Back to Office

1141 Words

Aku berjalan tertunduk di belakang Will. Semua mata tertuju kepada kami. Semuanya karena aku yang kembali masuk kerja setelah berminggu-minggu tidak hadir.   "Eh, udah hampir sebulan gak masuk, masih boleh datang ke kantor ... kok bisa, ya?" tanya seorang karyawan pada temannya.   "Denger-denger, mamanya baru aja kecelakaan. Kasian banget, ya! Tapi bukannya di jagain, malah di tinggal kerja!" oceh yang lainnya lagi.   "Pak William kalau jalan sama Sherin cocok banget, loh. Gak kayak gini. Ini terlalu … maksa!" tukas yang satu lagi.   Aku ingin sekali menarik rambut mereka satu persatu. Seenaknya saja kalau bicara. Mereka pikir aku tuli apa? Untungnya Will mengenakan airpods saat ini. Ia sedang menghubungi seorang klien dari luar kota. Jadi ia tidak perlu mendengar ocehan-ocehan itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD