Emergency Stop

1088 Words

Aku berhasil keluar dari kamar itu. Tidak perlu menemani keluarga Bang Ardan. Entah mengapa, aku merasa kurang cocok saja dengan mereka. Kecuali dengan Karin, mungkin.   Setelah kami berada di dalam lift, Will menekan tombol emergency stop agar lift yang kami naiki berhenti.   Karena pemberhentian yang mendadak, aku kaget dan berpegangan padanya.   "Apa ini?! Sayang jangan macam-macam, dong..." Aku protes karena aku tau ini ulahnya.   Lampu lift yang berkedap-kedip membuat suasana semakin menakutkan buatku.   "Apa kau takut?" William menarikku kedalam pelukannya. "Sebentar saja, aku terlalu merindukanmu. Aku tau kau tidak bisa meninggalkan mereka terlalu lama, jadi di sini saja..."   Aku bingung dengan apa yang dikatakan Will. Namun, saat ia membawaku ke dalam ciumannya, aku ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD