ya udah gua masuk dulu.” Pamit Excel dan meninggalkan empat anak gadis di depan kelasnya.             “Woah.. kak Excel cool banget. Emang Demage anak band emang beda. Bad bad romance gimanaaa gitu” cerocos Ami.             “Yeuu.. elo, liat sapi di pakein jas juga di bilang keren. Apalagi kak Excel, luber aja tu iler”. Ujar Sandra             “Udah yuk, lanjut ke kelas.” Ujar Dini sambil menggandeng tangan Alexa. Tanpa Lexa sadari, Dini tersenyum manis diam-diam. Tak banyak yang tau kalau Alexa adalah adik dari Excel dan Axen. Kakak kelas yang masuk dalam jajaran Most Wanted. Lexa tidak mau menjadi tukang pos dadakan untuk para penggemar kakak-kakaknya. Jadi Yang mengetahui hubungan keluarga mereka hanya ketiga sahabatnya, para sahabat kakaknya dan juga beberapa dewan sekolah yang terkait.             Jam pelajaran pertama di kelas 1IPA A adalah bahasa inggris. Lexa adalah yang terbaik di bidang ini. Bahasa inggris adalah pelajaran kesukaan Lexa.             “Good morning everybody!” sapa Pak Darto, guru bahasa seRaya memasuki kelas.             “Morning Sir!” jawab serempak seluruh siswa.             “How are you guys?”             “Great Sir!” jawab seluruh siswa lagi.             “Okay, remember you have home work guys? Put your jobs on my table, and I don’t accept any reason that if you don’t make it. Punishment is clean teh school backyard area (oke, ingat kan kalo kalian punya PR anak-anak? Letakan tugas-tugas kalian diatas meja saya. Dan saya tidak menerima alasan apapun untuk yang tidak mengerjakannya. Hukumannya adalah membersihkan halaman belakang sekolah).” Jelas pak Darto dengan gaya yang sedikit gemulai.             Semua siswa mulai mengumpulkan tugas di meja guru. Jam pelajaran bahasa pun berlangsung sekitar dua jam. Dan kemudian berganti dengan mata pelajaran olahraga. Seluruh siswa 1IPA.A berganti pakaian di loker masing-masing.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.3K
bc

Kali kedua

read
220.3K
bc

TERNODA

read
200.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
82.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook