Menjalani pernikahan tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi juga tidak sesulit yang pujangga katakan .... »Will PoV« Aku membiarkan istriku melepaskan baju yang kukenakan saat ini. Tasya mulai melepaskan kancing kemejaku satu per satu. Ia bahkan tidak berani menatap langsung ke mataku. Pandangannya menatap lurus butiran kancing yang ia sentuh. ‘Lucunya ...,’ batinku. Tasya langsung berbalik saat semua pakaianku telah terlepas, kini hanya tersisa celana dalamku saja. "I-itu ... kau buka sendiri saja! Aku tidak berani …," ungkapnya padaku. Namun, aku tidak melakukannya. Dengan tenang, kubisikkan sesuatu di telinganya. Lagi-lagi tengkuknya meremang. Aku bahkan bisa melihat bulu-bulu halus di lengannya menegak. Kusentuh mulai pundak dan turun hingga ujung

