Tidak Ada Orang

1183 Words

»Author PoV«   Dengan langkah cepat, Ardan meninggalkan ruang kerjanya.   "Dok, pasien Anda sudah menunggu. Anda ingin ke mana?" tanya seorang perawat saat Ardan melewatinya.   "Urus saja sendiri. Damn!!" Ardan menyahut pelan. Ia mengacuhkan wanita itu. Ia tidak perduli jika ada yang mendengar ucapannya barusan.   Pindah ke rumah sakit yang berada jauh di pelosok itu, berarti menghancurkan karirnya.   ‘Kalau karirku hancur, sekalian saja. Iya kan? Kenapa harus tanggung-tanggung?’ batinnya kesal.   Seringai marah terukir di wajahnya. Dengan kecepatan tinggi, ia melajukan motor ke rumah Tasya.   Sesampainya di depan rumah Tasya, Ardan langsung memarkirkan motor dan menghampiri pintu rumah Tasya yang tertutup rapat.   Tok tok tok!!   Ting tong! Ting tong!   Tok tok tok!!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD