Bertahan Sedikit lagi

1273 Words

Suci datang bersama dengan seorang pemuda tampan yang kutebak sebagai Wildan, tunangannya. Juga dengan sopir yang membawa beberapa macam bungkusan di tangan. Sepertinya Suci baru saja menguras isi mall.   "Hai, Sya ... bagaimana kabar tante?" tanyanya sambil memelukku erat.   Aku mempersilahkannya duduk. Tidak lupa, ia memperkenalkan tunangannya padaku dan Manda.   "Stabil, Ci. Hanya belum sadar ..." Aku menjelaskan.   William masuk dan tersenyum pada kami. Dengan langkah pasti, ia mendekati kami dan langsung mengulurkan tangannya pada Wildan.   "Tidak menyangka akan bertemu di sini …." Wildan menjabat tangan William.   "Ya, bagaimana kalau kita bicara di luar saja?" Will mengajak Wildan keluar dari ruangan mamaku.   "Hmmm ... Aku gak tau mereka saling kenal." Suci heran.  

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD