Saat ini, kami sudah sampai di depan rumahku. Akhirnya, ia tidak jadi membawaku ke mana-mana. Ia bilang aku lebih baik lekas istirahat. "Terima kasih sudah mau mengantarku pulang ..." kataku berbisik. "Kemanapun jika bersamamu, aku tidak pernah keberatan ..." Will mencium bibirku dengan lembut. Ciumannya yang seperti itu sangat memabukkan. Aku sampai tidak sadar jika telah mengalungkan lenganku di bahunya. "Aku tidak bisa menunggu lagi ..." Will berbisik di telingaku. Aku tau maksudnya. Ia gagal bicara tentang hubungan kami pada mama setelah kami kembali dari Thailand kemarin. Aku lupa mengapa. Ah iya, aku akan ujian. Aku memintanya mengundur keinginan itu sejenak. Aku harus fokus dengan ujianku. Aku hanya bilang perlu sedikit waktu lagi. Dan ia paham tanpa banyak m

