Mama terlihat sangat senang dengan pemberian William. Apalagi Manda yang menerima sekeranjang cokelat. Siapa yang tidak senang? "Ya ampun, Nak... Bosmu pengertian banget! Gak kayak anak mama, ya..." Mama mengolokku. Berani-beraninya ia membandingkanku dengan William yang merupakan direktur sebuah perusahaan. Bagaimana caranya aku bisa menyaingi orang itu? "Iya-iya ... anak Mama ini gak pengertian. Ayo dong, makan dulu. Nanti sotonya tambah dingin. Masih hangat, nih..." Aku sudah menyiapkan soto yang tadiku masak sendiri di atas meja. Mereka mulai menikmati makan malam itu. Aku senang sekali karena kata mereka soto buatanku rasanya pas dan segar. "Sya, ingatkan mama untuk mengundang bosmu makan malam di rumah, setelah Manda keluar dari rumah sakit, ya..." Mama memintaku untu

