»Tasya PoV« Sekarang ini, aku sedang duduk manja di atas pangkuan suamiku, Tuan William Salim. Sesekali kutiup tengkuknya. Habisnya, ia lebih memperhatikkan ponsel daripada aku. "Apa kau ingin lagi sayang?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya. Tetap saja fokus dengan ponsel itu. "Enggak, sih ... cuma cemburu aja sama ponsel itu." "Kok, gitu? Aku ‘kan, lagi baca e-mail masuk." "Iya ... iya ... aku mengerti, Sayangku ...," sahutku kemudian. Aku meninggalkannya sendirian dan kembali ke atas tempat tidur. Aku melihat lagi kotak kado yang diberikan Suci. ‘Bagaimana mungkin ia memberikan hal seperti ini ...’ batinku malu. Bagaimana tidak, Suci memberikan sekotak a**************i dengan bentuk yang aneh-aneh dan dua buah lingerie. Benda itu sangat tipis juga ke

